Loading...
Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Penanganan Dan Pengolahan Hasil Hortikultura PANG4226

Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Penanganan Dan Pengolahan Hasil Hortikultura PANG4226

10:34:00 pm Add Comment

Sobat, salah satu cara untuk mengukur kemampuan kita dalam menyerap materi adalah dengan mengerjakan soal latihan. Setelah anda mengerjakan Soal Latihan Mandiri Penanganan Dan Pengolahan Hasil Hortikultura PANG4226 Universitas Terbuka yang berisi 45 soal pilihan ganda. Berikut adalah Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Penanganan Dan Pengolahan Hasil Hortikultura PANG4226, Untuk itu buka kertas yang berisi jawaban yang sudah anda kerjakan, silahkan periksa jawaban anda dan cocokan dengan kunci jawaban. Jika skor anda diatas 80% berarti anda sudah menguasai materi, jika skor anda dibawah 80% berarti anda harus membaca dan memahami materi kembali. Cara menghitung skor adalah: Jumlah jawaban benar dibagi jumlah soal dikali 100%.



Kunci Jawaban Soal No. 1

A. Jawaban Anda salah karena pheophytin bukan merupakan pigmen sayuran yang juga merupakan senyawa percursor vitamin A 

B. Jawaban Anda Benar karena karoten merupakan pigmen sayuran yang juga merupakan senyawa percursor vitamin A 

C. Jawaban Anda Salah karena antosianin bukan merupakan pigmen sayuran yang juga merupakan senyawa percursor vitamin A 

D. Jawaban Anda Salah karena xantinbukan merupakan pigmen sayuran yang juga merupakan senyawa percursor vitamin A 


Kunci Jawaban Soal No. 2

A. Jawaban Anda benar karena parenkim, kolenkim dan sklerenkim merupakan komponen pembangun sistem jaringan dasar pada sayuran 

B. Jawaban Anda salah karena lentisel, stomata dan epidermis bukan merupakan komponen pembangun sistem jaringan dasar pada sayuran 

C. Jawaban Anda salah karena Jaringan xilem dan jaringan floem bukan merupakan komponen pembangun sistem jaringan dasar pada sayuran 

D. Jawaban Anda salah karena kutikula, parenkim dan jaringan xilem bukan merupakan komponen pembangun sistem jaringan dasar pada sayuran 


Kunci Jawaban Soal No. 3

A. Jawaban Anda salah karena penggolongan kangkung dan kubis bukan berdasarkan bagian tanaman 

B. Jawaban Anda salah karena penggolongan Rebung dan toge bukan berdasarkan tempat tumbuh 

C. Jawaban Anda salah karena penggolongan waluh dan mentimun bukan berdasarkan bagian tanaman 

D. Jawaban Anda benar karena penggolongan salam dan sawi didasarkan pada perbedaan tempat tumbuh 


Kunci Jawaban Soal No. 4

A. Jawaban Anda salah karena jambu bol bukan jenis buah yang memiliki kandungan vitamin A dan karbohidrat paling tinggi 

B. Jawaban Anda salah karena jeruk keprok bukan jenis buah yang memiliki kandungan vitamin A dan karbohidrat paling tinggi 

C. Jawaban Anda salah karena nanas masak bukan jenis buah yang memiliki kandungan vitamin A dan karbohidrat paling tinggi 

D. Jawaban Anda benar karena pisang raja merupakan jenis buah yang memiliki kandungan vitamin A dan karbohidrat paling tinggi diantara jambu bol, jeruk keprok dan nanas masak 


Kunci Jawaban Soal No. 5

A. Jawaban Anda salah karena xantofil dari kelompok karoten bukan merupakan pigmen pada buah yang berkurang dengan meningkatnya kematangan buah 

B. Jawaban Anda salah karena lycopen dari kelompok karotenoid bukan merupakan pigmen pada buah yang berkurang dengan meningkatnya kematangan buah 

C. Jawaban Anda salah karena antosianin dari kelompok flavonoid bukan merupakan pigmen pada buah yang berkurang dengan meningkatnya kematangan buah 

D. Jawaban Anda benar karena tanin dari kelompok flavonoid merupakan pigmen pada buah yang berkurang dengan meningkatnya kematangan buah 


Kunci Jawaban Soal No. 6

A. Jawaban Anda salah karena stomata pada buah tomat tidak berfungsi sebagai perlindungan buah tomat dengan lapisan lilinnya 

B. Jawaban Anda benar karena lentisel yang semakin banyak dapat mempercepat kelayuan buah 

C. Jawaban Anda salah karena kutikula pada buah anggur tidak berfungsi melindungi turgor dari buah 

D. Jawaban Anda salah karena epidermis yang banyak tidak menjadikan buah mudah berkeriput 


Kunci Jawaban Soal No. 7

A. Jawaban Anda salah karena kerusakan pada bahan pangan dapat terjadi akibat degradasi makromolekul oleh bakteri sehingga merubah bau dan cita rasa 

B. Jawaban Anda salah karena kerusakan biologis pada bahan pangan (sayuran dan buah-buahan dapat terjadi akibat dimakan ulat 

C. Jawaban Anda benar karena kerusakan mekanis pada bahan pangan bukan diakibatkan oleh case hardening, chilling injuries dan freezer burn 

D. Jawaban Anda salah karena kerusakan kimia pada bahan pangan dapat diakibatkan oleh thermal oxidation, perubahan pH, reaksi enamel dan H2O dan reaksi browning 


Kunci Jawaban Soal No. 8

A. Jawaban Anda benar karena kerusakan pada pangan fermentasi tidak ditimbulkan karena pengendalian aging yang panjang 

B. Jawaban Anda salah karena pertumbuhan bakteri dan kerusakan enzim dapat diatasi dengan pengendalian suhu, pH dan RH 

C. Jawaban Anda salah karena kerusakan vitamin A dapat diatasi dengan pengendalian cahaya, oksigen dan udara 

D. Jawaban Anda salah karena kerusakan biologis dapat dicegah dengan pengendalian hama, fumigasi dan penyimpanan yang baik 


Kunci Jawaban Soal No. 9

A. Jawaban Anda benar karena untuk menghindari kerusakan vitamin A dan ketengikan tidak dapat dilakukan dengan pengendalian aging yang panjang 

B. Jawaban Anda salah karena untuk menghindari kerusakan pangan akibat pembusukan oleh bakteri dapat dilakukan dengan membersihkan buah, pengendalian suhu dan RH 

C. Jawaban Anda salah karena untuk mengatasi kerusakan enzimatis dapat dilakukan dengan pengendalian suhu, pH bahan pangan dan aging 

D. Jawaban Anda salah karena untuk engendalikan kerusakan kimia dapat dilakukan dengan pengendalian residu bahan kimia dan kontaminan 


Kunci Jawaban Soal No. 10

A. Jawaban Anda salah karena memang benar laju respirasi pada suatu bahan pangan dapat ditentukan dengan menjumlahkan substrat yang hilang 

B. Jawaban Anda benar karena laju respirasi pada suatu bahan pangan tidak dapat ditentukan dengan menentukan banyaknya energi yang digunakan 

C. Jawaban Anda salah karena memang benar laju respirasi pada suatu bahan pangan dapat ditentukan dengan menjumlahkan CO2 yang dikeluarkan 

D. Jawaban Anda salah karena memang benar laju respirasi pada suatu bahan pangan dapat ditentukan dengan menentukan banyaknya panas yang dikeluarkan 


Kunci Jawaban Soal No. 11

A. Jawaban Anda salah karena nilai Respiratory Quotient (RQ) bukan ditentukandari ratio Volume CO2 digunakan / O2 dikeluarkan 

B. Jawaban Anda salah karena untuk oksidasi lemak nilai RQ berkisar 0,7 

C. Jawaban Anda benar karena 

D. Jawaban Anda salah karena untuk oksidasi protein nilai RQ nya berkisar 0,8 sedangkan gula nilai RQnya 1,0 


Kunci Jawaban Soal No. 12

A. Jawaban Anda salah karena pada buah alpukat, pisang, nanas dan pear tidak ada peningkatan yang mendadak dalam jumlah CO2 yang dihasilkan selama pematangan 

B. Jawaban Anda benar karena pada buah mangga, tomat, peach dan pepaya ada peningkatan yang mendadak dalam jumlah CO2 yang dihasilkan selama pematangan 

C. Jawaban Anda salah karena pada anggur, jeruk, timun dan arbei tidak ada peningkatan yang mendadak dalam jumlah CO2 yang dihasilkan selama pematangan 

D. Jawaban Anda salah karena pada semangkau, limau, manggis dan durian tidak ada peningkatan yang mendadak dalam jumlah CO2 yang dihasilkan selama pematangan 


Kunci Jawaban Soal No. 13

A. Jawaban Anda salah karena tingkat kemasakan buah yang terus meningkat setelah buah masak tidak mempengaruhi respirasi pada buah 

