8 Keunggulan Google Maps Yang Perlu diketahui

1:04:00 pm Add Comment

 



Google Maps dan aplikasi sejenisnya adalah salah satu keajaiban abad ini. Aplikasi ini sebenarnya adalah sebuah peta. Tapi peta bukan sembarang peta. Karena Google Maps merupakan Peta tercanggih yang pernah diciptakan peradaban manusia. 

Berikut adalah keunggulan yang dimiliki oleh Google Maps:

1. Gratis

Peta pada umumnya harus dibeli, baik berupa lembaran, buku atau pun dalam bentuk globe. Tetapi Google Maps ini gratis, otomatis tersemat di HP kita. Tidak perlu beli atau download, bahkan tidak perlu registrasi apalagi untuk login. Seolah disediakan oleh alam atau Tuhan buat umat manusia. Mirip udara, air dan tanah. Padahal Google Maps ini barang produksi sebuah industri. 


2. Compact

Biasanya bentuk sebuah peta itukan seharusnya berupa lembaran lebar. Minimal bisa menutupi dinding. Ternyata Google Maps itu cuma sekecil HP doang. 

Tidak terbayang jika kita naik motor harus membawa peta berupa lembaran kertas. Kalau mau akan melihat peta, harus minggir dahulu mencari tanah kosong untuk menggelar lembaran peta. 

Tapi dengan kondisi sekarang abang-abang gojek hari ini bisa sambil naik motor mengikutin peta di HP. 


3. Lengkap

Peta berupa lembaran atau buku atlas itu terbatas sekali. Misalnya beli buku atlas Nusantara, isinya hanya peta beberapa provinsi di Indonesia. 

Peta negara lain mungkin ada, tapi tidak detail. Hanya sekilas saja. Kalau mau uang detail, jangan beli atlas Nusantara, tapi beli peta negara yang dimaksud. 

Butuh tahu peta 10 negara, ya beli sepuluh peta yang berbeda. 

Bagaimana dengan Goggle Maps?

Peta wilayah manapun ada. Mau peta terkait pondok Hasan Jufri di dusun Lebak kecamatan Sangkapura di pulau terpencil Bawean, atau Madrasah Nurul Huda di dusun Pokoh Banyurejo kecamatan Tempat kabupaten Sleman Porvinsi DIY, semua ada.

Apalagi cuma detail kota London, New York, Istambul, Cairo, Singapura hingga Singaparna, semua ada. 

Uniknya, keberadaannya itu bukan bersifat global, tapi sangat detail, sedetail-detailnya, sampai gang-gang tikusnya pun ada juga. 

Jadi Google Maps itu adalah peta yang  isinya lengkap selengkap-lengkapnya. Cuma peta akhirat saja yang belum ada. 


4. Interaktif

Inilah yang membedakan konsep peta cetakan di kertas dengan peta di HP,  yaitu sifatnya interaktif. 

Peta di Google Maps ini dibundling dengan Global Positioning Sustem (GPS). Sehingga peta ini bisa menampilkan posisi kita ada dimana. 

Ketika kita bergerak pindah posisi maka lokasi kita di peta pun ikut berubah. Uniknya interaktifnya itu real time. Sehingga juga bisa mengukur kecepatan kita per kilometer. 

Dan ini yang ajaibnya, interaksi sekian banyak pengguna HP di jalan, dibandingkan dengan kecepatannya, akan memunculkan warna berbeda, ada biru ada merah ada oranye dan lainnya. 

Warna merah menunjukka kepadatan yang tinggi di ruas jalan itu dan itu berarti . . . kemacetan. Waw, its a miracle. Smart very smart. 

 

5. Mengukur Jarak Dengan Real Time

Ini juga fungsi yang sudah jauh lebih maju. Bukan hanya menampilkan peta statis atas dimana lokasi kita, atau ada kemacetan dimana, tapi peta ajaib ini bisa menghitung rute perjalanan mana yang bis jadi alternatif yang kita pilih. 

Misalnya saya dari rumah di Jakarta, ingin pulkam ke Pokoh. Tinggal klik saja satu titik di dusun Pokoh, lalu saat ini juga di layar HP saya terhidang beberapa jalur rute yang bisa saya pilih. 

Masing-masing pilihan itu lengkap dengan perkiraan jarak dan lama waktu tempuhnya bahkan jam berapa kita akan tiba disana. 


6. Menyimpan Alamat

Parah sekali kalau yang ini. Bagaimana tidak? Kita bisa menyimpan jutaan alamat pakai Google Maps ini. Tidak perlu cari-cari alamat dan dibikin bingung karena nomor rumah di sepanjang jalan kok tidak urut.

Ini kan salah satu keajaiban nomor rumah di Jakarta. Habis nomor 53 terus 58, 107, 13, 9, 10, 11 dan terakhir 128. 

Waw keren banget sistem penomoran rumah di satu ruas jalan di Jakarta. Sisi scuritas nya sudah sangat save untuk tidak bisa ditemukan. Hehe 

Pakai Google Maps, kita tidak usah ngeributin alamatnya RT dan RW berapa atau rumah nomor berapa. Itu sudah kuno dan jadul. Langsung saja kita tetapkan satu titik di Google Maps. 

Dan uniknya antar sesama pengguna, kalau mau kita juga bisa saling bertukar alamat dengan seluruh pengguna lainnya sedunia. 

Di Mekkah saya bisa janjian dengan teman di suatu titik lokasi dengan saling kirim lokasi alias share location. 


7. Google Street

Sebenarnya menu ini rada kurang kerjaan menurut saya pada awalnya. Ngapain mobil Google itu motretin semua jalanan sampai blusukan ke gang-gang sempit. 

Tapi rupanya lama-lama kok saya jadi senang juga. Misalnya saat pandemi kayak gini kok nggak bisa pulang kampung dan rindu suasana jalanan disana, ya buka saja menu Google Street. 

Tiba-tiba kita kayak lagi di jalanan di kampung kita sendiri. Apalagi view-nya bisa diputar 360 derajat, membuat kita merasa ada disana betulan.

Saya belum coba pakai kacamata 3D. Mungkin sensasinya jadi beda. Memang sih masih berupa gambar sratis. Tapi kalau nanti ke depan bisa dibikin berupa kamera yang sifatnya real time dan 360 derajat dengan kualitas 4 K, wah selesai sudah. 

Kita bisa merasakan sensasi jalan-jalan di tengah Khan Khalili samping Masjid Al-Husein Cairo, atau di Lapangan Tiananmen, Kolasium di Roma, atau berperahu di jalan-jalan kota Venesia. Bisa tengak-tengok ke arah mana saja. 


8. Mode Suara 

Fasilitas inilah yang paling digemari emak-emak yang buta peta, yang di otaknya memang tidak ada slot memory untuk memahami konsep sebuah peta. 

Buat mereka, peta itu bukan dibaca tapi didengarkan. Aneh bin ajaib. Bukan membaca tapi mendengarkan peta.

"300 ratus meter lagi, belok kiri dan tetap di kiri". 

Suaranya bisa diatur apa suara laki atau perempuan. Bahkan pakai mode bahasa, saya suka iseng menggantinya pakai bahasa Arab, kadang China, Inggris. Tapi cari bahasa Betawi kok belum ada. 



Cara Gampang Blokir Pesan atau SMS Spam di HP Android

1:40:00 pm Add Comment


Setiap hari kita Sering banget dapet sms SPAM penipuan seperti, pinjaman online, judi, modal usaha, undian, dan lain sebagainya. Nah, kali ini mau ngasih tau nih kalau ponsel Android memiliki fitur blokir sms dan iphone dapat menyaring pesan yang kamu inginkan.


Trus caranya gimana? Gampang banget, Sob. Tinggal ikuti langkah-langkah yang udah kita buat ya.

1. Masuk ke menu Pengaturan pada aplikasi PESAN

2. Pilih Sub menu Blokir Pesan

3. Pilih ke Blokir Frasa

Masukan kata-kata yang biasa muncul di SMS yang ingin di blokir



Gimana, Sob? Ada yang pernah coba pake fitur blokir dan filter di ponsel kalian?

Proses Sosial Dan Interaksi Sosial

Proses Sosial Dan Interaksi Sosial

1:28:00 pm Add Comment

Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbale-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst.


Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interkasi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama.
A.    Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial
Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi anatara kelompo tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya.
Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tak akan mungkin teradi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem syarafnya, sebagai akibat hubungan termaksud.
Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada perbagai faktor :
1.    Imitasi
Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku

2.    Sugesti
Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.
3.    Identifikasi
Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.
4.    Proses simpati
Sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.
A.    Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok.
Dua Syarat terjadinya interaksi sosial :
1.    Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk.Yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung.
2.    Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.
Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum (artinya bersama-sama) dan tango (yang artinya menyentuh). Arti secara hanafiah adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadinya hubungan badaniah. Sebagai gejala seosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah, karena dewasa ini dengan adanya perkembangan teknologi, orang dapat menyentuh berbagai pihak tanpa menyentuhnya. Dapat dikatakan bahwa hubungan badaniah bukanlah syarat untuk terjadinya suatu kontak.
Kontak sosial dapat terjadi dalam 3 bentuk :
1.    Adanya orang perorangan
Kontak sosial ini adalah apabila anak kecil mempelajari kebuasaan dalam keluarganya. Proses demikian terjadi melalui sosialisasi, yaitu suatu proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota.
2.    ada orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya
kontak sosial ini misalnya adalah seseorang merasakan bahwa tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat atau apabila suatu partai politik memkasa anggota-anggotanya menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya.
3.    Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.
Umpamanya adalah dua partai politik mengadakan kerja sama untuk mengalahkan parpol yang ketiga di pemilihan umumu.
Terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan, tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama, sengangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama seali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial.
Suatu kontak dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak perimer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara. Sekunder dapat dilakukan secara langsung. Hubungan-hubungan yang sekunder tersebut dapat dilakukan melalui alat-alat telepon, telegraf, radio, dst.
Arti terpenting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gera-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut.
Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya.
A.    Kehidupan yang Terasing
Pentingnya kontak dan komunikasi bagi terwujudnya interaksi sosial dapat diuji terhadap suatu kehidupan yang terasing (isolation). Kehiduapan terasing yang sempurna ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengadakan interaksi sosial dengan pihak-pihak lain. Kehidupan terasing dapat disebaban karena secara badaniah seseorang sama sekali diasingkan dari hubungan dengan orang-orang lainnua. Padahal perkembangan jiwa seseorag banyak ditentuan oleh pergaulannya dengan orang lain.
Terasingnya seseorang dapat pula disebabkan oleh karena cacat pada salat satu indrany. Dari beberapa hasil penelitian, ternyata bahwa kepribadian orang-orang mengalami banyak penderitaan akibat kehidupan yang terasing karena cacat indra itu. Orang-orang cacat tersebut akan mengalami perasaan rendah diri, karena kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangkan kepribadiannya seolah-olah terhalang dan bahkan sering kali tertutup sama sekali.
Pada masyarakat berkasta, dimana gerak sosial vertikal hampir tak terjadi, terasingnya seseorang dari kasta tertentu (biasanya warga kasta rendahan), apabila berada di kalangan kasta lainnya (kasta yang tertinggi), dapat pula terjadi.
 

Bentuk-bentu Interaksi Sosial

Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian (conflict). Pertikaian mungkin akan mendapatkan suatu penyelesaian, namun penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dinamakan akomodasi. Ini berarti kedua belah pihak belum tentu puas sepenunya. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. Keempat bentuk poko dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan suatu kontinuitas, di dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi.
Gillin dan Gillin mengadakan penggolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka, ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial :
1.    Proses-proses yang Asosiatif 

Kerja Sama (Cooperation)

Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik.
Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya.
 

Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H.Cooley ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna”
 

Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan :
1.    Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta
2.    Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa
3.    Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu
4.    Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial.
 

Ada 5 bentuk kerjasama :
1.    Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong
2.    Bargaining, Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih
3.    Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan
4.    Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Akan tetapi, karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnnya adalah kooperatif.
5.    Joint venture, yaitu erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan, dst.

Akomodasi (Accomodation)

Pengertian
Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti : menujukk pada suatu keadaan dan yntuk menujuk pada suatu proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan.
 

Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
 

Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, yaitu :
1.    Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham
2.    Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer
3.    Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta.
4.    mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah.
 

Bentuk-bentuk Akomodasi
1.    Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan
2.    Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
3.    Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri
4.    Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
5.    Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.
6.    Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya.
7.    Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan
 

Hasil-hasil Akomodasi
a.    Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat
Akomodasi dan intergrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindarkan masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru.
b.    Menekankan Oposisi
 

Sering kali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu dan kerugian bagi pihak lain
a.    Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda
b.    Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah
c.    Perubahan-perubahan dalam kedudukan
d.    Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi
 

Dengan adanya proses asimilasi, para pihak lebih saling mengenal dan dengan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah untuk saling mendekati.
 

Asimilasi (Assimilation)

Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
Proses Asimilasi timbul bila ada :
1.    Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya
2.    orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga
3.    kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri
 

Beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi (interaksi yang asimilatif) bila memilii syarat-syarat berikut ini
1.    Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama
2.    interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan
3.    Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer
4.    Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola tersebut. 

Artinya, stimulan dan tanggapan-tanggapan dari pihak-pihak yang mengadakan asimilasi harus sering dilakukan dan suatu keseimbangan tertentu harus dicapai dan dikembangankan.
 

Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah :
1.    Toleransi
2.    kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
3.    sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
4.    sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
5.    persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
6.    perkawinan campuran (amaigamation)
7.    adanya musuh bersama dari luar
 

Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi

1.    Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat
2.    kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga
3.    perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi
4.    perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.
5.    Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi
6.    In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan.
7.    Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa
8.    faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi.
Asimilasi menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan sosial dan dalam pola adat istiadat serta interaksi sosial. Proses yang disebut terakhir biasa dinamakan akulturasi. Perubahan-perubahan dalam pola adat istiadat dan interaksi sosial kadangkala tidak terlalu penting dan menonjol.
 

1.    Proses Disosiatif
Proses disosiatif sering disebut sebagai oppositional proccesses, yang persis halnya dengan kerjasama, dapat ditemukan pada setiap masyarakat, walaupun bentuk dan arahnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat bersangkutan. Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Pola-pola oposisi tersebut dinamakan juga sebagai perjuangan untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk kepentingan analisis ilmu pengetahan, oposisi proses-proses yang disosiatif dibedkan dalam tiga bentuk, yaitu :
 

Persaingan (Competition)

Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunya dua tipe umum :
1.    Bersifat Pribadi : Individu, perorangan, bersaing dalam memperoleh kedudukan. Tipe ini dinamakan rivalry.
2.    Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu.
 

Bentuk-bentuk persaingan :
1.    Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen
2.    Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan, pendidikan, dst.
3.    Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang.
4.    Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya.
 

Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi :
1.    Menyalrkan keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif
2.    Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing.
3.    Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial. Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya.
4.    Sebagai alat menyaring para warga golongan karya (”fungsional”)
 

Hasil suatu persaingan terkait erat dengan pelbagai faktor berikut ini ”
1.    Kerpibadian seseorang
2.    Kemajuan : Persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk pembangunan masyarakat.
3.    Solidaritas kelompok : Persaingan yang jujur akan menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan diri dalam hubungan-hubungan sosialnya hingga tercapai keserasian.
4.    Disorganisasi : Perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial.
 

Kontraversi (Contravetion)

Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Bentuk kontraversi menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 5 :
1.    yang umum meliputi perbuatan seperti penolakan, keenganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguang-gangguan, kekerasan, pengacauan rencana
2.    yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian pada pihak lain, dst.
3.    yang intensif, penghasutan, menyebarkan desas desus yang mengecewakan pihak lain
4.    yang rahasia, mengumumkan rahasian orang, berkhianat.
5.    yang taktis, mengejutkan lawan, mengganggu dan membingungkan pihak lain.
 

Contoh lain adalah memaksa pihak lain menyesuaikan diri dengan kekerasan, provokasi, intimidasi, dst.
Menurut Leo von Wiese dan Howard Becker ada 3 tipe umum kontravensi :
1.    Kontraversi generasi masyarakat : lazim terjadi terutama pada zaman yang sudah mengalami perubahan yang sangat cepat
2.    Kontraversi seks : menyangkut hubungan suami dengan istri dalam keluarga.
3.    Kontraversi Parlementer : hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat.baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga legislatif, keagamaan, pendidikan, dst.
 

Tipe Kontravensi :
1.    Kontravensi antarmasyarakat setempat, mempunyai dua bentuk :
a.    Kontavensi antarmasyarakat setempat yang berlainan (intracommunity struggle)
b.    Kontravensi antar golongan-golongan dalam satu masyarakat setempat (intercommunity struggle)
1.    Antagonisme keagamaan
2.    Kontravensi Intelektual : sikap meninggikan diri dari mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi atau sebaliknya
3.    Oposisi moral : erat hubungannya dengan kebudayaan.
 

Pertentangan (Pertikaian atau conflict)

Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, pola-pola perilaku, dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian.
Sebab musabab pertentangan adalah :
1.    Perbedaan antara individu
2.    Perbedaan kebudayaan
3.    perbedaan kepentingan
4.    perubahan sosial.
 

Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai.
Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus:
1.    Pertentangan pribadi
2.    Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan
3.    Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan
4.    Pertentangan politik : menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat, maupun antara negara-negara yang berdaulat
5.    Pertentangan yang bersifat internasional : disebabkan perbedaan-perbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara
 

Akibat-akibat bentuk pertentangan
1.    Tambahnya solidaritas in-group
2.    Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut.
3.    Perubahan kepribadian para individu
4.    Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia
5.    Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak

Baik persaingan maupun pertentangan merupakan bentuk-bentuk proses sosial disosiatif yang terdapat pada setiap masyarakat.

 

Tips atau Cara Mendidik Anak yang Baik dan Benar

Tips atau Cara Mendidik Anak yang Baik dan Benar

6:39:00 am Add Comment

Mendidik anak tak mungkin terulang kembali seperti di waktu kecil. Karier seseorang mungkin bisa gagal dalam berbisnis pun sangat mungkin gagal. Toh masih bisa diulang.

Tapi kalau mendidik anak, harus berhasil!, Kalau gagal... Mana mungkin bisa diulang.??

Sebenarnya...

Tidak ada anak nakal, 

Yang ada hanyalah anak yang belum mengerti.


Tidak ada anak pembangkang, 

Yang ada hanyalah orangtua yang kurang bersabar.


Tidak ada anak pemberontak, 

Yang ada hanyalah orangtua yang tak bisa mendidik anaknya dan terburu-buru ingin melihat hasil.


Buang jauh-jauh anggapan bahwa anak adalah beban.

Setiap anak sudah membawa rejekinya masing-masing.


Allah sudah menjamin rejeki anak, 

Tetapi Allah tidak menjamin ke sholehannya.


Kesholehan anak salah satunya ditentukan oleh cara kedua orangtuanya dalam mendidik dan membesarkannya.


Didiklah anak-anak dengan CINTA, Kelembutan dan Musyawarah.

Selalu libatkan Allah dalam segala hal.


Firman Allah Subhanahu Wata'ala :

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kami-lah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat yang baik di akhirat adalah bagi orang yang bertaqwa.” (Q.S Thaahaa: 132)


Perbanyak menyebut nama Allah di telinga anak, 

Baik dengan deskripsi maupun dalam diskusi/tanya jawab.


Bacakan ayat-ayat Allah yang terdapat pada ciptaan-ciptaan Allah di sekitar anak.


Kaitkan semua kejadian sehari-hari di sekitar anak dengan kebesaran Allah.


Contoh: Anak sakit, jangan katakan: ‘Ayo minum obatnya supaya sembuh’. 


Tapi katakan: ‘Berdo’alah kepada Allah supaya sembuh, tapi juga harus minum obatnya, karena Allah suruh kita untuk berusaha. Kesembuhan hanya dari Allah’.


Antar anak tidur dengan nama Allah, do’akan anak sesaat ketika tidur, dan bangunkan anak dengan penuh syukur dengan nama Allah. 

Setelah itu, tanamkan ‘ Bahwa Islam adalah agama yang Allah Ridhoi’.


➖➖➖➖➖➖

Hendaknya bagi orang tua selalu membaca do'a dibawah ini...


Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berdo'a,


رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ


 " Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh ”. 

(QS. Ash Shaffaat: 100). 


Nabi Dzakariya ‘alaihis salaam berdo’a,


رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ


" [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa]."

 (QS. Ali Imron: 38). 


Dan do'a ini...


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ


" Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri."

 (QS. Al Ahqof: 15). 


اللهم صل وسلم وبارك على  محمد وعلى اله وصحبه وسلم

امين يارب العالمين 🤲



Apakah Waktu Imsak itu?

10:12:00 am Add Comment


Waktu Imsak


Memang benar, bahwa batas waktu akhir makan sahur itu saat fajar shadiq telah muncul (azan Subuh). Namun bukan berarti syariat menganjurkan untuk kita berhenti mepet sekali dengan azan atau bahkan pas azan. Bukan demikian yang dimaksud. Ini pemahaman tekstual terhadap dalil. Yang tepat, hendaknya seorang telah berhenti dari makan sahur “beberapa waktu” sebelum azan. “Beberapa waktu” inilah yang diistilahkan dengan waktu imsak oleh para ulama. Kira-kira sepuluh sampai lima belas menit sebelum azan.


Hal ini sebagai langkah ihtiyath (berhati-hati). Karena kalau mempet sekali atau bahkan pas di waktu azan, sangat berpotensi menyebabkan puasa batal. Karena mungkin ada sekian waktu (walaupun singkat, misal sekian detik atau menit) dimana seorang masih makan di waktu yang seharusnya sudah berhenti. Atau sedang makan dan minum, ternyata sudah azan. Mau tidak mau harus berhenti. 


Belum lagi, kita umumnya berpedoman dengan azan, bukan melihat langsung fajar shadiq. Namanya orang azan, tentunya dia azan setelah masuk waktu. Artinya kalau azan dikumandangkan oleh muazin, itu artinya waktu subuh sudah masuk atau berjalan sekian menit. Kalau kita masih makan satu menit sebelum azan, misalkan, berarti waktu itu sebenarnya sudah masuk waktu terlarang. Belum lagi kalau muazinnya terlambat azannya. 


Jadi, kondisi paling ideal dan aman, hendaknya seorang sudah berhenti dari makan sahur di waktu Imsak, yaitu sekitar 10 atau 15 menit menjelang azan Subuh. Di rentang waktu antara imsak sampai azan subuh, bisa digunakan untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di mulut dengan gosok gigi ataupun untuk yang lain. Pas azan, sudah beres semua tinggal salat. Dalil waktu imsak ini sebuah riwayat dari Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit beliau berkata :


تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ، قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ؟ " قَالَ: قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً


“Kami makan Sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau berdiri untuk shalat. Aku (Anas bin Malik) bertanya : Berapa kadar waktu antara adzan dan (selesai) makan sahur ? Dia menjawab : Sekitar lima puluh ayat”.(HR. Bukhari : 1921. Simak juga no : 576).