B. Jawaban Anda salah karena respirasi buah jeruk tidak dipengaruhi oleh nilai RQ jeruk yang telah masak dan manis 

C. Jawaban Anda benar karena Ukuran berpengaruh pada laju respirasi sayuran dan buah-buahan 

D. Jawaban Anda salah karena kulit buah yang lebih tipis memungkinkan laju respirasi yang lebih tinggi 


Kunci Jawaban Soal No. 14

A. Jawaban Anda salah karena memang benar etilen inhibitor bekerja menghambat produksi etilen 

B. Jawaban Anda salah karena memang benar kehadiran auksin dapat memicu produksi etilen 

C. Jawaban Anda salah karena memang benar produksi etilen dapat meningkat bila buah dipetik 

D. Jawaban Anda benar karena fruktosa dan galaktosa bukan merupakan prekursor etilen 


Kunci Jawaban Soal No. 15

A. Jawaban Anda benar karena memang benar diperlukan suhu optimum untuk produksi etilen pada buah-buahan dan sayuran 

B. Jawaban Anda salah karena jumlah etilen menurun pada saat klimakterik mencapai puncaknya 

C. Jawaban Anda salah karena pemakaian etilen yang berlebih dapat memperpecepat pematangan buah dan sayuran 

D. Jawaban Anda salah karena meningkatnya kandungan etilen tidak dapat mempertahankan kesegaran buah, tunas dan bunga 


Kunci Jawaban Soal No. 16

A. Jawaban Anda salah karena pada pematangan buah tidak disertai dengan meningkatnya protopektin 

B. Jawaban Anda salah. Kelayuan buah-buahan dan sayuran terjadi karena menurunnya turgor 

C. Jawaban Anda benar karena pada pematangan bauh, pektin terlarut meningkat dan buah menjadi lunak 

D. Jawaban Anda salah karena turgor semakin menurun dengan meningkatnya jumlah pektin yang terlarut 


Kunci Jawaban Soal No. 17

A. Jawaban Anda salah karena kandungan fruktosa justru meningkat pada pematangan apel yang dipetik masak

B. Jawaban Anda benar karena memang benar jika kandungan pati mencapai maksimum pada jagung saat early dough 

C. Jawaban Anda salah karena pada pematangan buah alpukat tidak terjadi perubahan kandungan pati yang besar 

D. Jawaban Anda salah karena rasa manis pada buah masak ditandai karena meningkatnya kandungan glukosa dan fruktosa 


Kunci Jawaban Soal No. 18

A. Jawaban Anda salah karena kadar klorofil menurun dengan meningkatnya respirasi 

B. Jawaban Anda salah karena warna kunig mangga karena antosianin yang justru meningkat 

C. Jawaban Anda benar karena pada pematangan buah apel yang dipetik masa terjadi degradasi tanin dan fenol 

D. Jawaban Anda salah karena pada pematanga buah klimakterik kadar asam justru menurun dan kadar gula meningkat 


Kunci Jawaban Soal No. 19

A. Jawaban Anda benar karena justru penggunaan fungisida dan bakterisida juga diperlukan pada aplikasi pelapisan lilin 

B. Jawaban Anda salah karena memang benar pelapisan lilin dapat diaplikasikan dengan pembusaan, penyemprotan, pencelupan dan pengolesan 

C. Jawaban Anda salah karena memang benar ada optimasi konsentrasi dan ketebalan pelapisan pada buah-buahan dan sayuran 

D. Jawaban Anda salah karena memang benar lilin karnambu, spermaceti dan bee wax merupakan lilin alami yang aman digunakan 


Kunci Jawaban Soal No. 20

A. Jawaban Anda salah karena Ca(OH)2 tidak berfungsi menyerap C2H4 

B. Jawaban Anda salah karena penggunaan KMnO4 tidak berfungsi menyerap CO2 

C. Jawaban Anda salah karena penggunaan KMnO4 dan Ca(OH)2 tidak meningkatkan respirasi 

D. Jawaban Anda benar karena memang benar penggunaan KMnO4 yang berfungsi menyerap C2H4 


Kunci Jawaban Soal No. 21

A. Jawaban Anda benar karena penyimpanan suhu dingin diperlukan untuk komoditas yang mudah rusak untuk mengurangi kehilangan air dan pelayuan 

B. Jawaban Anda salah karena penyimpanan suhu dingin diperlukan untuk komoditas yang mudah rusak bukan untuk meningkatkan respirasi dan metabolisme lainnya 

C. Jawaban Anda salah karena penyimpanan suhu dingin diperlukan untuk komoditas yang mudah rusak bukan untuk meningkatkan aging, ripening dan softening bahan 

D. Jawaban Anda salah karena penyimpanan suhu dingin diperlukan untuk komoditas yang mudah rusak bukan untuk meningkatkan pertumbuhan seperti sprouting 


Kunci Jawaban Soal No. 22

A. Jawaban Anda salah karena tidak diperlukan pendinginan dengan udara yang tepat untuk buah jeruk keprok 

B. Jawaban Anda salah karena tidak diperlukan pendinginan dengan air yang baik untuk radish dan jagung 

C. Jawaban Anda benar karena memang benar pendinginan dengan vakum yang baik diperlukan untuk kembang kol, sledri dan kapri 

D. Jawaban Anda salah karena untuk buah pisang dan nangka tidak diperlukan pendinginan dengan kontak es 


Kunci Jawaban Soal No. 23

A. Jawaban Anda salah karena waktu paruh pendinginan dperlukan antara buah dan ruang pendinginan bukan ruang penyimpanan 

B. Jawaban Anda salah karena justru diperlukan kelembaban nisbi yang rendah untuk mengendalikan kapang 

C. Jawaban Anda benar karena untuk menghilangkan panas lapangan diperlukan sirkulasi udara yang merata 

D. Jawaban Anda salah karena jarak tumpukan yang tidak boleh rapat untuk memudahkan pendinginan panas lapang 


Kunci Jawaban Soal No. 24

A. Jawaban Anda salah karena evolusi kalor oleh komoditas yang menjadi beban refrigerasi merupakan upaya memperpanjang kesegaran dan mutu produk hortikultura yang perlu diperhatikan 

B. Jawaban Anda salah karena peningkatan suhu yang dapat meningkatkan proses metabolisme merupakan upaya memperpanjang kesegaran dan mutu produk hortikultura yang perlu diperhatikan 

C. Jawaban Anda salah karena kalor jenis tinggi memerlukan penyerapan kalor lebih tinggi merupakan upaya memperpanjang kesegaran dan mutu produk hortikultura yang perlu diperhatikan 

D. Jawaban Anda benar karena penurunan suhu justru menurunkan proses respirasi 


Kunci Jawaban Soal No. 25

A. Jawaban Anda salah karena umur simpan berbagai komoditas justru berbanding terbalik dengan evolusi kalor 

B. Jawaban Anda salah karena kalor jenis bahan justru berbanding lurus dengan beban refrigerasi 

C. Jawaban Anda salah karena beban refrigerasi justru menjadi rendah untuk laju evolusi kalor rendah 

D. Jawaban Anda benar karena memang benar bahwa laju evolusi kalor bahan berbanding lurus dengan laju respirasi 


Kunci Jawaban Soal No. 26

A. Jawaban Anda salah karena pasteurisasi bukan proses destruksi toksin alami yang mengubah warna dan cita rasa 

B. Jawaban Anda salah karena pemasakan bukan sekedar pemanasan untuk inaktivasi spora tapi juga mengubah warna dan cita rasa bahan 

C. Jawaban Anda benar karena blanzir yaitu pemasakan bahan pangan dengan uap air panas secara langsung untuk inaktivasi enzim 

D. Jawaban Anda salah karena terilisasi yaitu pemanasan terutama untuk menginaktivasi spora bakteri 


Kunci Jawaban Soal No. 27

A. Jawaban Anda salah karena memang benar batasan pH untuk penggolongan bahan pangan sebagai lebih kecil dari 4,0; 4,0 - 4,5; dan lebih besar dari 4,5 

B. Jawaban Anda benar karena golongan kapang dan khamir yang mudah tumbuh pada golongan bahan pangan berasam rendah perlu diperhatikan pada proses sterilisasi bahan pangan yang dikalengkan 

C. Jawaban Anda salah karena memang benar batasan pH 4,5 didasarkan pada sedikit lebih rendah dari clostridium botulinum tumbuh dan menghasilkan toksin 

D. Jawaban Anda salah karena 


Kunci Jawaban Soal No. 28

A. Jawaban Anda benar karena justru pemanasan konveksi lebih baik dan lebih cepat untuk diaplikasikan dari pemanasan konduksi 

B. Jawaban Anda salah karena memang benar pemanasan konduksi yaitu perpindahan oleh aktivitas molekuler tanpa perpindahan partikel 

C. Jawaban Anda salah karena memang benar pemanasan radiasi yaitu perpindahan panas dengan pemancaran dan perambatan gelombang EM. 

D. Jawaban Anda salah karena memang benar pemanasan konveksi yaitu perpindahan seluruh panas ke substansi yang dipanaskan 


Kunci Jawaban Soal No. 29

A. Jawaban Anda benar karena metode golongan II didasarkan pada derajat kematian rata-rata seluruh isi kaleng secara terintegrasi 

B. Jawaban Anda salah karena memang benar metode golongan I didasarkan pada derajat kematian bakteri pada titik di dalam kaleng yang paling lambat menerima panas 

C. Jawaban Anda salah karena memang benar metode umum yang didasarkan pada perhitungan letal rate yang merupakan kebalikan dari Thermal Date Time 

D. Jawaban Anda salah karena memang benar metode formula yang didasarkan pada perhitungan minimum proses termal dibutuhkan untuk 12 D spora Clostridium botulinum 


Kunci Jawaban Soal No. 30

A. Jawaban Anda benar karena memang benar bahwa optimasi proses termal terhadap bahan pangan dilakukan sterilisasi komersial lebih mudah dilakukan terhadap bahan pangan yang bersifat konduksi 

B. Jawaban Anda salah karena tidak benar proses HTST untuk pasteurisasi untuk destruksi kapang dan khamir lebih bergantung pada suhu daripada kecepatan desnutrisi 

C. Jawaban Anda salah karena tidak benar Optimasi proses termal terhadap bahan pangan dilakukan dengan blanzir yang optimum dengan proses HTST untuk mengurangi destruksi enzim 

D. Jawaban Anda salah karena optimasi proses termal terhadap bahan pangan dilakukan untuk memusnahkan mikro organisme tapi tidak dapat mempertahankan zat nutrisi 

 

Kunci Jawaban Soal No. 31

A. Jawaban Anda salah karena scalding yaitu memanaskan bahan dengan air mendidih selama beberapa saat 

B. Jawaban Anda salah karena steaming yaitu pemanasan dengan menggunakan uap air panas 

C. Jawaban Anda salah karena flame peeling yaitu melewatkan bahan dalam tanur dan disemprot denga air 

D. Jawaban Anda benar karena Iye peeling yaitu dengan mencelupkan bahan baku ke dalam larutan NaOH panas 


Kunci Jawaban Soal No. 32

A. Jawaban Anda salah karena penghilangan oksigen dari bahan pangan dikalengkan sehingga didapakan suasana aerob dilakukan bukan pada tahapan penutupan kaleng 

B. Jawaban Anda salah karena penghilangan oksigen dari bahan pangan dikalengkan sehingga didapakan suasana aerob dilakukan bukan pada tahapan sterilisasi 

C. Jawaban Anda salah karena penghilangan oksigen dari bahan pangan dikalengkan sehingga didapakan suasana aerob dilakukan bukan pada tahapan blanzir 

D. Jawaban Anda benar karenapenghilangan oksigen dari bahan pangan dikalengkan sehingga didapakan suasana aerob dilakukan pada tahapan Exhausting 


Kunci Jawaban Soal No. 33

A. Jawaban Anda salah karena penggelembungan ringan merupakan penggelembungan kaleng yang bila ditekan tidak dapat kembali ke posisi semula 

B. Jawaban Anda salah karena fliper merupakan jenis penggelembungan kaleng yang bila ditekan dapat dikembalikan ke posisi semula 

C. Jawaban Anda benar karena penggelembungan berat merupakan penggelembungan kaleng yang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula 

D. Jawaban Anda salah karena springer merupakan penggelembungan kaleng yang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula, karena bila ditekan terjadi penggelembungan dibagian lain 

 

Kunci Jawaban Soal No. 34

A. Jawaban Anda salah karena lapisan bahan organik diperlukan dalam pembuatan kaleng untuk mencegah interaksi bahan pangan dengan logam 

B. Jawaban Anda benar karena lapisan bahan organik diperlukan dalam pembuatan kaleng bukan untuk mencegah perubahan kadar air yang tidak diinginkan 

C. Jawaban Anda salah karena lapisan bahan organik diperlukan dalam pembuatan kaleng bukan untuk mempertahankan daya tarik dan memperbaiki penampakan 

D. Jawaban Anda salah karena lapisan bahan organik diperlukan dalam pembuatan kaleng bukan untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan 


Kunci Jawaban Soal No. 35

A. Jawaban Anda salah karena kadar air suatu bahan pangan dapat dinyatakan sebagai persentasi air berdasarkan berat basah sebagai m = berat air dalam bahan / berat total 

B. Jawaban Anda salah karena kadar air suatu bahan pangan dapat dinyatakan sebagai persentasi air berdasarkan berat kering sebagai M = m / berat padatan kering 

C. Jawaban Anda benar karena kadar air suatu bahan pangan dapat dinyatakan sebagai persentasi air berdasarkan berat basah sebagai m = berat air dalam bahan / berat total 

D. Jawaban Anda salah karena kadar air suatu bahan pangan dapat dinyatakan sebagai persentasi air berdasarkan berat kering sebagai M = m / berat padatan kering 


Kunci Jawaban Soal No. 36

A. Jawaban Anda salah karena pada pengeringan bahan pangan dikenal istilah pindah panas konveksi ke massa dengan laju pindah panas sebanding dengan selisih suhu fluida dan permukaan 

B. Jawaban Anda benar karena pindah massa ke luar membutuhan energi untuk menguapkan air bukan berbanding terbalik tapi berbanding lurus dengan massa yang diuapkan 

C. Jawaban Anda salah karena pada pengeringan bahan pangan dikenal istilah massa air bahan pangan yang dipindahkan persatuan waktu berbanding terbalik dengan panas laten penguapan 

D. Jawaban Anda salah karena pada pengeringan bahan pangan dikenal istilah kadar air kering suatu bahan pangan sama dengan 33.3% maka kadar air basah bahan tersebut adalah 25% 

 

Kunci Jawaban Soal No. 37

A. Jawaban Anda benar karena pada pembuatan jamur merang kering dengan freeze drying dilakukan setelah jamur terlebih dahulu di blanzir dan di sulfitasi 

B. Jawaban Anda salah karena pada pembuatan pisang sale dengan kabinet dryer dengan kisaran suhu 40 - 70oC hingga mencapai kadar air sebesar bukan 4% tapi kira-kira 15% 

C. Jawaban Anda salah karena pada pembuatan manisan pepaya yang dikeringkan dengan kabinet dryer dilakukan setelah terlebih dahulu dicelupkan air mendidih, lalu kedalam air mendidih air gula, baru dikeringkan 

D. Jawaban Anda salah karena pada pembuatan kentang kering dengan tunnel dryer pada suhu 70oC hingga mencapai kadar air bukan sebesar 15% tapi 7% 


Kunci Jawaban Soal No. 38

A. Jawaban Anda salah karena spray dryer merupakan alat pengering produk hortikultura yang dilengkapi dengan fan, atomizer ruang pengering, sistem pemisah dan pengumpul produk 

B. Jawaban Anda salah karena freeze dryer merupakan alat pengering produk hortikultura yang mengeringkan bahan dengan sublimasi dan menghasilkan produk instan yang mudah teroksidasi 

C. Jawaban Anda benar karena tray dryer merupakan alat pengering produk hortikultura yang mengeringkan bahan dengan pengering batch konveksi udara bukan untuk pengeringan dalam jumlah besar tapi untuk skala kecil 

D. Jawaban Anda salah karena pengering vakum merupakan alat pengering produk hortikultura yang mengeringkan bahan dengan pompa vakum yang memerlukan bahan pengering udara seperti silika gel dan gel alumina 

 

Kunci Jawaban Soal No. 39

A. Jawaban Anda salah karena drum dryer bukan alat pengeringan untuk bahan granula atau tepung yang mengeringkan bahan dengan cara suspensi ke dalam aliran udara yang dipanaskan 

B. Jawaban Anda salah karena pengering konveyor kontinu bukan alat pengeringan untuk bahan granula atau tepung yang mengeringkan bahan dengan cara suspensi ke dalam aliran udara yang dipanaskan 

C. Jawaban Anda benar karena pengering pneumatik merupakan alat pengeringan untuk bahan granula atau tepung yang mengeringkan bahan dengan cara suspensi ke dalam aliran udara yang dipanaskan 

D. Jawaban Anda salah karena pengering tunnel bukan alat pengeringan untuk bahan granula atau tepung yang mengeringkan bahan dengan cara suspensi ke dalam aliran udara yang dipanaskan 


Kunci Jawaban Soal No. 40

A. Jawaban Anda salah karena garam merupakan komponen aktif yang digunakan sebaga bahan pengawet yang dapat menurunkan niali aktivitas air bahan sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri 

B. Jawaban Anda benar karena asam asetat dan laktat merupakan komponen aktif yang digunakan sebaga bahan pengawet yang dapat menurunkan pH bahan sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri 

C. Jawaban Anda salah karena gula merupakan komponen aktif yang digunakan sebaga bahan pengawet yang dapat mengikat air sehingga menurunkan nilai aw bahan dan dapat mencegah pertumbuhan bakteri 

D. Jawaban Anda salah karena asam sitrat, benzoat dan sorbat merupakan komponen aktif yang digunakan sebaga bahan pengawet yang dapat menurunkan pH sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri 


Kunci Jawaban Soal No. 41

A. Jawaban Anda salah karena penambahan garam yang terlalu sedikit dapat menyebabkan pelunakan sayuran kubis 

B. Jawaban Anda benar karena penambahan garam yang terlalu banyak dapat menyebabkan pertumbuhan khamir aerobik 

C. Jawaban Anda salah karena penambahan garam terlalu sedikit tidak menghambat pertumbuhan asam laktat heterofermentatif 

D. Jawaban Anda salah karena penambahan garam berlebih dan suhu yang tepat tidak dapat menghasilkan sauerkraut yang superior 


Kunci Jawaban Soal No. 42

A. Jawaban Anda salah karena pembuatan pikel sayuran seperti zaitun dan kembang kol dilakukan dengan penggaraman kering 

B. Jawaban Anda salah karena derajat salometer menyatakan persen kejenuhan garam (berat per volume) 

C. Jawaban Anda salah karena pembuatan pikel sayuran seperti wortel dan sledri dilakukan dengan penggaraman kering 

D. Jawaban Anda benar karena proses fermentasi pikkel disempurnakan oleh dua species Lactobacillus: L. brevis dan L. plantarum 


Kunci Jawaban Soal No. 43

A. Jawaban Anda salah karena memang benar minuman anggur dibedakan sebagai red table wine, white table wine, appetizer wine, dessert wine dan sparking wine 

B. Jawaban Anda salah karena memang benar pada pembuatan minuman anggur dilakukan penambahan sulfit atau sulfur dioksida untuk menekan pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme. 

C. Jawaban Anda benar karena untuk mendapatkan wine yang jernih dapat dicapai dengan penambahan clarification apent dan memisahkan wine dari endapan yang terbentuk 

D. Jawaban Anda salah karena memang benar kerusakan wine dapat terjadi karena kekeruhan yang ditimbulkan oleh timah dan tembaga, serta endapan besi fosfat 


Kunci Jawaban Soal No. 44

A. Jawaban Anda benar karena memang benar marmalade dibuat dari potongan buah yang dilembutkan seperti jeli yang dicampur dengan potongan buah 

B. Jawaban Anda salah karena bukan jam tapi jeli yang dibuat dari sari buah yang dipekatkan, jernih, bebas dari pulp dan benda asing 

C. Jawaban Anda salah karena bukan jeli tapi jam yang dibuat dari cacahan atau gilingan buah yang dihaluskan dan dipekatkan, serta jernih 

D. Jawaban Anda salah karena bukan madu buah tapi mentega buah yang dibuat dari buah berpulp yang dimasak sampai konsistesinya halus dan lunak 


Kunci Jawaban Soal No. 45

A. Jawaban Anda salah karena memang benar pengaturan penggunaan BTM tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI dan Codex Alimentarius 

B. Jawaban Anda benar karena penggunaan bahan tambahan makanan bukan untuk penampilan warna produk yang mencolok 

C. Jawaban Anda salah karena memang benar bahwa efektifitas bahan pengawet ditetukan oleh macam dan konsentrasi bahan pengawet, jenis dan populasi mikroba 

D. Jawaban Anda salah karena memang benar bahwa jenis pewarna makan yang diperbolehkan digunakan diatur dalam SK Menteri Kesehatan RI 



Sumber Latihan Mandiri Universitas Terbuka


Soal Latihan Mandiri Penanganan Dan Pengolahan Hasil Hortikultura PANG4226

Soal Latihan Mandiri Penanganan Dan Pengolahan Hasil Hortikultura PANG4226

10:32:00 pm Add Comment

Sobat, salah satu cara untuk mengukur kemampuan kita dalam menyerap materi adalah dengan mengerjakan soal latihan. Kali ini soal yang diberikan adalah Soal Latihan Mandiri Penanganan Dan Pengolahan Hasil Hortikultura PANG4226 Universitas Terbuka. Soal ini berisi 45 soal pilihan ganda. Untuk mempermudah siapkanlah kertas dan pensil, kemudian tulis jawaban anda pada kertas setelah itu cek pada halaman kunci jawaban, jawaban anda benar berapa. Jika skor anda diatas 80% berarti anda sudah menguasai materi, jika skor anda dibawah 80% berarti anda harus membaca dan memahami materi kembali. Cara menghitung skor adalah: Jumlah jawaban benar dibagi jumlah soal dikali 100%. Selamat Mengerjakan.