Imam Asy-Syafi’i (w. 204 H) rahimahullah menganjurkan untuk berhenti makan sahur beberapa saat/waktu sebelum fajar shadiq muncul (azan). Beliau berkata :


وَاسْتُحِبَّ التَّأَنِّي بِالسُّحُورِ مَا لَمْ يَكُنْ فِي وَقْتٍ مُقَارِبٍ يَخَافُ أَنْ يَكُونَ الْفَجْرُ طَلَعَ فَإِنِّي أُحِبُّ قَطْعَهُ فِي ذَلِكَ الْوَقْتِ


“Dianjurkan untuk pelan-pelan (tidak terburu-buru) saat makan sahur selama tidak di waktu yang mendekati bahwasanya dikhawatirkan fajar (shadiq) muncul. Maka aku menganjurkan untuk  berhenti dari sahur di waktu tersebut (mendekati fajar shadiq muncul)”.(Al-Umm : juz II, hlm. 105).


Imam Nawawi (w. 676 H) rahimahullah juga mendorong umat muslim muslim untuk berhenti makan sahur ketika “sudah mendekati” azan. Kalimat “sudah mendekati” di sini menunjukkan ada jarak di antara keduanya (waktu antara berhenti makan sahur dan azan subuh). (Syarah Shahih Muslim : juz VII, hlm. 208).


Imam Al-Mawardi (w. 450 H) rahimahullah berkata : 


وزمان الصّيام من طُلُوع الْفجْر الثَّانِي إِلَى غرُوب الشَّمْس لَكِن عَلَيْهِ تَقْدِيم الأمساك يَسِيرا قبل طُلُوع الْفجْر وَتَأْخِير (الْفطر) يَسِيرا بعد غرُوب الشَّمْس ليصير مُسْتَوْفيا مَا بَينهمَا


“Waktu puasa dimulai dari terbitnya fajar (shadiq) sampai tenggelamnya Matahari. Akan tetapi hendaknya sedikit mendahulukan untuk imsak (berhenti dari makan sahur) sebelum terbitnya fajar dan sedikit mengakhirkan berbuka setelah tenggelamnya Matahari agar menjadi sempurna apa yang ada diantara keduanya”.(Al-Iqna’ : hlm. 74)


Imam Ad-Dusuqi (w. 1230 H) rahimahullah dalam Hasyiyah-nya berkata:


فَقَدْ وَرَدَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤَخِّرُهُ بِحَيْثُ يَكُونُ مَا بَيْنَ فَرَاغِهِ مِنْهُ وَبَيْنَ الْفَجْرِ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الْقَارِئُ خَمْسِينَ آيَةً


“Maka telah datang riwayat, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengakhirkan sahur dimana jarak waktu  antara beliau selesai darinya (sahur) dengan fajar shadiq adalah seukuran waktu orang membaca lima puluh ayat”.(Hasyihah Ad-Dusuki : juz V, hlm.78). 


Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari (w.926 H) rahimahullah berkata:


وَالسُّنَّةُ أَنْ يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْفَجْرِ قَدْرَ خَمْسِينَ آيَةً


“Yang sunnah, antara ia (makan sahur) dengan fajar (shadiq) adalah seukuran kira-kira lima puluh ayat”.(Asnal Mathalib : juz V, hlm.324).


Adapun hadits yang berbunyi :  “Apabila salah seorang dari kalian mendengar adzan dalam kondisi bejana (air minum) ada di tangannya, jangan diletakkan sampai dia menunaikan hajatnya darinya (meminumnya)”. (HR. Abu Dawud)


Maksud kata “azan” di situ, adalah “azan pertama”, bukan azan kedua untuk salat subuh. Kemungkinan kedua, itu untuk seorang yang belum yakin akan munculnya fajar shadiq. Kalau sudah yakin, maka haram. Demikian dijelaskan oleh imam An-Nawawi rahimahullah dalam Majmu’ Syarhul Muhadzdzab : (juz, VI, hlm. 311 -312).


Sehingga tidak tepat jika dikatakan bahwa waktu imsak itu bukan dari Islam, atau tidak ada dalilnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Waktu Imsak itu ijtihad jumhur (mayoritas) ulama mujtahidin yang dibangun di atas dalil, sebagaimana telah berlalu penyebutan keterangannya. Alhamdulillah Rabbil ‘alamin. 


26 Ramadhan 1442 H

(Abdullah Al-Jirani)

Kumpulan Ucapan dan Pantun Selamat Idul Fitri Terbaru

11:50:00 am Add Comment

 

Ucapan Selamat Idul Fitri

Setelah sebulan lamanya berpuasa Ramadan, umat Muslim tentu telah menanti-nantikan hari kemenangan atau Hari Raya Idulfitri. Saat Hari Raya Idulfitri tiba, semua orang saling mengucapkan maaf dan memberi ucapan selamat hari Lebaran.

Berkunjung ke rumah saudara atau kerabat dekat dengan memberi ucapan maaf menjadi tradisi saat Hari Raya Idul Fitri. Meminta maaf dan memberikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri telah menjadi tradisi umat Islam di dunia. Melalui ucapan selamat Hari Raya Idulfitri tersebut, seseorang bisa menyampaikan maaf atas segala kesalahan sekaligus berbagi sukacita kepada sanak saudara yang jauh.

Mengirim kartu ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri biasanya bertuliskan kata-kata mutiara yang akan ditempel pada hadiah buah tangan. Namun, bagi sebagian orang, merangkai kata-kata mutiara ternyata merupakan perkara yang tidak mudah. Namun, anda tidak perlu khawatir berikut ini adalah kumpulan ucapan Lebaran dan ucapan selamat hari raya Idul Fitri yang akan menyentuh hati.

1. Takbir, tahmid, tahlil telah berkumandang. Memecah keheningan malam. Mengantar rasa syukur kepada-Nya. Esok pagi menyambut hari yang fitri. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.
    
2. Dalam kerendahan hati, ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta, ada kekayaan jiwa. Hidup ini terasa indah jika ada maaf. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.
    
3. Aku tidak memintamu untuk menjadi awan, karena aku takut kamu akan mendung. Aku juga tidak memintamu untuk menjadi bunga, karena aku takut kamu akan layu. Aku hanya memintamu untuk memaafkanku setulus hati. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin.
    
4. Bila kata merangkai dusta, bila langkah membekas lara, bila hati penuh prasangka, dan bila ada langkah yang menoreh luka, mohon bukakan pintu maaf. Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin.
    
5. Meski wajah tak mampu berjumpa, tangan tak bisa saling menjabat, semoga coretan tulisan ini mampu menjadi jembatan di hari penuh kemenangan ini. Minal aidin wal faidzin.
    
6. Taqabbalallahu Minna wa Minkum. Taqabbal yaa Karim. Selamat Idul Fitri 1442 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
    
7. Aku tak pulang, bukan berarti tak sayang. Selamat Lebaran, meskipun kita harus berjauhan.
    
8. Kadang Kala cinta, bisa membuat orang berubah total, kadang juga cintamembuat orang jadi sakit hati.Sering terucap kata kata manis, tidak jarang berujung pedih. Setiap awal pasti ada akhir bukan berarti semua sudah berakhir. Semua kata ku ucapkan maaf. Selamat Hari Raya.
    
9. Tidak ada kata seindah kata maaf, tidak ada perbuatan seindah memaafkan. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.

Itulah kumpulan ucapan Lebaran 2021 yang menyentuh hati untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri.

Selain ucapan Lebaran, ada beragam gaya ungkapan selamat Hari Raya Idulfitri yang biasanya diucapankan. Satu di antaranya yang populer ialah menggunakan pantun.

Dengan memakai pantun, ucapan selamat Hari Raya Idulfitri yang kamu ungkapkan akan berbeda dan pastinya jadi lebih berkesan. Pantun ucapan selamat Hari Raya Idulfitri ini bisa disampaikan secara langsung, melalui pesan singkat atau media sosial lainnya.

Bagi kamu yang ingin memberikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri menggunakan pantun yang keren dan kekinian, ada banyak referensi.

Berikut ini kumpulan pantun ucapan selamat Hari Raya Idulfitri yang bisa dibagikan di media sosial, seperti dilansir dari laman Pelajarindo, Rabu (5/5/2021).

1. Ibu Ani menuai padi
Padi letakkan di atas meja
Selamat Hari Raya Idulfitri
Semoga Allah memberkahi kita.

2. Ke sekolah naik sepeda
Sampai sekolah sepeda dikunci
Selamat datang hari yang mulia
Selamat Hari Raya Idulfitri.

3. Jalan-jalan ke ibu kota
Singgahlah sejenak di Kota Tua
Selamat hari Lebaran untuk semua
Di manapun kini kalian berada.

4. Kayu besar dahannya bercabang
Tempat bergelantungan para kera
Selamat hari kemenangan
Untuk semua anggota keluarga.

5. Sarapan pagi dengan roti
Sebelum berangkat pergi bekerja
Selamat Hari Raya Idulfitri
Buat orang tua dan saudara.

6. Ikatlah kayu dari rotan
Untuk membuat sebuah kursi
Kami sekeluarga mengucapkan
Selamat Hari Raya Idulfitri.

7. Di halaman ada pohon jambu
Di taman depan ada melati
Selamat Lebaran buat kamu
Orang yang selalu di dalam hati.

8. Bapak beternak biri-biri
Lepas kandang ketika pagi
Untuk kamu yang aku cintai
Selamat Hari Raya Idulfitri.

9. Di kolam air banyak ikan
Hasil tangkapan dari kali
Kami sekeluarga mengucapkan
Selamat Hari Raya Idulfitri.

10. Sifat jelek jangan ditiru
Sifat buruk segera tinggalkan
Cantiknya kamu berbaju biru
Kuucapkan selamat lebaran

11. Buah pisang tidak akan jadi sapi
Meskipun mereka sepakat dia sapi
Selamat Hari Raya Idulfitri
Segala kesalahanku mohon dieliminasi

12. Sains membawa kemajuan materi
Agama membawa pencerahan hati
Selamat Hari Raya Idulfitri
Mohon maaf bila pernah menyakiti

13. Selamanya api adalah api
Selamanya salah adalah salah
Selamat Hari Raya Idulfitri
Mohon maaf atas segala salah

14. Si Haikal pasang tenda
Di dalamnya ada bekal ikan teri
Kalau maaf-maafan jangan ditunda
Maafin dan selamat Idulfitri ya.

15. Si Milea suka sama Dilan
Tidak terasa sebentar lagi lebaran
Semoga dosa kita diampuni Tuhan
Selamat hari Lebaran.

16. Burung nuri burung dara
Terbang tinggi di atas awan
Selamat Idulfitri wahai saudara
Semoga iman dapat kita tingkatkan

17. Pagi-pagi ketemu cowok tampan
Punya cewek yang cantik-cantik
Selamat hari Lebaran
Mari saling bermaafan untuk kehidupan yang lebih baik.