Soal Pilihan Ganda


Petunjuk: Untuk soal-soal berikut, pilihlah satu jawaban yang paling tepat!


1. Pigmen sayuran yang juga merupakan senyawa percursor vitamin A adalah: 


 A. Pheophytin  

 B. Karoten  

 C. Antosianin   

 D. Xantin  


2. Komponen pembangun sistem jaringan dasar pada sayuran adalah: 


 A. Parenkim, kolenkim dan sklerenkim  

 B. Lentisel, stomata dan epidermis  

 C. Jaringan xilem dan jaringan floem   

 D. Kutikula, parenkim dan jaringan xilem

 

3. Berdasarkan cara penggolongannya, maka sayuran berikut dibedakan berdasarkan: 


 A. Kangkung dan kubis berdasarkan bagian tanaman  

 B. Rebung dan toge berdasarkan tempat tumbuh  

 C. Waluh dan mentimun berdasarkan bagian tanaman  

 D. Salam dan sawi berdasarkan tempat tumbuh  


4. Diantara buah-buahan berikut yang memiliki kandungan vitamin A dan karbohidrat paling tinggi adalah: 


 A. Jambu bol  

 B. Jeruk keprok  

 C. Nanas masak  

 D. Pisang raja  


5. Kandungan pigmen pada buah yang berkurang dengan meningkatnya kematangan buah adalah 


 A. Xantofil dari kelompok karoten  

 B. Lycopen dari kelompok karotenoid  

 C. Antosianin dari kelompok flavonoid  

 D. Tanin dari kelompok flavonoid  


6. Jaringan berikut dapat berpengaruh pada mutu buah, seperti: 


 A. Stomata yang melindungi buah tomat dengan lapisan lilinnya  

 B. Lentisel yang semakin banyak mempercepat kelayuan buah  

 C. Kutikula pada buah anggur melindungi turgor dari buah  

 D. Epidermis yang banyak menjadikan buah mudah berkeriput  


7. Kerusakan pada bahan pangan dapat terjadi karena hal berikut kecuali: 


 A. Degradasi makromolekul oleh bakteri sehingga merubah bau dan cita rasa  

 B. Kerusakan biologis pada sayuran dan buah-buahan akibat dimakan ulat  

 C. Kerusakan mekanis akibat case hardening, chilling injuries dan freezer burn  

 D. Kerusakan kimia akibat thermal oxidation, perubahan pH, reaksi enamel dan H2O dan reaksi browning  


8. Pengaturan terhadap faktor-faktor berikut dapat mencegah kerusakan pada pangan kecuali: 


 A. Pengendalian aging yang panjang menambah besar kerusakan pangan fermentasi  

 B. Pengendalian suhu, pH dan RH pertumbuhan bakteri dan kerusakan enzim  

 C. Pengendalian cahaya, oksigen dan udara dapat mencegah kerusakan vitamin A  

 D. Pengendalian hama, fumigasi dan penyimpanan yang baik dapat mencegah kerusakan biologis  


9. Pada penanganan dan penyimpanan sayuran dan buah-buahan agar tidak tidak mengalami kerusakan diperlukan tindakan berikut kecuali 


 A. Mencegah kerusakan vitamin A dan ketengikan dengan pengendalian aging yang panjang  

 B. Menghindari pembusukan oleh bakteri dengan membersihkan buah, pengendalian suhu dan RH  

 C. Mengatasi kerusakan enzimatis dengan pengendalian suhu, pH bahan pangan dan aging  

 D. Mengendalikan kerusakan kimia dengan pengendalian residu bahan kimia dan kontaminan  


10. Laju respirasi pada suatu bahan pangan dapat ditentukan dengan hal berikut kecuali 


 A. Jumlah substrat yang hilang  

 B. Banyaknya energi yang digunakan  

 C. Jumlah CO2 yang dikeluarkan  

 D. Banyaknya panas yang dikeluarkan  


11. Nilai Respiratory Quotient (RQ) dapat ditentukan sebagai:


 A. Ratio Volume CO2 digunakan / O2 dikeluarkan  

 B. Memiliki nilai 1 (satu) untuk oksidasi lemak  

 C. Rtio volume CO2 dikeluarkan / O2 digunakan  

 D. Memiliki nilai 0,7 untuk oksidasi protein dan gula  


12. Adanya peningkatan yang mendadak dalam jumlah CO2 yang dihasilkan selama pematangan dari buah-buah berikut: 


 A. Alpukat, pisang, nanas dan pear  

 B. Mangga, tomat, peach dan pepaya  

 C. Anggur, jeruk, timun dan arbei  

 D. Semangkau, limau, manggis dan durian  


13. Diantara faktor berikut yang mempengaruhi respirasi pada sayuran dan buah-buahan adalah 


 A. Tingkat kemasakan buah yang terus meningkat setelah buah masak  

 B. Jeruk yang telah masak dan manis memiliki nilai RQ sama dengan 1  

 C. Ukuran bahan yang lebih kecil memiliki laju respirasi lebih tinggi  

 D. Kulit buah yang lebih tipis memungkinkan laju respirasi yang lebih rendah tinggi  


14. Pada biosintesis etilen di dalam buah dan sayuran dijumpai hal berikut kecuali: 


 A. Produksi etilen dihambat oleh etilen inhibitor  

 B. Kehadiran auksin dapat memicu produksi etilen  

 C. Pembentukan etilen akan meningkat bila buah dipetik  

 D. Fruktosa dan galaktosa merupakan prekursor etilen A. Jawaban Anda salah karena mengamati warna, bentuk dan penampilan dari bahan pangan adalah salah satu cara evaluasi atribut sensori pangan yang sering dilakukan 


15. Pada pematangan buah dari kelompok klimakterik didapatkan bahwa:


 A. Diperlukan suhu optimum untuk pembentukan etilen pada buah-buahan dan sayuran  

 B. Jumlah etilen mencapai maksimum pada saat klimakterik mencapai puncaknya  

 C. Pemakaian etilen yang berlebih dapat memperlambat pematangan buah dan sayuran  

 D. Meningkatnya kandungan etilen dapat mempertahankan kesegaran buah, tunas dan bunga  


16. Pada proses pematangan buah, maka akan terjadi perubahan berikut: 


 A. Permukaan buah menjadi lunak dengan meningkatnya kandungan protopektin  

 B. Sayuran dan buah-buahan mudah menjadi layu dengan meningkatnya turgor  

 C. Pada pematangan bauh, pektin terlarut meningkat dan buah menjadi lunak  

 D. Turgor semakin meningkat dengan meningkatnya jumlah pektin yang terlarut  


17. Selain turgor, pada proses pematangan buah juga ditemukan: 


 A. Menurunnya kadar fruktosa pada apel yang dipanen masak  

 B. Kandungan pati mencapai maksimum pada jagung saat early dough  

 C. Terjadi perubahan kandungan pati yang besar pada pematangan buah alpukat  

 D. Meningkatnya rasa manis pada buah masak ditandai dengan meningkatnya pati  


18. Setelah panen tingkat kesegaran buah dan sayuran umumnya dipengaruhi oleh 


 A. Meningkatnya kandungan klorofil karena meningkatnya respirasi  

 B. Menurunnya antosianin mengakibatkan warna kuning pada buah mangga  

 C. Terjadi degradasi tanin dan fenol pada pematangan apel yang dipetik masak  

 D. Pada pematanga buah klimakterik kadar asam meningkat dan gula menurun  


19. Berikut beberapa hal yang perlu dikatahui pada pengawetan segar produk hortikultura dengan pelapisan lilin kecuali:


 A. Perlu dihindari penggunaan fungisida dan bakterisida pada aplikasi pelapisan lilin  

 B. Dapat diaplikasikan dengan pembusaan, penyemprotan, pencelupan dan pengolesan  

 C. Adanya optimasi konsentrasi dan ketebalan pelapisan pada buah-buahan dan sayuran  

 D. Lilin karnambu, spermaceti dan bee wax merupakan lilin alami yang aman digunakan  


20. Selain dengan pelapisan lilin, pengawetan segar juga dapat dilakukan dengan 


 A. Penggunaan Ca(OH)2 yang berfungsi menyerap C2H4  

 B. Penggunaan KMnO4 yang berfungsi menyerap CO2  

 C. Penggunaan KMnO4 dan Ca(OH)2 yang meningkatkan respirasi  

 D. Penggunaan KMnO4 yang berfungsi menyerap C2H4  


21. Penyimpanan suhu dingin diperlukan untuk komoditas yang mudah rusak bertujuan untuk 


 A. Mengurangi kehilangan air dan pelayuan  

 B. Meningkatkan respirasi dan metabolisme lainnya  

 C. Meningkatkan aging, ripening dan softening bahan  

 D. Meningkatkan pertumbuhan seperti sprouting  


22. Diantara cara pendinginan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesegaran komoditas adalah


 A. Pendinginan dengan udara yang tepat untuk buah jeruk keprok  

 B. Pendinginan dengan air yang baik untuk radish dan jagung  

 C. Pendinginan dengan vakum yang baik untuk bunga kol, sledri dan kapri  

 D. Pendinginan dengan kontak es yang baik untuk buah pisang dan nangka  


23. Diantara faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada prapendinginan komoditas hortikultura adalah


 A. Waktu paruh pendinginan antara buah dan ruang penyimpanan  

 B. Kelembaban nisbi yang tinggi untuk mengendalikan kapang  

 C. Sirkulasi udara yang merata untuk menghilangkan panas lapangan  

 D. Jarak tumpukan yang rapat untuk memudahkan pendinginan panas lapang  


24. Dalam upaya memperpanjang kesegaran dan mutu produk hortikultura perlu diperhatikan hal berikut kecuali


 A. Evolusi kalor oleh komoditas yang menjadi beban refrigerasi  

 B. Peningkatan suhu yang dapat meningkatkan proses metabolisme  

 C. Kalor jenis tinggi memerlukan penyerapan kalor lebih tinggi  

 D. Penurunan suhu yang dapat meningkatkan proses respirasi  


25. Diantara pernyataan berikut yang benar menyangkut pendinginan produk hortikultura adalah 


 A. Umur simpan berbagai komoditas berbanding lurus dengan evolusi kalor  

 B. Kalor jenis bahan berbanding terbalik dengan beban refrigerasi  

 C. Beban refrigerasi yang tinggi untuk laju evolusi kalor rendah  

 D. Laju evolusi kalor bahan berbanding lurus dengan laju respirasi  


26. Diantara proses pemanasan bahan pangan pada pengalengan buah-buahan dan sayuran dikenal cara berikut: 


 A. Pasteurisasi yaitu proses destruksi toksin secara alami yang mengubah warna dan cita rasa  

 B. Pemasakan yaitu pemanasan terutama untuk inaktivasi spora yang juga dilakukan dengan radiasi  

 C. Blanzir yaitu pemasakan bahan pangan dengan uap air panas secara langsung untuk inaktivasi enzim  

 D. Sterilisasi yaitu pemanasan terutama untuk menginaktivasi sel-sel vegetatif mikroorganisme patogen  


27. Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada proses sterilisasi bahan pangan yang dikalengkan terhadap bakteri obligat kecuali