18. Burung cendrawasih terbang ke awan
Hinggap sebentar di pohon kelapa
Maaf dan kasih kami sampaikan
Selamat bahagia di hari raya

19. Pergi mudik membawa ratusan peti
Dengan perahu menyusuri jauh menahan rindu
Selamat Idulfitri sahabat sejati
Rindu ku memeluk erat tubuh hangatmu

20. Pergi berburu ke hutan rimba
Bertemu rusa belang kaki
Bersihkan hati dan jiwa
Di hari Fitri yang suci ini.

21. Awan mendung di hari senja
Warnanya putih ketika kerah
Allah persembahan untuk kita
Hari Fitri yang sangat indah.

22. Tertiup angin lilinpun padam
Hidupkan lagi dengan korek api
Hari berkumpulnya umat Islam
Itulah hari Idulfitri.

23. Sore hari berolahraga
Agar kesehatan selalu terjaga
Lebaran tiba hati gembira
Semoga senantiasa dalam lindungan-Nya.

24. Ayam terbang di atap rumah
Tempat tidurnya di malam hari
Semoga kita diberi hidayah
Di Hari Raya Idulfitri ini.

25. Anak cantik anak rusa
Bermain asyik di hutan rimba
Sebulan penuh kita berpuasa
Akhirnya Idulfitri telah tiba.

26. Burung merak indah warnanya
Sangat indah melihatnya
Selamat Idulfitri tiba
Semoga kita semua masuk surga.

27. Jika jemari tak sempat berjabat
Jika ada kata menusuk hati
Semoga pintu maaf masih terbuka
Selamat menyambut Hari Raya Idulfitri

28. Ada kalimat yang tak perlu disampaikan
Ada juga perasaan yang tidak butuh diungkapkan
Tapi orang sepertimu tak akan pernah terlupakan
Selamat Idulfitri, selamat Lebaran!

29. Sains membawa kemajuan materi
Agama membawa pencerahan hati
Selamat Hari Raya Idulfitri
Mohon maaf bila pernah menyakiti

30. Ada putri makan kentang
Kentangnya dimakan bersama ikan
Hari yang Fitri sudah datang
Segala salah mohon dimaafkan

31. Pergi sembayang dipagi hari
Berangkatnya bareng sama mba Titin
Selamat Hari Raya Idulfitri
Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Batin

 

Tips Membuat Rumah Menjadi Nyaman dan Tenteram

12:35:00 pm Add Comment


Semua muslim dan muslimah mempunyai tujuan hidup dan cita-cita yang bermacam-macam dalam urusan dunia. Dan dalam urusan rumah tangga semua hampir sama ingin membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah.


Sebagai mana Allah Ta'ala telah menyatakan dalam firmanNya:


وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 

🍃 "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". 🍃


📚[Ar Ruum:21].


🏡 Rumah menjadi surga jika ada ketenangan kasih sayang dan terjalin kecintaan.


📌 Juga menurut ulama 3 hal ini merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda keberuntungannya di dunia dan di akhirat.


👤 Seorang hamba sama sekali tidak pernah bisa terlepas dari 3 hal tersebut:


👉  1. Syukur ketika mendapatkan nikmat.

👉  2. Sabar ketika mendapat cobaan.

👉  3. Bertaubat ketika melakukan kesalahan.


🏡 Ciri-ciri lain rumah sebagai surga adalah :


👉  1.Kian timbulnya kasih sayang.

👉  2.Isi rumah saling faham satu dengan yang lainnya.

👉  3.Suka untuk untuk tinggal di rumah.

👉  4.Adanya komunikasi yang sehat.

👉  5.Waktu-waktu kebersamaan terjaga, seperti sarapan, makan malam dll.


🏡 Adapun rumah yang tidak lagi menjadi surga bahkan ke arah neraka perpecahan:


📌 1.Tidak Lagi Berpasangan. 

Apabila waktu untuk bersama sudah jarang atau bahkan tidak ada, secara tak langsung pasangan suami istri sudah mulai berpisah dalam pernikahan.


📌 2. Salah Satu Menolak Untuk Mencoba.

Ada masalah dalam rumah tangga memang hal biasan, akan tetapi kalau sangat sering dan tidak ada penyelesaiannya, tanda tanda kehancuran.


📌 3. Kelangkaan Rasa Menghargai Antar Pasangan


📌 4. Tidak lagi menjadi team yang kompak, yang bisa kerjasama.


📌 5. Sudah tidak ada komunikasi satu dengan lainnya, suami dan istri atau anak-anak yang kian menjauh.


📌 6. Tidak Lagi Ada Kesinambungan Antara Keinginan Dan Kebutuhan 

Saling memenuhi kebutuhan bisa menjaga keutuhan rumah tangga.


🏡 RUMAH SURGA DAN NERAKA ✨🔥


🍂 Beruntunglah mereka yang meraih surga di dunia.


🍂 Dalam bentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah.

Membina mahligai kehidupan walau hanya sementara.


🏡 Rumah yang didalammnya ayat-ayat Allah dibaca.


🏡 Rumah yang didalamnya ayat kauniyah, kelahiran kasih sayang percintaan dan kematian serta kesedihan yang sewajarnya.


♨ Sengsaralah dan meranalah


✔ Siapa saja yang menjadikan rumahnya adalah nerakanya.


✔ Tidak ada lagi ketenangan, kasih sayang apalagi kecintaan.

Karena setiap penghuninya datang membawa kayu api.

🔥 Api cemburu.....

🔥 Api ketidak jujuran....

🔥 Api kebohongan......

🔥 Api kepura-puraan......

🔥 Api kemarahan....

🔥 Api pengkhianatan....

🔥 Api ktidak adilan....

🔥 Api kedzoliman.....

🔥 Api perselingkuhan....

🔥 Api kecurangan......

🔥 Api sandiwara....

🔥 Api entah apalagi

Sehingga semua penghuni terasa terpanggang di dalamnya.


Si bapak yang tak lagi berwibawa, si ibu yang kian goyah dan gundah gulana, tinggallah buah hati yang rapuh dan bingung tak terarah....kemana hendak melangkah...

faliyyadza biilahi.