 A. Batasan pH untuk penggolongan bahan pangan sebagai lebih kecil dari 4,0; 4,0 - 4,5; dan lebih besar dari 4,5  

 B. Golongan kapang dan khamir yang mudah tumbuh pada golongan bahan pangan berasam rendah  

 C. Batasan pH 4,5 didasarkan pada sedikit lebih rendah dari kondisi pH clostridium botulinum dapat tumbuh  

 D. Batasan pH 4,5 didasarkan pada sedikit lebih rendah dari kondisi pH clostridium botulinum menghasilkan toksin  


28. Pada proses pemanasan bahan pangan berlangsung perpindahan panas berikut kecuali


 A. Pemanasan konduksi lebih baik dan lebih cepat untuk diaplikasikan dari pemanasan konveksi  

 B. Pemanasan konduksi yaitu perpindahan oleh aktivitas molekuler tanpa perpindahan partikel  

 C. Pemanasan radiasi yaitu perpindahan panas dengan pemancaran dan perambatan gelombang EM.  

 D. Pemanasan konveksi yaitu perpindahan seluruh panas ke substansi yang dipanaskan  


29. Pada kalkulasi proses termal dikenal metode kalkulasi berikut kecuali 


 A. Metode golongan II didasarkan pada derajat kematian seluruh mikroorganisme dalam seluruh isi kaleng secara terintegrasi  

 B. Metode golongan I didasarkan pada derajat kematian bakteri pada titik di dalam kaleng yang paling lambat menerima panas  

 C. Metode umum yang didasarkan pada perhitungan letal rate yang merupakan kebalikan dari Thermal Date Time  

 D. Metode formula yang didasarkan pada perhitungan minimum proses termal dibutuhkan untuk 12 D spora Clostridium botulinum  


30. Optimasi proses termal terhadap bahan pangan dilakukan dengan 


 A. Optimasi proses termal terhadap bahan pangan dilakukandengan sterilisasi komersial lebih mudah dilakukan terhadap bahan pangan yang bersifat konduksi  

 B. Proses HTST untuk pasteurisasi untuk destruksi kapang dan khamir lebih bergantung pada suhu daripada kecepatan desnutrisi  

 C. Optimasi proses termal terhadap bahan pangan dilakukan dengan blanzir yang optimum dengan proses HTST untuk mengurangi destruksi enzim  

 D. Optimasi proses termal terhadap bahan pangan dilakukan untuk memusnahkan mikro organisme tapi tidak dapat mempertahankan zat nutrisi  


31. Pada proses pengalengan buah-buahan dan sayuran dilakukan pengupasan yang dapat dipermudah denga: 


 A. Scalding yaitu memanaskan bahan dengan uap air selama beberapa saat  

 B. Steaming yaitu melewatkan bahan dalam tanur dan disemprot dengan air  

 C. Flame peeling yaitu melewatkan bahan dalam tanur dan disemprot dengan air panas  

 D. Iye peeling yaitu dengan mencelupkan bahan baku ke dalam larutan NaOH panas


32. Penghilangan oksigen dari bahan pangan dikalengkan sehingga didapakan suasana aerob dilakukan pada tahapan: 


 A. Penutupan kaleng  

 B. Sterilisasi  

 C. Blanzir  

 D. Exhausting  


33. Berdasarkan karakteristik penggelembungan kemasan kaleng pada pengalengan buah dan sayuran dikenal istilah: 


 A. Penggelembungan ringan merupakan penggelembungan kaleng yang dapat dikembalikan ke posisi semula

 B. Fliper merupakan penggelembungan kaleng yang bila ditekan tidak dapat dikembalikan ke posisi semula

 C. Penggelembungan berat merupakan penggelembungan kaleng yang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula  

 D. Springer merupakan penggelembungan kaleng yang bila ditekan masih dapat dikembalikan ke posisi semula  


34. Lapisan bahan organik diperlukan dalam pembuatan kaleng untuk hal berikut kecuali 


 A. Mencegah interaksi bahan pangan dengan logam  

 B. Mencegah perubahan kadar air yang tidak diinginkan  

 C. Mempertahankan daya tarik dan memperbaiki penampakan  

 D. Memperpanjang umur simpan bahan pangan


35. Kadar air suatu bahan pangan dapat dinyatakan sebagai persentasi air berdasarkan 


 A. Berat basah sebagai m = berat air dalam bahan / berat padatan

 B. Berat kering sebagai M = berat basah / berat air dalam bahan  

 C. Berat basah sebagai m = berat air dalam bahan / berat total  

 D. Berat kering sebagai M = berat air dalam bahan / berat padatan  


36. Pada pengeringan bahan pangan dikenal istilah berikut kecuali


 A. Pindah panas konveksi ke massa dengan laju pindah panas sebanding dengan selisih suhu fluida dan permukaan  

 B. Pindah massa ke luar membutuhan energi untuk menguapkan air berbanding terbalik dengan massa yang diuapkan  

 C. Massa air bahan pangan yang dipindahkan persatuan waktu berbanding terbalik dengan panas laten penguapan

 D. Kadar air kering suatu bahan pangan sama dengan 33.3% maka kadar air basah bahan tersebut adalah 25%  


37. Pada aplikasi pengeringan buah-buahan dan sayuran maka dijumpai pembuatan produk pangan berikut


 A. Pembuatan jamur merang kering dengan freeze drying setelah di blanzir dan di sulfitasi  

 B. Pembuatan pisang sale dengan kabinet dryer antara 40 - 70oC hingga kadar air 7%  

 C. Pembuatan manisan pepaya dengan kabinet dryer setelah diblanzir air mendidih dan air gula  

 D. Pembuatan kentang kering dengan tunnel dryer pada suhu 70oC kadar air 15%


38. Berikut adalah alat pengering yang dapat digunakan untuk mengeringkan buah-buahan dan sayuran kecuali 


 A. Spray dryer mengeringkan dengan penyemprotan dilengkapi fan, atomizer, sistem pemisah dan pengumpul produk

 B. Freeze dryer mengeringkan bahan dengan sublimasi dan menghasilkan produk instan yang mudah teroksidasi

 C. Tray dryer mengeringkan bahan dengan pengering batch konveksi udara untuk pengeringan dalam jumlah besar  

 D. Pengering vakum mengeringkan bahan dengan tekanan rendah oleh pompa vakum yang memerlukan bahan pengering udara  


39. Alat pengeringan yang digunakan untuk bahan granula atau tepung yang mengeringkan bahan dengan cara mensuspensi bahan ke dalam aliran udara yang dipanaskan adalah: 


 A. Pengering drum  

 B. Pengering konveyor kontinu

 C. Pengering pneumatik  

 D. Pengering tunnel


40. Penggunaan komponen aktif berikut sebaga bahan pengawet memberikan efek pengawetan pada bahan kecuali


 A. Garam yang dapat menurunkan niali aktivitas air bahan sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri  

 B. Asam asetat dan laktat yang menaikkan pH bahan sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri  

 C. Gula yang dapat mengikat air sehingga menurunkan nilai aw bahan dan dapat mencegah pertumbuhan bakteri  

 D. Asam sitrat, benzoat dan sorbat yang menurunkan pH sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri  


41. Pada pembuatan sauerkraut, penambahan garam pada rajangan kubis mempunyai peranan yang penting dalam proses fermentasinya dimana: 


 A. Penambahan garam yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kesegaran sayuran kubis terjaga  

 B. Penambahan garam yang terlalu banyak dapat menyebabkan pertumbuhan khamir aerobik  

 C. Penambahan garam terlalu sedikit dapat menghambat pertumbuhan asam laktat heterofermentatif  

 D. Penambahan garam berlebih dan suhu yang tepat dapat menghasilkan sauerkraut yang superior  


42. Pembuatan pikel dilakukan dengan pemberian garam dalam jumlah tertentu yang dicampurkan secara merata pada bahan dimana: 


 A. Perendaman dalam larutan garam untuk pikel zaitun dan kembang kol  

 B. Derajat salometer menyatakan persen kejenuhan air garam per berat bahan  

 C. Perendaman dalam larutan garam untuk membuat pikel wortel dan sledri  

 D. Penyempurnaan fermentasi pikel dilakukan oleh species Lactobacillus  


43. Berikut hal-hal yang terkait dengan minuman anggur sebagai hasil fermentasi buah anggur kecuali: 


 A. Dibedakan red table wine, white table wine, appetizer wine, dessert wine dan sparking wine  

 B. Untuk menekan pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme ditambahkan sulfit atau sulfur dioksida  

 C. Untuk mendapatkan wine yang jernih dicapai hanya dengan memisahkan wine dari endapannya  

 D. Kerusakan wine dapat terjadi karena kekeruhan oleh timah dan tembaga, serta endapan besi fosfat  


44. Diantara jenis manisan buah yang dihasilkan dikenal: 


 A. Marmalade dibuat dari potongan buah dilembutkan seperti jeli yang dicampur potongan buah  

 B. Jam yang dibuat dari sari buah yang dipekatkan, jernih, bebas dari pulp dan benda asing  

 C. Jeli yang dibuat dari cacahan atau gilingan buah yang dihaluskan dan dipekatkan, serta jernih  

 D. Madu buah yang dibuat dari buah berpulp yang dimasak sampai konsistesinya halus dan lunak  


45. Pada penggunaan tambahan makanan dalam pengawetan dan perbaikan mutu bahan pangan hortikultura dijumpai hal-hal berikut kecuali:


 A. Pengaturan penggunaan BTM dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI dan Codex Alimentarius  

 B. Dibenarkan penggunaan bahan tambahan makanan untuk penampilan warna produk yang mencolok  

 C. Efektifitas bahan pengawet ditetukan oleh macam dan konsentrasinya, jenis dan populasi mikroba  

 D. Jenis pewarna makan yang diperbolehkan digunakan diatur dalam SK Menteri Kesehatan RI  



Untuk mengetahui jawabannya silahkan buka halaman Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Penanganan Dan Pengolahan Hasil Hortikultura PANG4226



Sumber Latihan Mandiri Universitas Terbuka


Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Analisis Pangan PANG4411

Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Analisis Pangan PANG4411

10:31:00 pm Add Comment

Sobat, salah satu cara untuk mengukur kemampuan kita dalam menyerap materi adalah dengan mengerjakan soal latihan. Setelah anda mengerjakan Soal Latihan Mandiri Analisis Pangan PANG4411 Universitas Terbuka yang berisi 45 soal pilihan ganda. Berikut adalah Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Analisis Pangan PANG4411, Untuk itu buka kertas yang berisi jawaban yang sudah anda kerjakan, silahkan periksa jawaban anda dan cocokan dengan kunci jawaban. Jika skor anda diatas 80% berarti anda sudah menguasai materi, jika skor anda dibawah 80% berarti anda harus membaca dan memahami materi kembali. Cara menghitung skor adalah: Jumlah jawaban benar dibagi jumlah soal dikali 100%.



Kunci Jawaban Soal No.1

A. Jawaban Anda salah karena bahan kimia, instrumen analisis, kondisi analisis, persiapan dan penarikan sampel bukan merupakan faktor dalam laboratorium yang mempengaruhi data analitik 

B. Jawaban Anda salah karena standar kalibrasi peralatan, komputasi data, analisis data temuan dan kalibrasi instrumen bukan merupakan faktor dalam laboratorium yang mempengaruhi data analitik 

C. Jawaban Anda benar karena penarikan dan persiapan sampel, Instrumen analisis, kondisi analisis dan komputasi data merupakan faktor dalam laboratorium yang mempengaruhi data analitik 

D. Jawaban Anda salah karena bahan kimia, standar kalibrasi, instrumen analisis, kondisi analisis dan komputasi data bukan merupakan faktor dalam laboratorium yang mempengaruhi data analitik 


Kunci Jawaban Soal No.2

A. Jawaban Anda salah. karena memang benar perhitungan nilai rata-rata untuk mengetahui data yang paling mendekati nilai sebenarnya

B. Jawaban Anda salah. karena memang benar perhitungan nilai rata-rata ditentukan dengan persamaan  

C. Jawaban Anda salah. karena memang benar perhitungan nilai rata-rata cara yang terbaik untuk mengambil data dari satu analisis 

D. Jawaban Anda benar. karena suatu yang salah bila perhitungan nilai rata-rata dianggap kurang mewakili keseluruhan data yang didapat 


Kunci Jawaban Soal No.3

A. Jawaban Anda salah. karena Air terikat yang disebut juga sebagai kadar air bukan tipe air yang berpengaruh pada pengendalian mikroba 

B. Jawaban Anda salah karena Air multilayer merupakan air yang terikat pada molekul air monolayer, lebih mudah dihilangkan melalui pengeringan  atau penguapan dibandingkan air monolayer 

C. Jawaban Anda benar. karena air bebas yang dilambangkan juga sebagai aw merupakan tipe air yang berpengaruh pada pengendalian mikroba 

D. Jawaban Anda salah. karena Air monolayer yang terikat pada komponen bahan pangan secara kimia melalui ikatan hidrogen atau ikatan ionik dengan komponen bahan pangan, sulit dibekukan dan dihilangkan dengan proses pengeringan 


Kunci Jawaban Soal No.4

A. Jawaban Anda salah. Karena penguapan air dengan menggunakan oven vakum pada analisis kadar air berlangsung pada 60-70C 

B. Jawaban Anda benar. karena pada analisis air dengan metode pengeringan tidak selalu dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara luar 

C. Jawaban Anda salah. Karena penguapan air dengan menggunakan oven udara pada analisis kadar air berlangsung pada 100C 

D. Jawaban Anda salah. karena analisis air dengan metode pengeringan dipengaruhi oleh kecepatan pergerakan udara ruang pengering 


Kunci Jawaban Soal No.5

A. Jawaban Anda salah karena Metode desikasi kimia menganalisis air dengan menggunakan bahan kimia yang mempunyai daya serap air yang tinggi. 

B. Jawaban Anda salah karena Metode termogravimetri menganalisis kadar air bahan dengan bantuan panas yang perubahan berat bahan karena kehilangan air dicatat oleh neraca termal 

C. Jawaban Anda salah karena Metode destilasi langsung didasarkan pada penggunaan cairan dengan titik didih lebih tinggi dari air, yang dapat atau tidak dapat bercampur dengan air 

D. Jawaban Anda benar karena persepsi gustatori adalah persepsi yang terbentuk karena bahan terlarut air dalam mulut 


Kunci Jawaban Soal No.6

A. Jawaban Anda salah karena penentuan kadar air menggunakan metode spektroskopi inframerah dilakukan berdasarkan sifat bahwa masing-masing senyawa yang memiliki spektrum penyerapan inframerah sangat baik 

B. Jawaban Anda benar karena metode konduktivitas DC dan AC merupakan metode analisis kadar air yang didasarkan pada pengukuran tahanan yang ditimbulkan dari bahan pangan yang mengandung air 

C. Jawaban Anda salah karena metode konstanta dielektrik didasarkan pada karakteristik konstanta dielektri suatu bahan pangan yang berbanding lurus dengan kadar airnya untuk kisaran kadar air yang rendah sampai 30% 

D. Jawaban Anda salah karena penentuan kadar air dengan metode penyerapan gelombang mikro merupakan metode yang memanfaatkan sifat dwikutub molekul air dan mampu menyerap beberapa ribu kali lebih banyak energi gelombang mikro dibanding bahan kering manapun dalam volume yang sama 


Kunci Jawaban Soal No.7

A. Jawaban Anda benar karena penambahan beberapa tetes minyak zaitun pada bahan yang telah kering merupakan cara yang tepat untuk menganalisis kadar abu dari bahan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi 

B. Jawaban Anda salah karena pengabuan fraksi larut air dan tidak larut air dilakukan secara terpisah dilakukan untuk sampel dengan kadar protein tinggi 

C. Jawaban Anda salah karena penambahan cottonwoll untuk mencegah timbulnya muncratan sampel bahan jam atau jeli 

D. Jawaban Anda salah karena penambahan asam-asam sulfat dan klorat digunakan untuk bahan yang kaya akan aluminium dan silika 


Kunci Jawaban Soal No.8

A. Jawaban Anda salah karena metode titrasi tidak didasarkan pada kemampuan mengendap dari mineral bahan 

B. Jawaban Anda salah karena metode titrasi tidak didasarkan pada kemampuan mengikat senyawa amonium fosfat 

C. Jawaban Anda salah karena metode titrasi tidak didasarkan pada kemampuan melarut dalam asam klorida encer 

D. Jawaban Anda benar karena metode titrasi didasarkan pada kemampuan membentuk ikatan dengan EDTA 


Kunci Jawaban Soal No.9

A. Jawaban Anda salah karena pada pemeriksaan metode AAS tidak terjadi emisi gelombang oleh logan mineral diukur pada berbagai panjang gelombang 

B. Jawaban Anda salah karena pada pemeriksaan metode AAS, sampel yang disebarkan tidak hanya yang diperoleh dari pengabuan kering namun hasil pengabuan basah juga dapat dilakukan pengukuran menggunakan metode AAS 

C. Jawaban Anda benar karena Analisis kandungan mineral suatu bahan pangan juga dapat ditentukan dengan metode AAS, yaitu dengan menyebarkan larutan sampel dari pengabuan ke dalam nyala api pada alat AAS 

D. Jawaban Anda salah karena pada pemeriksaan metode AAS, sampel yang disebarkan tidak hanya yang diperoleh dari pengabuan basah namun hasil pengabuan kering juga dapat dilakukan pengukuran menggunakan metode AAS 


Kunci Jawaban Soal No.10

A. Jawaban Anda salah. karena memang benar protein memiliki sifat fungsional sebagai bahan pengemulsi, pembentuk gel dan buih, penyerap lemak 

B. Jawaban Anda salah. karena memang benar protein dalam bahan pangan dibedakan protein globular larut air, protein serat dan protein konyugasi 

C. Jawaban Anda salah. karena memang benar gugus R pada protein membedakan nonpolar, polar tak bermuatan, polar bermuatan positifv atau negativ 

D. Jawaban Anda benar. karena protein memiliki satu gugus amin (-NH2) bersifat basa dan satu gugus karboksil (-COOH) bersifat asam dan bukan sebaliknya 


Kunci Jawaban Soal No.11

A. Jawaban Anda salah karena % protein dalam contoh bukan 2.23 % 

B. Jawaban Anda benar karena % protein dalam contoh adalah 12.7% ; %N = {(32 - 0.2) x 0.02N x 14.007 x 100}/400mg = 2.23% ; % Protein = 2.23% x 5.70 = 12.7% 

C. Jawaban Anda salah karena % protein dalam contoh bukan 8.92 % 

D. Jawaban Anda salah karena % protein dalam contoh bukan 25.42 % 


Kunci Jawaban Soal No.12

A. Jawaban Anda salah karena pada metode Lowry tidak terbentuk kompleks ikatan peptida dengan garan tembaga (Cu) dalam larutan alkal 

B. Jawaban Anda salah karena pada metode Lowry tidak terbentuknya komplek berwarna dari protein dengan pewarna amido black dan orange G 

C. Jawaban Anda benar karena pada metode Lowry ditandai dengan terbentuknya warna ungu dari kompleks ikatan peptida-Cu dan pereaksi Folin Ciocalteau 

D. Jawaban Anda salah karena pada metode Lowry tidak terbentuknya warna pink dari kompleks gugus amin protein susu dengan formaldehid 


Kunci Jawaban Soal No.13

A. Jawaban Anda benar. karena daya ikat air oleh protein bahan pangan tidak ditentukan oleh sifat adhesif, kohesif dan elastisitas 