Allahua'lam

~~~~~~~~

✍🏼 Ustadz Abu Aminah Abdurrahman


═════════ ❁✿❁ ═════════


Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ. 💐


•┈┈•••○○❁🌿🌸🌿❁○○•••┈┈•

Rangkuman Materi Perbandingan Sistem Komunikasi

Rangkuman Materi Perbandingan Sistem Komunikasi

7:18:00 am Add Comment

1: Sistem Komunikasi

Pada sistem komunikasi, tema utama yang mendapat perhatian adalah isu-isu komunikasi nonmedia ataupun yang bermedia dalam struktur komunikasi masyarakat. Sistem komunikasi nonmedia menjelaskan mengenai bagaimana struktur nonmedia dalam masyarakat yang menjadi saluran-saluran komunikasi. Misalnya, dalam proses input pada sistem politik, media sosial apa saja yang digunakan dalam masyarakat. Kegiatan-kegiatan sosial semacam arisan ataupun kesenian-kesenian rakyat bisa menjadi contoh saluran komunikasi nonmedia yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.

Pada sistem komunikasi bermedia, diskusi terarah pada sistem media pers cetak dan media penyiaran yang dikembangkan dalam masyarakat. Sistem media biasanya meliputi harapan dan idealisme yang tumbuh di masyarakat tentang pemfungsian pers di satu sisi dan tujuan-tujuan masyarakat yang bisa dioptimalkan melalui optimalisasi media.

Sistem komunikasi media dalam hal ini pers bisa dibedakan karakteristiknya dari satu negara ke negara lainnya. McQuail, mengklasifikasikannya berdasar pada ragam tingkatan dari otonomi media di antaranya, fungsi kolaboratif, fungsi surveillance, fungsi fasilitator, dan fungsi kritis/dialektik. Sistem komunikasi khususnya yang terkait dengan pers, dibedakan oleh Siebert, Peterson, dan Schramm dalam 4 model, yaitu pers otoritarian, pers libertarian, pers tanggung jawab sosial, dan pers Soviet komunis. Kategorisasi ini sangat kental diwarnai oleh pengaruh sistem politik yang berlaku di masing-masing negara. Implikasinya adalah sistem komunikasi yang dikembangkan akan berbeda-beda.

Terkait dengan sistem penyiaran, Donald R.Brown menggunakan 5 elemen dasar yang dinilainya akan memengaruhi sistem komunikasi yaitu faktor geografi, demografi/linguistik, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam konteks yang sama terkait dengan sistem penyiaran, penulis lainnya Tomas Coppens, Leen d’Haenens, dan Frieda Saey lebih menekankan bahwa sistem penyiaran lebih dipengaruhi oleh keputusan-keputusan yang bersifat politis dan ketentuan-ketentuan formal lainnya.


2: Sistem Komunikasi dipandang dari Pendekatan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia

Pendekatan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia memandang sistem komunikasi sebagai elemen penting dalam merealisasikan tujuan-tujuan sistem yang sudah ditentukan. Media menjadi aktor penting yang menjalankan fungsi input dan menyerap seluruh kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, struktur komunikasi diharapkan juga dapat mensosialisasikan berbagai output yang biasanya berupa kebijakan yang berlaku untuk seluruh masyarakat. Dalam perspektif HAM yang menjadi elemen penting dalam sistem politik demokrasi, struktur komunikasi baik bermedia ataupun nonmedia akan dilihat kontribusinya terhadap penegakan nilai hak asasi manusia. Dalam konteks ini, akan dibicarakan mengenai bagaimana akses bagi para pelaku media dalam mencari berita bagi kepentingan masyarakat, sekaligus sejauh mana masyarakat mendapatkan hak-haknya secara optimal dalam masyarakat demokrasi.

Pendekatan demokrasi dan HAM sangat kental membahas mengenai bagaimana nilai-nilai demokrasi dan penegakan HAM memengaruhi sistem komunikasi yang dikembangkan. Dalam hal ini, serangkaian prakondisi dan faktor-faktor penentu bagi sebuah media yang demokratis dan mendukung penegakan HAM menjadi kajian inti.
Sistem komunikasi yang dilihat dari pendekatan demokrasi dicirikan oleh sifat sistem komunikasi yang menjunjung karakter konstitusional yaitu bahwa dalam negara demokratis segala aturan main dirumuskan dalam aturan-aturan konstitusi sehingga segala sesuatu mendapatkan jaminan kepastian hukum, partisipatoris, yaitu bahwa seluruh elemen masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif dalam keputusan-keputusan penting dalam masyarakat. Ketiga sifat rational choice yaitu bahwa pengambilan keputusan oleh masyarakat haruslah didasarkan pada pilihan-pilihan yang bersifat rasional.
Terdapat lima fungsi dasar yang diidealkan, yaitu pertama, media harus menginformasikan pada warganya mengenai apa yang terjadi di sekitar lingkungannya (Fungsi ini disebutkan sebagai fungsi media “surveillance” dan “monitoring”). Kedua, media harus mendidik dalam arti memberikan pemaknaan yang signifikan terhadap fakta tertentu. Ketiga, media harus menyediakan sebuah arena bagi wacana politik, memfasilitasi format “opini publik” dan melayani proses umpan balik bagi masyarakat. Peran keempat, memberikan ruang publisitas pada institusi pemerintahan ataupun institusi politik. Kelima, media dalam masyarakat demokratis menjalankan fungsi “advocacy” atau pembelaan terhadap fungsi politik tertentu.
Dalam pendekatan hak-hak asasi manusia sistem komunikasi dikembangkan sedemikian rupa sehingga berbagai pandangan politik baik yang berkeinginan untuk melenyapkan demokrasi ataupun yang menyuburkan nilai demokrasi tumbuh seiring dalam masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat. Sistem media dikembangkan dalam konteks peran bahwa media tidak suci dan para penulis tidak secara otomatis mempunyai etika yang lebih tinggi dari politikus. Pemberitaan yang objektif serta komentar yang kritis merupakan sumbangan wartawan yang terbesar pada pengembangan hak-hak asasi manusia. Wartawan diharapkan berperan seprofesional mungkin sehingga kebebasan pers dapat dimaknai sedemikian rupa.


3: Hubungan Antara Sistem Komunikasi dengan Sistem Sosial dan Sistem Politik

Sistem komunikasi sangat erat berelasi dengan sistem sosialnya, sekaligus dengan sistem politiknya sehingga melahirkan kajian sistem komunikasi sosial dan sistem komunikasi politik.

Sistem komunikasi sosial berperan penting dalam menjamin terintegrasinya masyarakat dalam pencapaian tujuan bersama. Sistem sosial yang sehat terjadi apabila sistem komunikasi mampu menghubungkan antara fungsi-fungsi subsistem dalam masyarakat, di antaranya relasi antara sistem politik, sistem ekonomi, dan sistem budaya. Itulah sebabnya maka sistem komunikasi sering disebut sebagai bloodlife yang menjamin berjalannya sistem sosial.

Konsep penting terkait dengan komunikasi sosial adalah identitas dan representasi. Identitas bermakna “kesatuan” atau “kesamaan”. Kita membentuk opini berdasarkan persamaan dan perbedaan antara diri kita dan yang lain. Sistem komunikasi baik melalui media maupun nonmedia sangat berperan penting dalam pembentukan identitas. Representasi sosial terkait dengan fenomena bahwa Media massa berperan penting dalam memberikan ruang untuk merepresentasikan komunitas-komunitas sosial yang ada dalam masyarakat dengan tujuan untuk merefleksikan dan memelihara keberlangsungan identitas dan format kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat, media menjadi arena persaingan antar kelompok untuk dapat dihadirkan dan direpresentasikan di dalam media tersebut.

Hubungan antara sistem komunikasi dan sistem politik terkait dengan Komunikasi politik yang berhubungan dengan bagaimana sistem komunikasi dibangun mulai dari bagaimana masyarakat menyampaikan pendapatnya yang berupa tuntutan (demand) dan dukungan (support) kepada infrastruktur politik. Di dalamnya terdapat elemen-elemen partai politik, media, kelompok kepentingan dan kelompok penekan, hingga masuk pada elemen suprastruktur politik (kelompok legislatif, eksekutif, dan yudikatif) yang mengolahnya menjadi output yang berupa kebijakan ataupun kebijaksanaan tertentu.

Dalam masyarakat demokratis, sistem komunikasi politik bersifat horizontal di mana kelompok-kelompok infrastruktur politik dan suprastruktur politik memiliki posisi yang seimbang sehingga komunikasi bersifat setara. Hal ini sangat berbeda dengan sistem komunikasi yang berlangsung dalam masyarakat otoritarian di mana komunikasi bersifat vertikal dari atas ke bawah dengan peran pemerintah yang sangat dominan. Masyarakat dianggap audience pasif yang menjadi objek proses komunikasi. Masyarakat hanya menerima instruksi dan doktrin dari pemerintah dan tidak memiliki hak untuk memengaruhi hasil kebijakan yang akan diambil. Dalam kerangka pemahaman yang semacam ini isu yang didiskusikan dalam konteks komunikasi politik banyak terkait dengan media dan demokratisasi, teori agenda setting hingga teori framing.


4: Sistem Komunikasi Autoritarian

Teori autoritarian dapat dijelaskan melalui beberapa asumsi yang meliputi (1) hakikat tentang manusia, (2) hakikat masyarakat dan negara,(3) hubungan manusia dengan negara, serta (4) hakikat pengetahuan dan kebenaran. Intinya teori autoritarian meyakini bahwa manusia hanya akan mencapai potensi terbaik dirinya dengan menjadi bagian dari sebuah masyarakat. Negara merupakan organisasi tertinggi dan mengungguli individu ataupun kelompok. Negara sebagai bentuk kolektivitas tertinggi dari masyarakat menempati hierarki tertinggi di atas semua manusia. Manusia dalam negara autoritarian dipercaya memiliki perbedaan tingkat kemampuan mental dan intelektual. Adanya perbedaan ini perlu diwujudkan dalam suatu struktur sosial yang menempatkan orang-orang “bijak” lebih tinggi posisinya dari orang awam. Orang-orang bijak tersebut berhak menentukan apa itu pengetahuan dan kebenaran, yang kemudian dijadikan patokan kebenaran untuk manusia lainnya.

Pemikiran autoritarian banyak didukung dan dibenarkan oleh para filsuf dan pemikir besar di zamannya. Tokoh-tokoh seperti halnya Plato, Machiavelli, Thomas Hobbes, dan Hegel, memiliki titik-titik pertemuan yang memberikan dukungan pada pemikiran autoritarian. Pemonopolian penafsiran biasanya dipakai penguasa untuk memperkuat kekuasaannya karena hak monopoli atas ideologi memungkinkannya mempergunakan ideologi tersebut sebagai senjata ampuh untuk melumpuhkan atau menghancurkan siapa saja yang mengkritik apalagi menentang kekuasaannya.

Sepanjang abad keenam belas hingga kedelapan belas, ada setidaknya empat bentuk piranti sistem komunikasi autoritarian yang dijalankan sejumlah kerajaan atau negara monarki untuk mengontrol media massa. Pertama, bentuk-bentuk pengendalian yang diterapkan adalah lisensi atau apa yang disebut di Inggris pada Abad XV hingga XVII sebagai “patent”, yakni izin khusus untuk mencetak dan menerbitkan selebaran ataupun buku. Bentuk kedua adalah monopoli, yakni bila kepemilikan media dalam sebuah kerajaan atau pemerintahan dibatasi hanya berada dalam tangan satu perusahaan atau pemilik. Bentuk kontrol yang ketiga adalah sensor, di mana setiap bahan-bahan yang akan dicetak atau dipublikasikan terlebih dahulu harus dilaporkan kepada pihak pemerintah. Bentuk pengendalian media yang keempat adalah melalui tuntutan hukum, yakni dengan menjadikan penulis atau pemilik percetakan berada di bawah regulasi yang membatasi ruang gerak mereka.

Contoh sistem komunikasi otoriter adalah apa yang dikembangkan oleh pemerintahan nasionalis sosialis Jerman yang memerintah Jerman tahun 1933 hingga 1945 yang merupakan contoh klasik pemerintahan otoriter yang cenderung bersifat fascis. Stasiun penyiaran diharapkan untuk bertanggung jawab sosial terhadap masyarakatnya. Pada titik tertentu pemerintah autoritarian melakukan bredel dan menutup stasiun penyiaran jika isi programnya dianggap tidak sesuai dan mengganggu misi pemerintah. Contoh lain adalah sistem komunikasi pada sistem politik komunis. Dalam sistem media komunis perilaku yang didorong untuk direalisasikan adalah bekerja untuk kepentingan bersama, siap untuk membela dan mengabdi pada negara, serta memperluas pencapaian-pencapaian prestasi di bawah komunisme.

Saat ini semakin sedikit negara yang sepenuhnya menganut sistem autoritarian, termasuk dalam mengontrol media massa dalam negara mereka. Namun, data menunjukkan bahwa walaupun secara filosofis tidak ada lagi negara yang mengatakan dirinya menjalankan sistem autoritarian, tetapi dalam praktiknya cara-cara yang pada prinsipnya bersifat autoritarian tetap dijalankan dengan masing-masing pilihan kebijakan dan derajat kekuatan. Salah satu cara yang masih terus bertahan untuk “mengendalikan” media massa adalah melalui tuntutan hukum.