B. Jawaban Anda salah karena memang benar daya ikat air oleh protein bahan pangan digunakan sebagai indeks kualitas bahan pangan 

C. Jawaban Anda salah.karena memang benar daya ikat air oleh protein bahan pangan berpengaruh terhadap tekstur dari bahan pangan 

D. Jawaban Anda salah. karena memang benar daya ikat air oleh protein bahan pangan dinyatakan sebagai indeks pengikatan air protein 


Kunci Jawaban Soal No.14

A. Jawaban Anda salah. karena stabilitas emulsi yang terbentuk oleh isolat protein bukan dinyatakan sebagai jumlah lemak yang masih dapat diikat yang tidak pecahnya emulsi 

B. Jawaban Anda benar. karena stabilitas emulsi yang terbentuk oleh isolat protein dinyatakan sebagai seberapa lama isolat protein dapat menstabilkan emulsi lemak-air 

C. Jawaban Anda salah. karena stabilitas emulsi yang terbentuk oleh isolat protein bukan dinyatakan sebagai jumlah protein yang terdapat pada supernatan yang dicari kadarnya 

D. Jawaban Anda salah. karena stabilitas emulsi yang terbentuk oleh isolat protein bukan dinyatakan sebagai besarnya volume emulsi yang terbentuk dalam buffer sitrat-fosfat 


Kunci Jawaban Soal No.15

A. Jawaban Anda salah. karena memang benar analisis kualitatif kandungan karbohidrat dapat dilakukan dengan uji Fenol untuk menetapkan kadar laktosa dalam susu atau keju 

B. Jawaban Anda salah. karena memang benar analisis kualitatif kandungan karbohidrat dapat dilakukan dengan uji Selwanoff untuk membedakan antara gula ketosa dan gula aldosa 

C. Jawaban Anda salah. karena memang benar analisis kualitatif kandungan karbohidrat dapat dilakukan dengan uji Anthrone untuk menganalisis total karbohidrat dalam campuran gula 

D. Jawaban Anda benar. karena analisis kualitatif kandungan karbohidrat tidak dapat dilakukan dengan uji Molisch yang dapat menghasilkan pentosa 


Kunci Jawaban Soal No.16

A. Jawaban Anda salah karena menganalisis serat kasar bahan tidak dapat dilakukan dengan menentukan kadar ADF (total selulosa dan lignin) 

B. Jawaban Anda benar karena menganalisis serat makanan dapat dilakukan dengan menentukan NDF (total selulosa, hemiselulosa dan lignin) 

C. Jawaban Anda salah karena menganalisis serat kasar tidak dapat dilakukan dengan menentukan kadar NDF (total selulosa, hemiselulosa dan lignin) 

D. Jawaban Anda salah karena menganalisis serat makanan tidak dapat dilakukan dengan menentukan NDF dengan perlakuan asam dan basa kuat 


Kunci Jawaban Soal No.17

A. Jawaban Anda salah karena memang benar banyak asam lemak esensial dalam marine oil (alga, ganggang dan ikan) merupakan karakter dari lipida 

B. Jawaban Anda salah karena memang benar PUFA pada marine oil terdiri dari: EPA, DHA, DPA dan asam arakidonat karakter dari lipida 

C. Jawaban Anda benar karena tidak benar jika lipida dibedakan dalam 4 grup minyak nabati yaitu: laurat, palmitat, oleat dan linoleat 

D. Jawaban Anda salah karena memang benar lipida dibedakan sebagai lipida sederhana, lipida majemuk dan turunan lipida 


Kunci Jawaban Soal No.18

A. Jawaban Anda benar. karena metode Babcock tidak dapat digunakan untuk penentuan lemak dari bahan emulsi 

B. Jawaban Anda salah. karena memang benar pada metode Babcock penetuan kadar lemaknya dalam satuan volume 

C. Jawaban Anda salah. karena memang benar pada penentuan kadar lemak dengan metode Babcock digunakan asam kuat sebagai pemecah emulsi 

D. Jawaban Anda salah. karena memang benar kadar lemak bahan ditentukan dengan melihat skala pada bagian atas botol Babcock 


Kunci Jawaban Soal No.19

A. Jawaban Anda salah karena penentuan kerusakan minyak/lemak berdasarkan sifat fisiknya tidak dapat ditentukan dengan melihat titik leleh yang biasa dilakukan dengan metode tabung kapiler terhadap minyak nabati 

B. Jawaban Anda salah karena penentuan kerusakan minyak/lemak berdasarkan sifat fisiknya tidak dapat ditentukan dengan uji Crismer untuk berat jenis minyak/lemak suhu tertentu sebagai DT+6,4.10-4(T-25C) 

C. Jawaban Anda salah karena penentuan kerusakan minyak/lemak berdasarkan sifat fisiknya tidak dapat ditentukan dengan penentuan densitas dengan metode piknometer pada suhu 25C sebagai (W  W) / W 

D. Jawaban Anda benar karena penentuan kerusakan minyak/lemak berdasarkan sifat fisiknya dapat ditentukan dengan uji Valenta terhadap turbidity point lemak hewani untuk mengetahui tingkat kemurniannya 


Kunci Jawaban Soal No.20

A. Jawaban Anda salah karena nilai densitas tidak dapat ditetukan dari data yang ada . Diperlukan berat piknometer dan berat air yang digunakan untuk penentuan nilai densitas sampel 

B. Jawaban Anda benar karena bilangan iod memang dapat ditentukan dengan data yang ada. Bilangan Iod yang dapat dicari dengan persamaan = {(34.7 - 9.5) x 0.1 x 12.691} / 0.4 = 79.95 g iod/100g sampel ~ 80 g iod/100g sampel   

C. Jawaban Anda salah karena nilai berat jenis sampel tidak dapat ditetukan dari data yang ada. Diperlukan nilai densitas sampel untuk menentukan nilai berat jenis sampel 

D. Jawaban Anda salah karena derajat ketidak jenuhan minyak/lemak memang dapat ditentukan dengan menghitung bilangan iodnya tapi bila bilangan iodnya 80 g iod/100g sampel maka nilai ketidakjenuhan sampel menjadi 8 g iod/kg sampel 


Kunci Jawaban Soal No.21

A. Jawaban Anda benar. karena bilangan asam dari lemak suatu bahan pangan tidak dapat ditentukan dengan cara dihubungkan dengan proses hidrogenasi lemak/minyak sampel bahan 

B. Jawaban Anda salah. karena memang benar bilangan asam dari lemak suatu bahan pangan dapat ditentukan berdasarkan reaksi penyabunan lemak bahan dengan KOH atau NaOH 

C. Jawaban Anda salah. karena memang benar bilangan asam dari lemak suatu bahan pangan juga dapat ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri 

D. Jawaban Anda salah. karena memang benar bilangan asam dari lemak suatu bahan pangan dapat ditentukan berdasarkan absorbansi pada panjang gelombang 715 nm 


Kunci Jawaban Soal No.22

A. Jawaban Anda salah karena penentuan bilangan peroksida lemak/minyak tidak dapat dilakukan dengan metode IUPAC, mereaksikan hidroperoksida dengan potassium iodine dan katalis asam 

B. Jawaban Anda salah karena penentuan bilangan peroksida lemak/minyak tidak dapat dilakukan dengan metode Mikro dengan mengukur jumlah iod yang dilepaskan KI melalui oksidasiperoksida 

C. Jawaban Anda benar karena penentuan bilangan peroksida lemak/minyak dapat dilakukan dengan metode Ferry Tiosianat yang mengukur absorbansi bahan pada panjang gelombang 500 nm 

D. Jawaban Anda salah karena penentuan bilangan peroksida lemak/minyak tidak dapat dilakukan dengan metode Kolorimetri dengan mengukur jumlah iod yang dibebaskan oleh senyawa peroksida 


Kunci Jawaban Soal No.23

A. Jawaban Anda salah. karena memang benar pengukuran warna secara obyektif menggunakan tiga parameter warna: kromatik, akromatik dan intensitas 

B. Jawaban Anda benar. karena hasil persepsi dari rangsangan warna bahan pada mata merupakan pengukuran warna secara subyektif dan bukan obyektif 

C. Jawaban Anda salah. karena memang benar sifat bahan terhadap cahaya menjadi prinsip penggunaan instrumen pengukuran warna secara obyektif 

D. Jawaban Anda salah. karena memang benar pengukuran warna secara obyektif pada prinsipnya ditentukan berdasarkan radiasi gelombang elektromagnetik 


Kunci Jawaban Soal No.24

A. Jawaban Anda salah. karena memang benar pengukuran warna dilakukan untuk menentukan pengaruh dari: ingredien, pengolahan dan konsistensi warna yang ditambahkan 

B. Jawaban Anda benar. karena pengukuran dengan spektrofotometer dilakukan pada panjang gelombang sinar tampak 380-770 nm dan bukan di atas 770 nm 

C. Jawaban Anda salah. karena memang benar pengukuran bahan dengan kolorimeter menghasilkan nilai positif, berarti warna bahan lebih putih dari standar 

D. Jawaban Anda salah. karena memang benar penentuan warna sintetis pada bahan pangan didasarkan pada kekhasannya terhadap beberapa pelarut 


Kunci Jawaban Soal No.25

A. Jawaban Anda salah. karena memang benar cairan Newtonian tidak memiliki sifat pseudoplastis 

B. Jawaban Anda salah. karena memang benar cairan Newtonian umumnya merupakan cairan yang encer 

C. Jawaban Anda benar. Pernyataan c adalah pengecualian karena cairan Newtonian kekentalan yang tetap dantidak berubah karena pengadukan 

D. Jawaban Anda salah. karena memang benar cairan Newtonian memiliki nilai parameter reologi n =1, k = , t = 0 


Kunci Jawaban Soal No.26

A. Jawaban Anda salah. karena V = 50/{p(0.4)2} = 0.9943 m/detik ; Maka Visikositas cairan = Visikositas apparent = a = DPR2/(8L?) = 700(0.004)2/{8(0.3)0.9943}= 0.004693 

B. Jawaban Anda salah. karena V = 50/{p(0.4)2} = 0.9943 m/detik ; Maka Visikositas cairan = Visikositas apparent = a = DPR2/(8L?) = 700(0.004)2/{8(0.3)0.9943}= 0.004693 