5: Sistem Komunikasi Libertarian

Libertarian adalah suatu filsafat politik yang mengagungkan kebebasan, mengutamakan hak-hak individu, serta mengarah ke pembentukan kerja sama. Asumsi dasar dari paham libertarian adalah pengakuan pada hak-hak mendasar manusia serta tanggung jawabnya.Paham ini memandang bila pemerintah terlalu mengontrol kehidupan warganya maka masyarakat akan kehilangan harkat martabatnya. Artinya, apabila pemerintah terlalu banyak campur tangan, masyarakat akan dijauhkan dari kebebasannya untuk hidup sesuai dengan hak dasar individu dan dijauhkan pula dari usahanya untuk hidup sesuai dengan kemampuannya sehingga masyarakat akan hilang martabat kemanusiaannya dan hilang pula kebebasannya.

Berbeda dengan sistem komunikasi autoritarian dimana aktivitas komunikasi dan transaksi informasi ditetapkan, dijalankan, dan dikendalikan oleh pemerintah maka dalam sistem komunikasi libertarian rakyat memiliki kebebasan untuk ikut menentukan, menjalankan, dan mengendalikan aktivitas komunikasi yang terjadi. Kebebasan ini dimulai dengan membolehkan mereka untuk menetapkan bentuk dan cara berkomunikasi, menjalankan rencana aktivitas komunikasi, dan pengendalian secara berimbang antara rakyat dan pemerintah dalam komunikasi atau sedapat mungkin dalam bentuk peniadaan pengendalian komunikasi oleh pemerintah. Kebebasan berkomunikasi dalam sistem komunikasi libertarian menyangkut empat hal  yaitu ;
1) tidak satu orang/kelompok pun yang dapat membungkam pendapat orang lain dan mengatasnamakan kebenaran itu menjadi kebenaran miliknya,
2) apabila banyak orang memiliki pendapat yang sama dan lebih sedikit orang memiliki pendapat yang berbeda maka pendapat orang banyak ( mayoritas ) itu tidak boleh sama sekali meniadakan pendapat orang-orang yang lebih sedikit jumlahnya (minoritas),
3) apabila sejumlah orang memiliki pendapat yang sama dan hanya satu orang berpendapat berbeda maka yang satu orang ini sama sekali tidak boleh dibungkam dan
4) jika pun satu orang yang berbeda pendapat ternyata pendapatnya salah maka tidak berarti bahwa orang itu kemudian harus kehilangan haknya untuk bersuara kembali.

Format komunikasi dalam sistem komunikasi libertarian dicirikan oleh:
1. Seimbangnya kekuatan antarsumber informasi dalam menerapkan kebebasan untuk  mengarah pada suatu kebenaran
2. Keseimbangan kekuatan untuk memaknai kebebasan antara komunikator dan komunikan, pluralitas isi pesan yang mengalir baik dari komunikator ke komunikan ataupun dari komunikan ke komunikator, penggunaan media atau saluran komunikasi secara bebas, kecenderungan memberi kebebasan dalam pemaknaan terhadap pesan yang dikonsumsi , umpan balik yang bersifat kritis dan tidak sekadar melihat persoalan dari satu sisi belaka, dan efek komunikasi yang muncul akan disikapi secara dewasa dan sama bebasnya dengan saat proses komunikasi itu terjadi.

Apabila sistem komunikasi lainnya terpusat pada kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa (dalam arti luas) maka sistem komunikasi libertarian dapat dikatakan mengabdi pada kepercayaan bahwa kebebasan individu akan membawa pada kesejahteraan karena berangkat dari kekuatan individu itu sendiri. Ini hanya bisa diperoleh jika masing-masing unsur yang sepakat menjalankan peran dan posisinya secara proporsional. Mandat sebagai batas keproporsionalan ini perlu dijaga dan saling dihormati sehingga intervensi mandat tidak dilakukan oleh satu unsur terhadap unsur lainnya. Apabila batas proporsi ini tidak dihormati maka yang akan terjadi adalah kesewenang-wenangan unsur tertentu, yang sama artinya dengan masuk pada perangkap autoritarian dalam bentuk yang lain.


Rangkuman Materi Komunikasi Organisasi

Rangkuman Materi Komunikasi Organisasi

7:08:00 am Add Comment

Dasar-dasar  Komunikasi Organisasional : Pengertian, Ruang Lingkup, dan Peranan Komunikasi

Pengertian Komunikasi Organisasional

Secara sederhana, komunikasi organisasi didefinisikan sebagai komunikasi yang terjadi di dalam organisasi. Komunikasi dalam organisasi ini mencakup semua proses verbal dan nonverbal, baik secara linier maupun transaksional. Dari definisi mengenai komunikasi organisasional, terdapat dua konsep utama yang perlu dipahami, yaitu konsep komunikasi dan konsep organisasi.

Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communicatio. Kata asli dari communicatio adalah communis yang memiliki arti sama (seperti halnya dalam bahasa inggris common). “sama’ di sini maksudnya sama makna dan sama arti. Komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan komunikator dan diterima komunikan. Dengan demikian komunikasi dapat diartikan sebagai proses penyampaian ide dari sumber kepada penerima dengan tujuan tercapainya tujuan bersama.

Sementara itu organisasi adalah kelompok manusia yang secara sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan bersama tertentu. Dari definisi organisasi ini dapat dilihat beberapa hakikat organisasi, yaitu : pertama, yaitu bahwa organisasi merupakan sebuah sistem yang stabil dan mapan, baik dari segi hukum maupun sosial. Kedua, organisasi merupakan sekumpulan orang yang melakukan kerja sama. Ketiga, dalam suatu organisasi terdapat jenjang atau hierarki kepangkatan atau tungkatan karir. Setiap orang mempunyai tugas dan kewajiban sesuai dengan tingkat kepangkatannya, ada pimpinan dan ada bawahan. Dan keempat, dalam organisasi harus ada tujuan yang hendak dicapai.

Selanjutnya. Sebagai sebuah bidang terapan maka komunikasi organisasi dibangun oleh berbagai disiplin ilmu. Disiplin ilmu yang menonjol sumbangannya bagi komunikasi organisasi adalah psikologi, sosiologi, psikologi sosial, antropologi dan ilmu politik.

 

Perspektif dan Teori-teori Komunikasi Organisasional

Tiga perspektif dalam komunikasi organisasional adalah :

1.       The scientific management school, pandangan mekanistik tentang perilaku manusia dimotivasi secara ekonomi, dan akan merespon maksimum bila penghargaan materi diberikan sesuai dengan prestasi kerjanya.

2.       Human relation school, pendekatan ini berkembang sebagai reaksi terhadap perhatian yang dinilai terlalu berlebihan terhadap faktor-faktor fisik dalam mengukur keberhasilan organisasi. Salah satu asumsi yang sangat prinsipil dari pendekatan ini adalah kenaikan kepuasan kerja akan berakibat lanjut pada kenaikan produktivitas.

3.       System school, perpektif ini menekankan pada fungsi integrasi dan koordinasi pada proses, baik di dalam maupun di antara organisasi. Pendekatan ini dilakukan dengan mengombinasikan unsur-unsur yang baik dari dua pendekatan sebelumnya.

Teori-teori komunikasi organisasi

1.       Weick Theory of organizing, teori menggambarkan bagaimana sebuah benda (noun) “organisasi” dijadikan kata kerja (verb) “Pengorganisasian”. Perhatian teori ini adalah pada interaksi dan simbolisme dalam proses pengorganisasian. Tiga aspek yang menjadi perhatian weick dalam konsep proses pengorganisasian yaitu pemeranan (menghimpun lanjut), seleksi (memasukan seperangkat penafsiran ke dalam bagian yang dihimpun), dan retensi (penyimpanan segmen-segmen yang sudah diinterpretasikan untuk pemakaian pada masa mendatang).

2.       Structuration Theory, teori ini dikemukakan oleh Anthony Giddens, seorang sosiolog dari Inggris. Fokus utama structuration theory adalah bahwa hubungan antara structure dan agency harus didefinisikan dalam term dualitas struktur. Konsep ini mengemukakan bahwa struktur dihasilkan oleh agen manusia tapi pada waktu yang sama menjadi media di mana agency beroperasi.

3.       The theory of independent mindedness, teori ini menguji keefektifan komunikasi organisasi dengan melihat dua perspektif, yaitu :

  1. Ia memprediksi bahwa tenaga kerja lebih senang kepada supervisor yang memberikan bawahannya kebebasan untuk berekspresi dan menerima konsep diri bawahanya.
  2. Ia memprediksi bahwa tenaga kerja yang mendapat perlakuan seperti ini dari supervisornya akan memberikan keuntungan bagi organisasi karena mereka akan menjadi lebih produktif, lebih nyaman dengan pekerjaannya, dan lebih memiliki komitmen terhadap organisasi.

Teori ini mengasumsikan bahwa nilai yang dianut oleh masyarakat umum seharusnya diterima dan diterapkan dalam lingkungan kerja.

4.       Uncertainty reduction theory, dikemukanan oleh Berger dan Calabrase pada tahun 1975, dan dilanjutkan oleh Lester pada tahun 1987. Teori ini memusatkan perhatiannya pada proses sosialisasi anggota baru organisasi.

5.       A Theory of organizational Assimilation, Jablin – pakar teori ini – dan rekannya, Miller, mempresentasikan model empat tahap yang lebih memfokuskan perhatiannya pada cara tenaga kerja mempengaruhi organisasi mereka, sebagaimana mereka dipengaruhi oleh organisasi. Empat tahap tersebut adalah :

  1. Vocational socialization
  2. Anticipatory socialization
  3. Encounter
  4. Metamorphosis

 

Peranan Komunikasi dan Arus Informasi di dalam Komunikasi Organisasional

Peranan Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi ibarat oksigen bagi kehidupan manusia di dalam sebuah organisasi. Melalui komunikasi akan timbul partipasi individu anggota-anggota organisasi yang pada gilirannya partisipasi individu ini akan melahirkan kerja sama, dan ini merupakan hal yang sangat menunjang dalam mewujudkan tujuan organisasi.

Beberapa tujua komunikasi organisasi di antaranya adalah : memberikan informasi, sebagai umpan balik, pengendalian, menciptakan pengaruh, membantu pemecahan masalah, membantu pengambilan keputusan, mempermudah perubahan, pembentukan kelompok, dan penjaga pintu atau penyaring informasi.

Secara garis besar, kegiatan komunikasi melibatkan empat fungsi, yaitu : fungsi informatif, regulatif, persuasif dan integratif. Selain itu ada pendapat lain yang menyampaikan tiga fungsi komunikasi dalam organisasi formal yaitu fungsi perintah, fungsi relasional, dan fungsi manajemen ambigu.

 

Arus Informasi dalam Organisasi

Arah arus informasi dalam komunikasi organisasional mencakup dua bagian besar, yaitu : komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Komunikasi internal adalah komunikasi yang berlangsung di antara orang-orang yang berada di dalam suatu organisasi. Komunikasi ini mencakup komunikasi vertikal (downward dan upward communication), horizontal, dan diagonal atau cross-channel communication. Sedangkan komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjadi antara suatu organisasi dan publik atau khalayak luar. Selain itu, dalam arus informasi dikenal pula istilah grapevine yang memiliki pengertian metode penyampaian pesan rahasia dari individu yang bukan dari saluran resmi.

Sementara itu, sifat aliran informasi dalam suatu organisasi ada tiga, yaitu serantak, berurutan, atau kombinasi dari keduannya. Dan dalam komunikasi organisasi terdapat pola-pola aliran informasi, yaitu pola roda dan pola lingkaran.

 

Budaya Organisasi : Suatu Konsep Menuju Efektivitas Organisasi

Pengertian Budaya Organisasi

Banyak definisi yang dikemukakan, baik oleh para ahli maupun praktisi mengenai budaya organisasi, satu di antaranya yang sangat operasional adalah : suatu nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam organisasi, sehingga masing-masing anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan bagaimana mereka harus bertindak atau berperilaku. Budaya organisasi dapat bersumber dan dipertahankan melalui pendiri, seleksi, manajemen puncak dan sosialisasi. Budaya organisasi yang di dalamnya terdiri dari dua lapisan, yaitu : visible artifacts dan budaya itu sendiri perlu disosialisasikan kepada seluruh anggota dan dapat dipelajari dengan cara sederhana dan mudah, seperti melalui : cerita, acara-acara ritual, material, dan bahasa.

 

Budaya Organisasi Menuju Keberhasilan Organisasi

Robbins mengatakan bahwa ada empat variabel yang membuat efektivitas organisasi, yaitu organization’s culture, strategy, environment, dan technology. Budaya organisasi yang dapat menunjang keberhasilan organisasi adalah budaya yang kuat. Suatu budaya akan menjadi kuat apabila ditunjang oleh: 1) penyebaran nilai-nilai budaya, dan 2) tingkat komitmen anggota organisasi terhadap inti dari nilai-nilai yang ada.

Ada tujuh langkah untuk menentukan budaya organisasi yaitu : 1) mencari persepsi-persepsi yang ada dalam organisasi; 2) mencari persepsi mayoritas; 3) membuat key-words;  4) menentukan strategi sosialisasi; 5) pengaruh perencanaan strategi organisasi terhadap strategi implementasi budaya organisasi; 6) hasil key-words dituangkan ke dalam  bentuk slogan; 7) proses sosialisasi budaya organisasi.

Budaya organisasi selain memberikan manfaat bagi individu di dalamnya juga memberikan manfaat bagi organisasinya itu sendiri. Ada empat budaya yang dapat dikembangkan pada sebuah organisasi, yakni; 1) budaya adaptasi; 2) budaya partisipatif; 3) budaya misi; dan 4) budaya konsisten. Budaya organisasi bisa saja berubah bila terjadi sesuatu yang memungkinkan hal tersebut. Namun demikian, memelihara budaya organisasi tetap perlu dilakukan melalui 5 langkah, yaitu: 1) motivasi dari pimpinan; 2) keteladanan dari pimpinan; 3) organisasi harus adaptif terhadap subbudaya dan memperkayanya; 4) bimbingan dari pimpinan; dan 5) penjelasan dari pimpinan untuk saling bekerja sama di antara subbudaya yang ada.

 

Budaya Kerja Unggul sebagai Upaya Efektivitas Organisasi

Teori organisasi membahas persoalan apa yang membuat sebuah organisasi efektif, yaitu struktur organisasi yang tepat sehingga memiliki budaya kerja yang unggul. Budaya kerja yang unggul harus diaplikasikan dalam sebuah organisasi untuk mencapai keberhasilan atau efektivitas.

Budaya kerja pada sebuah organisasi biasanya dikaitkan dengan sistem nilai, norma, sikap, dan etika kerja yang dipegang oleh setiap karyawan. Empat elemen ini menjadi asas untuk mengawal setiap perilaku karyawan, cara mereka berpikir, berhubungan antara satu sama lain dan berinteraksi dengan lingkungannya. Nilai berperan sebagai alat ukur atau penentu dalam membuat suatu tindakan. Adapun norma merupakan peraturan-peraturan dan perilaku yang diterima dalam masyarakat. Sikap adalah kesediaan seseorang dari segi mental dan fisik untuk bertindak terhdap sesuatu. Etika adalah prinsip-prinsip kerja sama terbentuk dari gabungan unsur nilai, norma dan sikap yang disepakati bersama oleh kelompok.

Unggul selalu dikaitkan dengan peningkatan kualitas dan produktivitas. Untuk mendapatkan budaya kerja unggul atau cemerlang memiliki beberapa prasyarat, yaitu komitmen seluruh anggota, kesadaran akan pentingnya kualitas organisasi dan kesadaran akan sulitnya pencapaian keberhasilan serta hakikat keberhasilan yang tidak pernah berhenti pada sebuah terminal (sustain)

 

Dimensi-dimensi Komunikasi Organisasi

 

Bentuk-bentuk Komunikasi Organisasi

 

Bentuk-bentuk komunikasi organisasi mencakup bentuk komunikasi antar pribadi dan bentuk komunikasi kelompok.

Komunikasi antar pribadi yang menekankan pada definisi hubungan merupakan kegiatan komunikasi yang tidak mungkin dihindari, hal ini sesuai dengan salah satu dari 4 prinsip komunikasi antar pribadi.

Sedangkan komunikasi kelompok dapat dilihat dari komunikasi kelompok kecil (small group communication) dan komunikasi kelompok besar (large group communication) yang masing-masing memiliki aspek positif dan negatifnya.

 

Komunikasi Manajemen dalam Suatu Organisasi

 

Dalam komunikasi dan manajemen, komunikasi akan tercermin dan merupakan pondasi dalam setiap unsur dalam proses manajemen, yaitu planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), directing (pembimbingan dan pengarahan), serta controlling (pengawasan).

Dalam kenyataannya, komunikasi adalah suatu proses integral dari fungsi manajemen itu sendiri. Banyak dibahas gambaran komunikasi sebagai suatu input dasar dan output dalam proses manajemen, juga real time (saat benar-benar terjadi). Sebagai seorang manajer, salah satunya harus secara simultan melakukan komunikasi.

Salah satu tanggung jawab penting dan sulit yang diemban manajer adalah komunikasi, karena kerja atau tugas manajer melalui komunikasi adalah menciptakan understanding (pengertian).

Keefektifan manajer dalam kemampuan yang begitu beragam, terlihat dari keterampilannya berkomunikasi

Terdapat empat proses dalam komunikasi manajemen, yaitu asking (bertanya), telling (memberitahu), listening (mendengarkan), dan undersatnding (memahami).

 

Peranan Pemimpin dalam Organisasi

 

Wewenang formal seorang manajer menyebabkan timbulnya tiga peranan antarpesona (interpersonal roles) yang pada gilirannya menyebabkan adanya tiga peranan informasi (information roles), dan ini pada gilirannya pula menyebabkan sang manajer melakukan peranan memutuskan (decision roles).

Wewenang yang formal dari seorang manajer secara langsung akan menimbulkan tiga peranan yang meliputi hubungan antarpesona yang mendasar, yaitu: (1) peranan tokoh (figurehead role), karena ia seorang tokoh, maka selain memimpin berbagai upacara di kantornya sendiri, ia juga diundang oleh pihak luar untuk menghadiri berbagai upacara, (2) peranan pemimpin (leader role), sebagai pemimpin, seorang manajer bertanggung jawab atas lancar tidaknya pekerjaan yang dilakukan bawahannya, (3) peranan penghubung (liaison role), sebagai penghubung seorang manajer melakukan komunikasi dengan orang di luar jalur komando vertikal, baik secara formal maupun secara nonformal.

Peranan informasional adalah: (1) peranan monitor (monitor role), dalam melakukan peranannya sebagai monitor, manajer  memandang lingkungannya sebagai sumber informasi, (2) peranan penyebar (disseminator role): sebagai kebalikan dari peranannya sebagai penhubung (liaison role), (3) peranan juru bicara (spokesman role): peranannya sebagai juru bicara ada persamaan dengan peranannya sebagai penghubung. Perbedaannya dalam hal caranya, jika sebagai penghubung ia melakukan komunikasi secara antarpersonal atau kontak pribadi dan tidak selalu resmi, maka sebagai juru bicara tidak selamanya komunikasi dilakukan secara kontak pribadi, tetapi selalu secara resmi.

Peranan keputusan: (1) peranan wiraswasta (entrepreneur role), seorang manajer berusaha memajukan organisasinya dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi lingkungannya, (2) peranan pengendali gangguan (disturbance handler role), manajer memutuskan pekerjaan apa yang harus dilakukan, siapa yang melaksanakan, dan bagaimana pembagian pekerjaan dilangsungkan, (4) peranan perunding (negotiator role): studi mengenai karya manajerial dalam taraf apapun menunjukkan bahwa para manajer menggunakan waktunya yang banyak untuk perundingan.

 

 

Manajerial dan Gaya Kepemimpinan

 

Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi

 

Teori komunikasi organisasional kontemporer cenderung menerima definisi yang disampaikan oleh Tannenbaum, Weschler, dan Massarik (1961), (dalam Pace, 1983), yang menggambarkan kepemimpinan sebagai pengaruh interpersonal, memelihara situasi dan penugasan, melalui proses komunikasi, terhadap pencapaian suatu tujuan khusus atau berbagai tujuan. Esensi kepemimpinan dan managing (pengelolaan), dalam definisi ini adalah pengaruh interpersonal.

Kepemimpinan dan komunikasi adalah dua faktor yang saling terkait. Seperti penggunaan istilah, kepemimpinan terdiri dari pencapaian pengaruh interpesonal melalui komunikasi.

Banyak teori dan analisis tentang model manajerial dan gaya kepemimpinan, tetapi disini membahas enam macam yang cukup populer, yaitu: (1) Managerial Grid Theory (Blake & Mouton), (2) 3-D Theory (Reddin), (3) Situational Theory (Hersey & Blanchard), (4) Four-System Theory (Likert), (5) Continum Theory (Tanenbaum & Schmidt), dan (6) Contigency Theory (Fiedler).

Gaya kepemimpinan seorang manajer mempengaruhi bawahan atau pengikutnya didasari beberapa asumsi tentang karyawan dan apa saja motif mereka. Mc Gregor (dalam Pace, 1983), mengemukakan dua kutub asumsi atau kepercayaan bahwa manajer dan pimpinan memiliki tendensi untuk melakukannya. Mc Gregor menyebutkan Teori X dan Teori Y.

 

Pendekatan Antarpribadi dalam Komunikasi Organisasi

 

Gaya komunikasi adalah kekhasan, atau ciri-ciri cara ber-ekspresi dan cara memberi tanggapan dari seseorang ketika berkomunikasi.

Sembilan variabel atau aspek gaya komunikasi yaitu: (1) dominates, takes charge (menguasai, penentuan tugas), (2) dramatizes, jokes, and exaggerates (dramatisasi, lelucon dan membesar-besarkan), (3) argumentative, enjoys, heated discussions (argumentatif/beralasan, menikmati hangatnya diskusi), (4) uses expressive festures and facial expression (menggunakan ekspresi bahasa tubuh dan mimik muka), (5) makes immediate impression, leaves impression (membuat kesan dengan segera dan meninggalkan kesan), (6) calm, relaxed, and easygoing (tenang, santai, praktis), (7) attentive listener, empathetic (pendengar yang baik, berempati), (8) open with feeling and emotions (terbuka dengan perasaan dan emosi), (9) friendly, encouraging, and tackful (ramah, besar hati, bijaksana)

Kendala terhadap interaksi seseorang dengan yang lainnya dilakukan dengan pengenalan tiga ego states (sikap diri) yang dominant atau personalitas fisik menjadi aktif selama individu memberikan transaksi antarpesona. Bentuk persoalan ini sebagai parent (sikap diri orang tua) Adult (sikap diri dewasa), dan Child (sikap diri kanak) untuk menjelaskan sikap diri yang mendasar.

Setiap sikap diri mencerminkan beberapa gaya komunikasi yang dapat dikenali. Terdapat enam gaya komunikasi yang nampak dalam organisasi dari sikap diri: controlling (Parent) structuring (Parent), egalitarian (Adult), dynamic (Adult), relingushing (Child), withdrawing (Child)

 

Hubungan Manusiawi dan Masalah Kepemimpinan

 

Hubungan manusia dengan bidang pembahasan kepemimpinan merupakan bidang yang luas sekali. Orang mudah melaksanakan secara tidak sadar, menikmati kepemimpinan secara tidak sadar, maupun memiliki wewenang untuk menggunakan kemampuan kepemimpinannya.

Seberapa jauh ia berhasil menjadi pemimpin yang berwibawa hanya dapat diukur melalui prestasi kerjanya terutama dalam memperoleh partisipasi yang sukarela.

Partisipasi ini diperolehnya berdasarkan pengertian dari pihak yang memberi partisipasinya, bukan berdasarkan penggunaan wewenang resminya. Partisipasinya ini dapat berupa partisipasi dari lingkungan kerja secara langsung maupun dari lingkungan di luar pekerjaan. Semua ini lingkungan di dalam dan di luar lingkup pekerjaan akan menentukan seberapa jauh tujuan organisasi dapat dicapai dan diwujudkan. Untuk maksud inilah Hubungan Manusiawi dipergunakan, walaupun hanya merupakan suatu pendekatan saja yang pemanfaatannya tergantung dari kepekaan, perhatian masing-masing orang terhadap lingkungan dan orang dihadapi.

 

 

Kebijakan dan Iklim Komunikasi Organisasi

 

Kebijakan Komunikasi Organisasi

 

Kebijakan didefinisikan sebagai pernyataan umum yang dirancang untuk pedoman berpikir bagi setiap orang mengenai pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Pernyataan kebijakan memandu anggota organisasi pada tingkatan yang harus dilakukan dalam suatu situasi tertentu.

Lima syarat kebijakan dapat dikatakan efektif adalah mencerminkan tujuan organisasi, konsisten secara internal, memberikan keleluasaan dalam pengambilan keputusan, dibuat secara tertulis, dan dikomunikasikan kepada anggota organisasi.

Kebijakan komunikasi didefinisikan sebagai suatu penempatan tujuan yang ingin dicapai organisasi dengan memandang komunikasi. Kebijakan komunikasi ini biasanya mencakup garis pedoman dalam arus komunikasi, iklim komunikasi organisasi, kepuasan kerja, serta kepuasan komunikasi.

Burhan (1971) mengembangkan Communication Policy Preference Scale (Skala Pilihan Kebijakan Komunikasi) yang terdiri dari 35 item. Secara garis besar item-item pada skala tersebut menjawab lima pertanyaan besar berikut, yaitu mengapa berkomunikasi, apa yang harus dikomunikasikan, kapan komunikasi terjadi, siapa yang terlibat dalam komunikasi, dan bagaimana seharusnya manajemen organisasi berkomunikasi dengan karyawannya.

 

Iklim Komunikasi Organisasi

 