C. Jawaban Anda benar. karena V = 50/{p(0.4)2} = 0.9943 m/detik ; Maka Visikositas cairan = Visikositas apparent = a = DPR2/(8L?) = 700(0.004)2/{8(0.3)0.9943}= 0.004693 

D. Jawaban Anda salah. karena V = 50/{p(0.4)2} = 0.9943 m/detik ; Maka Visikositas cairan = Visikositas apparent = a = DPR2/(8L?) = 700(0.004)2/{8(0.3)0.9943}= 0.004693 


Kunci Jawaban Soal No.27

A. Jawaban Anda salah. karena ? = 50/{p(0.4)2} = 0.9943 m/detik ; Visikositas cairan = Visikositas apparent = ? = 4?/R = 4(0.9943)/(0.004}= 99.43 s 1 

B. Jawaban Anda benar. karena ? = 50/{p(0.4)2} = 0.9943 m/detik ; Visikositas cairan = Visikositas apparent = ? = 4?/R = 4(0.9943)/(0.004}= 99.43 s 1 

C. Jawaban Anda salah. karena ? = 50/{p(0.4)2} = 0.9943 m/detik ; Visikositas cairan = Visikositas apparent = ? = 4?/R = 4(0.9943)/(0.004}= 99.43 s 1 

D. Jawaban Anda salah. karena ? = 50/{p(0.4)2} = 0.9943 m/detik ; Visikositas cairan = Visikositas apparent = ? = 4?/R = 4(0.9943)/(0.004}= 99.43 s 1 


Kunci Jawaban Soal No.28

Ruang lingkup dari Good Laboratory Parctices (GLP) adalah organisasi personalia dan pengoperasian fasilitas pengujian. Pengontrolan dan penjaminan mutu data tidak termasuk dalam ruang lingkup GLP. 

Jadi jawaban yang benar adalah 1 dan 2 (A)


Kunci Jawaban Soal No.29

Kesalahan yang terjadi dalam analisis dapat dikategorikan sebagai kesalahan acak yang diakibatkan oleh keterbatasan ketelitian yang tidak dapat dihindari tapi dapat dikurangi dengan mengulang analisis. Sementara hasil analisis yang menyimpang satu sama lain dari berbagai sampel berbeda bukan merupakan kesalahan yang dapat terjadi dalam analisis karena masing-masing jenis sampel memiliki hasil analisis yang spesifik yang berbeda satu sama lainnya. 

Jadi jawaban yang benar adalah 1 dan 3 (B)


Kunci Jawaban Soal No.30

Penyajian data komposisi suatu bahan pangan dapat ditampilkan berdasarkan komponen yang paling dominan dalam bahan pangan atau harus dinyatakan dalam keadaan bebas air dan kemampuan mereduksi Cu-tartarat oleh karbohidrat, tapi tidak berdasarkan perbandingan berat basah bahan karena sifatnya yang tidak stabil 

Jadi jawaban yang benar adalah 2 dan 3 (C). 


Kunci Jawaban Soal No.31

Analisis kadar air dengan metode Karl Fisher pada dasarnya dilakukan dengan tehnik titrasi air yang ada pada sampel bahan, menggunakan titran pereaksi Karl Fisher, dan selama proses titrasi terjadi reduksi iodin oleh sulfur dioksida dengan adanya air 

Jadi jawaban yang benar adalah 1, 2 dan 3 benar semua (D). 


Kunci Jawaban Soal No.32

Analisis kadar air dengan metode sonic dan ultrasonic dilakukan berdasarkan pada kemampuan molekul air dalam menyerap energi sonic dan ultrasonic dan derajat penyerapannya bergantung pada jumlah air yang terkandung dalam bahan sampel, bukan pada sifat-sifat nuklir atom H dan O dari molekul air bahan. 

Jadi jawaban yang benar adalah 1 dan 2 (A). 


Kunci Jawaban Soal No.33

Keberadaan mineral dalam bahan pangan diantaranya dibedakan berdasarkan jumlah kebutuhan tubuh manusia, yaitu: mineral makro yang dibutuhkan 100 mg/hari seperti Ca, Na, P, S dan Cl; mineral mikro yang dibutuhkan beberapa mg/hari seperti Fe, Zn, Cu dan F. Jadi keberadaan mineral dalam bahan pangan bukan dibedakan berdasarkan esensi mineral yang dibutuhkan oleh tubuh tapi dibedakan berdasarkan jumlahnya yang diperlukan tubuh. 

Jadi jawaban yang benar adalah 2 dan 3 (C). 


Kunci Jawaban Soal No.34

Analisis kadar abu bahan pangan dapat dilakukan dengan metode pengabuan basah yaitu: Didasarkan pada oksidasi komponen organik bahan dengan oksidator kimia dan digunakan untuk menentukan mineral mikro (trace element) atau mineral toksik. Namun penambahan asam perklorat tidak dapat dilakukan untuk memperlambat dekstruksi 

Jadi jawaban yang benar adalah 2 dan 3 (C). 


Kunci Jawaban Soal No.35

Penentuan kadar besi suatu bahan pangan dapat dilakukan dengan metode kolorimetri, yaitu: mengkonfersi besi dari bentuk fero menjadi feri, feritiosianat yang terbentuk diukur absorbansinya, dan diperiksa pada spektrofotometer dengan ? = 512 nm dan bukan pada ? = 300 

Jadi jawaban yang benar adalah 1 dan 2 (A). 


Kunci Jawaban Soal No.36

Komponen pangan karbohidrat dikelompokkan sebagai: monosakarida yang dapat memiliki gugus funsional aldehid atau keton; disakarida yang terdiri dari dua monosakarida yang berikatan glikosidik; dan polisakarida seperti pati terdiri dari 2 makromolekul amilosa dan amilopektin 

Jadi jawaban yang benar adalah 1, 2 dan 3 benar semua (D). 


Kunci Jawaban Soal No.37

Analisis total gula bahan pangan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:Berdasarkan sifat refraksi gula, dan total gula dinyatakan dalam satuan Brix, dengan metode Anthrone yang memiliki prinsip penentuan secara kolorimetri. Namun berdasarkan sifat optik larutan, dan total gula tidak dapat ditentukan oleh derajat polarisasi 

Jadi jawaban yang benar adalah 1 dan 2 (A)


Kunci Jawaban Soal No.38

Metode Lane-Eynon merupakan metode untuk menentukan kadar gula pereduksi suatu bahan berdasarkan: Penetapan gula bahan secara volumetrik dengan titrasi, Kemampuan gula bahan mereduksi Cu (II) menjadi Cu (I). Namun tidak dengan dengan cara pengurangan: total gula sesudah inverse dikurangi total gula bahan 

Jadi jawaban yang benar adalah 2 dan 3 (C). 


Kunci Jawaban Soal No.39

Penentuan total pati dan kandungan amilosa bahan pangan dapat dilakukan dengan: menghidrolisis pati secara sempurna dengan asam atau enzim a-amilase dan glukoamilase; dengan iod untuk penentuan kandungan amilosa berdasarkan pembentukan komplek berwarna biru; Lane-Eynon untuk penetapan total pati berdasarkan kandungan glukosa dengan faktor konversi 0.9 

Jadi jawaban yang benar adalah 1, 2 dan 3 benar semua (D). 


Kunci Jawaban Soal No.40

Pada penetapan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, dengan penentuan kadar substansi pektat dilakukan: berdasarkan pada reaksi substansi pektat dengan O-hidroksi difenil, berdasarkan pada intensitas warna terbentuk yang diukur pada l 520 nm. Tapi tidak dengan larutan NDF dan asam sulfat, sampel diekstrak dan dihidrolisa 

Jadi jawaban yang benar adalah 1 dan 2 (A). 


Kunci Jawaban Soal No.41

Penentuan komposisi asam lemak suatu bahan pangan dapat dilakukan dengan metode Gas Kromatografi yang memiliki ketentuan: didasarkan pada sifat volatilitas masing-masing komponen, partisi komponen diantara fase gerak dan fase diam, dan membandingkan RRT sampel dan standar eksternal 

Jadi jawaban yang benar adalah 1, 2 dan 3 benar semua (D). 


Kunci Jawaban Soal No.42

Dikenal tiga sistem notasi warna yang sering digunakan yang dapat saling dikonfersikan yaitu: ICI, yang didasarkan pada prinsip bahwa semua jenis warna dapat dibentuk dari 3 warna dasar, Munsel, dimana pengukuran warna didasarkan pada kromatik, kecerahan dan intensitas warna, dan Hunter, pengukuran warna secara obyektif, cepat, mudah dan mudah dikonversikan ke notasi lain 

Jadi jawaban yang benar adalah 1, 2 dan 3 benar semua (D). 


Kunci Jawaban Soal No.43

Berdasarkan sifat reologi bahan pangan maka: Bahan bersifat plastik tidak akan bergerak hingga yield stress tercapai; Bahan padat tidak mengalami deformasi bila ada gaya yang mengenainya; Bahan cair bergerak bila daya alir berbanding lurus dengan gaya yang diberikan 

Jadi jawaban yang benar adalah 1, 2 dan 3 benar semua (D). 


Kunci Jawaban Soal No.44

Pengukuran sifat reologi bahan pangan dapat dilakukan dengan cara berikut: Kekerasan bahan dengan memberikan gaya tekan pada bahan hingga bahan patah atau hancur Kelengketan bahan dengan menekan bahan dengan probe dan mengangkatnya kembali. Tapi untuk Analisis profil tekstur bahan tidak dilakukan dengan cara memberikan gaya tarik hingga bahan putus 

Jadi jawaban yang benar adalah 1 dan 3 (B). 


Kunci Jawaban Soal No. 45

Dikenal ada tiga peralatan yang dapat digunakan untuk menentukan sifat viskoelastis bahan dan produk pangan, yaitu: Dengan Farinograph dapat ditentukan peak time, indeks toleransi adonan, departur time dan arrival time; Dengan Ekstensograph dapat ditentukan kemampuan rentang adonan, luasan dibawah kurva dan nilai rasio. Sedangkan dengan menggunakan Barbender Viscograph dapat ditentukan bukan stabilitas adonan dan pengembangan adonan, tapi untuk menentukan profil viskositas dan kemampuan membentuk gel dari pati 

Jadi jawaban yang benar adalah 2 dan 3 (C). 



Sumber Latihan Mandiri Universitas Terbuka