Seperti halnya iklim fisik atau iklim alam yang terdiri dari gabungan suhu, tekanan udara, kelembaban, sinar matahari, curah hujan serta kekuatan dan arah angin, maka iklim komunikasi adalah gabungan dari perilaku manusia, persepsi terhadap suatu peristiwa, respons antartenaga kerja, harapan-harapan, konflik-konflik interpersonal, dan kesempatan untuk berkembang dalam sebuah organisasi sepanjang tahun yang dirata-ratakan dari sejumlah tahun (Pace, 1983:124)

Setiap lingkungan kerja memiliki atmosfer kerja yang berbeda. Gibb (1986) dalam Curtis (1992) membagi iklim ke dalam dua kategori yaitu Supportiveness Climate (Iklim Mendukung) dan Defensive Climate (Iklim Bertahan). Kedua jenis iklim tersebut saling bertolak belakang satu sama lain. Iklim mendukung mempunyai karakteristik deskripsi, orientasi masalah, spontanitas, empati, kesamaan, dan provisionalisme. Sementara itu, iklim bertahan mempunyai karakteristik evaluasi, kontrol, strategi, kenetralan, keunggulan, dan kepastian.

 

 

Manajemen Konflik dalam Komunikasi Organisasi

 

Rintangan Komunikasi Organisasi

 

Dalam komunikasi organisasi, hal-hal yang menjadi rintangan komunikasi dapat berasal dari proses pengiriman dan penerimaan pesan atau faktor personal, serta dari fungsi sistem organisasi itu sendiri atau faktor organisasional.

Faktor personal lain yang sangat penting dalam memberikan kontribusi sebagai rintangan adalah persepsi manusia. Ini karena persepsi dapat mempengaruhi kemampuan manusia dalam memandang dan memahami suatu realita. Orang yang berbeda dapat mempunyai pemahaman yang berbeda terhadap suatu realita yang sama.

Sementara itu, faktor organisasional yang bisa memberikan kontribusi untuk menjadi rintangan komunikasi organisasi adalah kedudukan atau posisi dalam organisasi, hierarki dalam organisasi, keterbatasan komunikasi, hubungan yang tidak personal, sistem aturan dan kebijaksanaan, spesialisasi tugas, ketidakpedulian pimpinan, prestise, dan jaringan komunikasi itu sendiri.

Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi rintangan komunikasi tersebut adalah menetapkan lebih dari satu saluran komunikasi, menciptakan prosedur untuk mengimbangi distorsi pesan, menghilangkan pengantara antara pembuat keputusan dengan pemberi informasi, dan mengembangkan pembuktian gangguan pesan.

 

Konflik dan Kekuasaan dalam Organisasi

 

Tidak dapat dipungkiri, hampir semua organisasi pernah mengalami konflik. Konflik organisasi dapat terjadi pada berbagai tingkatan, yaitu pada tingkat interpersonal, antarkelompok, dan antarorganisasi (Miller, 2000:184). Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab timbulnya konflik dalam sebuah organisasi, baik yang berasal dari foktor internal maupun dari faktor eksternal. Penyebab internal merupakan penyebab yang berasal dari dalam organisasi, terutama dari diri anggota-anggota organisasi itu sendiri. Sedangkan penyebab eksternal adalah penyebab yang datang dari pihak lain di luar organisasi tersebut.

Konflik pada umumnya dianggap sebagai hal yang akan selalu membawa dampak negatif dan dapat menghancurkan organisasi. Pandangan ini tidak seluruhnya benar, karena konflik juga ternyata dapat menimbulkan dapampak positif yang membangun. Konflik dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi, atau sebaliknya menghambat pencapaian tujuan tersebut.

Pimpinan organisasi harus memiliki kemampuan mengetahui gejala konflik agar dapat  mencegah, mengarahkan, atau menghilangkannya. Menyelesaikan suatu konflik memang bukan pekerjaan yang sepele, berbagai hal harus dipertimbangkan agar dapat menghasilkan keputusan dan tindakan terbaik. Sebenarnya hal yang penting untuk dilakukan pimpinan adalah mencegah timbulnya konflik yang dapat mengarah negatif. Bila upaya pencegahan tidak dapat dilakukan, maka konflik harus diketahui sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi parah. Ada lima karakteristik yang perlu ada untuk sebuah manajemen konflik (de Vito dalam Curtis, 2000:58), yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesamaan.

 

 

Perilaku dan Jaringan Komunikasi Organisasi

 

Pentingnya Proses dalam Perilaku Organisasional

 

Konsepsi proses pada dasarnya dikaitkan dengan masalah “bagaimana”, dan untuk sebagian besar dengan pertanyaan “mengapa”. Konsepsi itu menekankan dimensi perilaku dan dimensi interaksi dari suatu keadaan. Ia juga menekankan dimensi nilai yang sering kali diabaikan. Jadi proses mencakup seluruh dinamika yang mendasari sebagian besar isi dan masalah perubahan.

Berbicara tentang proses sebagai suatu dimensi yang penting untuk diperhatikan, mungkin ada gunanya untuk mempertimbangkan proses dari segi pandangan berbagai tingkat. Dalam suatu organisasi ada beberapa tingkat yang beroperasi dari orang-orang yang bekerja di dalam organisasi sampai seluruh masyarakat di mana organisasi itu berfungsi. Terdapat sembilan tingkat yang berbeda-beda yang dapat diidentifikasikan antara tingkat mikro (perorangan) dan tingkat makro (masyarakat).

Banyak model-model perilaku organisasional yang muncul selama 100 tahun yang lalu, dan hanya empat dari model itu yang penting dan cukup menonjol yang perlu dibahas lebih lanjut. Model tersebut adalah autocratic, custodial, supportive dan collegial. Keempat model ini mewakili secara historis evolusi pemikiran manajemen.

 

Jaringan Komunikasi dan Pengembangan Keorganisasian

 

Komunikasi keorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses aliran (pengiriman dan penerimaan) pesan-pesan yang berorientasikan tujuan di antara sumber-sumber komunikasi, dalam suatu pola dan melalui suatu medium atau media

Tujuan komunikasi keorganisasian adalah memberikan informasi; umpan balik; pengendalian; pengaruh; memecahkan persoalan; pengambilan putusan; mempermudah perubahan; pembentukan kelompok, menjaga pintu.

Komunikasi keorganisasian mempunyai suatu pola aliran atau jaringan. Dalam suatu organisasi dengan beberapa sumber (orang pada berbagai tingkat) pesan-pesan yang dikirimkandan diterima dapat mengikuti suatu pola tetap yang taat asas. Pola-pola seperti itu sangat berguna, dan dapat merupakan indikator yang baik.

Telah diadakan penelitian secara luas atas pola-pola aliran komunikasi dan dikenal sebagai penelitian jaringan komunikasi. Kebanyakan dari penelitian itu diadakan terhadap kelompok-kelompok kecil yang terkendali. Suatu jaringan merupakan suatu sistem dari berbagai titik komunikasi untuk pengambilan keputusan.

Dalam kebanyakan penelitian jaringan, suatu kelompok kecil (biasanya terdiri dari lima orang) diberi suatu tugas, dan kelompok ini berfungsi dalam komunikasi yang terkendalikan. Pengarahan komunikasi dikendalikan sesuai dengan jaringan yang berbeda-beda, pengaruh tiap jaringan terhadap prestasi dan kepuasan dipelajari.

Suatu jaringan komunikasi berbeda dalam besar dan strukturnya, misalnya mungkin hanya di antara dua orang, tiga atau lebih dan mungkin juga diantara keseluruhan orang dalam organisasi. Bentuk struktur dari jaringan itu pun juga akan berbeda-beda.

Peranan individu dalam sistem komunikasi ditentukan oleh hubungan struktur antara satu individu dengan individu lainnya dalam organisasi. Hubungan ini ditentukan oleh pola jaringan individu dengan arus informasi dalam jaringan komunikasi. Untuk mengetahui jaringan komunikasi serta peranannya, dapat digunakan analisis jaringan.

Pengembangan organisasi (PO) sebagai ancangan terhadap perubahan yang direncanakan dalam organisasi, beberapa tahun terakhir ini sangat banyak dipergunakan. Beberapa penulis telah mendefinisikan PO dengan cara yang berbeda-beda. Walaupun ada beberapa titik persamaan dalam definisi-definisi ini, juga tercermin beberapa tekanan khusus di dalamnya.

Ancangan PO terhadap perubahan memperlakukan organisasi sebagai suatu sistem, ungkap Pareek. Dalam hal ini PO berlainan dari penelitian tindakan. Sementara yang terakhir ini berusaha memecahkan satu persoalan tanpa banyak menghiraukan soal-soal yang berhubungan dalam organisasi, yang pertama mepertimbangkan seluruh organisasi. Ini berarti memahami organisasi dalam kaitan dengan lingkungannya, serta dinamika intern dari organisasi itu.

 

Strategi dan Inovasi dalam Komunikasi Organisasional

 

Strategi dan Solusi dalam Komunikasi Organisasional

 

Terdapat empat kategori yang memperkuat performa manusia dan organisasi, mencakup aktivitas-aktivitas: 1) Strategi training (pelatihan); 2) Strategi individual development (pengembangan individu); 3) Strategi organization development (pengembangan organisasi); dan 4) Strategi technical resource development (pengembangan sumber daya secara teknis).

Setiap kategori strategi secara khusus memilih pelatihan dan metode pengembangan yang didasarkan pada satu atau lebih perbedaan filosofi atau teori yang menghasilkan perubahan dalam human being (manusia). Mereka sering kali mengacu kepada tiga dasar pendekatan untuk memodifikasi perilaku: rational, behaviors, dan experential.

Selain berkonotasi “jangka panjang”, strategi manajemen juga mengandung konotasi strategi. Kata strategi sendiri mempunyai pengertian terkait dengan hal-hal seperti kemenangan, kehidupan, atau daya juang. Artinya menyangkut hal yang berkaitan dengan mampu atau tidaknya perusahaan atau organisasi menghadapi tekanan yang muncul dari dalam maupun dari luar. Kalau dapat, maka ia akan terus hidup, kalau tidak, ia akan mati seketika.

Analisis digunakan secara ekstensif dalam suatu organisasi untuk menetapkan status yang terjadi, termasuk fungsi, program, dan aktivitas. Analisis digunakan untuk menemukan apa yang terjadi dan memutuskan apa kelebihan waktu yang telah diberikan. Seperti sebuah diagnosis medis atau diagnosis otomatis, diagnosis organisasional memberikan gambaran bagaimana system dalam organisasi berlangsung. Gambaran yang diperolah dari analisis kemungkinan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, dan kemapanan prosedur untuk mengambil tindakan korektif (benar).

 

Inovasi dalam Organisasi.

 

Dalam kenyataannya, pemikiran inovasi berlangsung hampir di setiap organisasi, dan banyak sekali organisasi perguruan tinggi menganggap proses inovasi sebagai salah satu fungsi utama dalam organisasi yang berkaitan dengan produksi (menyangkut kegiatan apa yang telah dikerjakan) dan pemeliharaan.

Inovasi adalah proses pengadopsian ide-ide baru, sedangkan innovativeness adalah sifat dari unit pengadopsian, yaitu tingkatan yang diberikan suatu unit sebelum unit lain melakukan adopsi inovasi.

Proses inovasi dalam organisasi: (1) inovasi adalah sesuatu dari sejumlah kemungkinan yang direspons oleh organisasi untuk mempertemukan suatu tindakan kekuatan eksternal pada organisasi, (2) proses inovasi melalui sejumlah tahapan, mencerminkan peningkatan komitmen oleh organisasi, (3) proses ini tidak berjalan secara langsung, tetapi interaktif, (4) salah satu pengukuran paling baik dari efek inovasi adalah perubahan dalam efektif tidaknya seluruh organisasi.

Pengertian komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan simbol-simbol atau kata-kata, baik yang dinyatakan secara oral atau lisan maupun secara tulisan.

Komunikasi verbal merupakan karakteristik khusus dari manusia. Tidak ada makhluk lain yang dapat menyampaikan bermacam-macam arti melalui kata-kata. Kata dapat dimanipulasi untuk menyampaikan secara eksplisit sejumlah arti.

Fungsi pesan dalam organisasi adalah untuk memberi informasi, membujuk, memerintah, memberi instruksi, dan mengintegrasikan organisasi. Berlo mengatakan pula bahwa fungsi utama dari pesan dalam organisasi adalah untuk produksi atau agar tugas-tugas organisasi dilakukan untuk inovasi atau menyelidiki alternatif dari tingkah laku yang baru bagi organisasi dan untuk pemeliharaan atau menjaga sistem dan komponennya agar tetap berjalan lancar. Sedangkan Greenbaumm mengemukakan fungsi pesan adalah untuk mengatur, untuk melakukan pembaharuan, integrasi, memberikan informasi dan instruksi.

Beratus-ratus ribu gerakan tubuh manusia yang berbeda-beda dapat dibuat sebagai sinyal komunikasi nonverbal, tetapi dalam bagian ini hanya dipilih beberapa gerakan dasar yang banyak digunakan orang. Di antaranya adalah yang berhubungan dengan suara manusia atau vokalik, gerakan badan seperti kepala, mata, bahu, tangan, kaki, sentuhan, sikap badan, penggunaan ruang atau jarak dan penggunaan waktu, serta metafora.