Loading...
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat sebuah Karya Ilmiah

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat sebuah Karya Ilmiah

6:30:00 am Add Comment
Dalam membuat sebuah karya ilmiah atau karil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal ini dilakukan agar karya ilmiah yang dibuat lebih mudah dibuat, adapun hal yang harus diperhatikan adalah: Pemilihan topik, Pembuatan Latar belakang permasalahan, Perumusan masalah, Kajian Pustaka, pembahasan, Penutup dan Abstrak

Pemilihan topik/tema:
Untuk memilih dan menemukan  topik, bisa dilakukan dengan  mempertimbangkan hal berikut:
1. pengalaman pribadi dan kehidupan sehari-hari
2. media massa
3. kebutuhan memecahkan masalah
 
Pembuatan latar belakang permasalahan
Latar belakang masalah  menyajikan gambaran yang dapat menjelaskan mengapa  kita melakukan peneltian atau mengupas tentang suatu fenomena.  Biasanya diuraikan dalaam bentuk deduksi, yaitu dimulai dengan hal yang umum  dan diakhiri dengan pembatasan masalah. Ada dua model yang dapat digunakan  di dalam  membuat latar belakang masalah, yaitu :
 
1. menguraikan adanya kesenjangan antara kondisi nyata  dengan kondisi  ideal; Contoh: jika ingin menggambarkan  tentang kondisi kartu sehat di Indonesia, maka dapat digambarkan tentang kondisi nyata masyarakat miskin  di Indonesia yang semakin meningkat dan adanya ketimpangan pelayanan antara masyarakat miskin dan yang kaya ketika meminta pelayanan kesehatan. Uraian ini kemudian dibandingkan dengan norma atau aturan yang berlaku umum, yaitu hak warga negara  untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa pandang bulu, serta kebijakan pemerintah di bidang kesehatan.

2. menggambarkan perkembangan teori atau suatu kondisi obbjektif tanpa membandingkannya dengan kondisi normatif.  Misalnya masih tentang kondisi kartu sehat di Indonesia, kita hanya mennggambarkan karakteristik suatu gejala secara lebih rinci. Misalnya jumlah orang miskin yang semakin meningkat, serta pelayanan yang  buruk  dalam bidang kesehatan, tanpa membandingkannya dengan norma atau aturan yang berlaku umum, yaitu hak warga negara  untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa pandang bulu, serta kebijakan pemerintah di bidang kesehatan.

Pada bagian ini, kita dapat memberikan gambaran kondisi objektif dengan menggunakan alat bantu 5W dan 1H, yaitu:
What;  yaitu: apa yang sedang terjadi
Who;  siapa yang mengalaminya
When;  kapan terjadinya
Where; dimana terjadinya
How:  Bagaimana terjadinya

Kelima alat bantu tersebut kita susun sebagai satu rangkaian  cerita yang tidak terpisah


Perumusan Masalah:
Pada dasarnya, perumusan masalah  merupakan penggambaran yang tidak terpisahkan dari paparan yang ada  pada latar belakang permasalahan.  Dalam bagian ini permasalahan sudah lebih terfokus.  Biasanya pada bagian akhir  dimunculkan dalam bentuk kalimat tanya. Contoh tentang kartu sehat tadi, di bagian ini digambarkan  tentang keluhan  masyarakat ketika mereka memanfaatkan kartu sehat. Bagian ini diakhiri dengan pertanyaan “bagaimana pemanfaatan kartu sehat  di puskesmas A?

Kajian pustaka
Kajian pustaka merupakan proses  kajian terhadap teori atau hasil studi terdahulu. Topiknya difokuskan pada  konsep utama yang kita gunakan. Kembali ke contoh kartu sehat maka, fokus kajian pustaka pada teori atau  hasil terdahulu  tentang  kebijakan  di bidang kesehatan dan pelayanan puskesmas.
Hasil dari kajian ini adalah formulasi dari konsep yang digunakan, dan teori apa yang tepat digunakan untuk menganalis fenomena yang kita angkat. Teori dan konsep utama inilah yang nantinya menjadi landasan berpikir kita dalam menganalisa permasalahan kita.


Pembahasan
Bagian ini merupakan inti dari sebuah artikel atau makalah ilmiah. Apa yang kita tuangkan dalam bagian ini tentunya tidak terlepas dari  rumusan masalah yang sudah kita buat. Lalu apa bedanya dengan rumusan masalah yang ada? Dalam bagian pembahasan, kita mulai menggunakan teori, atau kajian pustaka yang sudah kita buat untuk mengupas permasalahan yang ada.  Komponen ini yang sering kali terlupakan, karena kita asik dengan hanya menampilkan hasil temuan (data).  Materi pembahasan bisa bersumber dari hasil penelitian,  merujuk pada pemikiran dari ahli di bidangnya, atau juga hasil pemikiran kita sendiri yang didasarkan pada teori yang ada.  Tentunya keberadaan data empirik akan bermanfaat untuk mendukung argumentasi yang kita berikan. Data emiprik  bisa kita dapatkan dari data sekunder (hasil yang sudah diolah oleh orang lain) misalnya data dari Biro Pusat Statistik (BPS) maupun data primer (hasil pengamatan langsung).

Penutup
Bagian ini biasanya berisi tentang simpulan dan saran.
 
Simpulan
Apa sesungguhnya simpulan? Simpulan bukanlah ringkasan  atau rangkuman. Rangkuman  merupakan  serangkaian kalimat  yang dipersingkat  dari aslinya. Rangkuman memiliki sifat  netral  dari peniliaian.  Sedangkan, simpulan merupakan serangkaian kalimat  yang menunjukkan intisari  dari hasil analisa yang kita lakukan. Sifat dari sebuah  simpulan  didasarkan pada logika berpikir sehingga terbuka untuk diperdebatkan. Simpulan merupakan kebenaran ilmiah  yang didasarkan  pada asumsi teoritis, data empirik yang valid, serta kemampuan analisis.

Saran
Saran merupakan bagian yang berisi temuan jalan keluar dari suatu permasalahan. Saran dikemukakan dengan mengaitkan temuan dalam simpulan dan jika memungkinkan jalan keluarnya juga disampaikan.

Abstrak
Dalam setiap penulisan makalah ilmiah, artikel ilmiah, maupun laporan penelitian, perlu dibuat abstrak penelitian.

Abstrak
Merupakan gambaran  menyeluruh  mengenai isi tulisan yang dibuat secara ringkas  yang  berfungsi memberikan  gambaran kepada pembaca mengenai isi tulisan yang akan  dibacanya. Umumnya abstrak terdiri dari 150 hingga 200 kata.
Paragraf  pertama berisi nama penulis, judul tulisan, jumlah halaman, dan jumlah kepustakaan, yang dituliskan dalam satu rangkai kalimat.
Paragraf kedua berisi latar belakang mengapa tulisan  tersebut menarik.
Paragraf ketiga  berisi tujuan tulisan  dibuat dan bagaimana metode penulisan.
Paragraf terakhir  merupakan jawaban  atas tujuan tulisan tersebut dibuat.
Apa itu Plagiasi? Bagaimana Cara Menghindari Plagiasi

Apa itu Plagiasi? Bagaimana Cara Menghindari Plagiasi

6:25:00 am Add Comment
Apa itu Plagiasi?
Plagiasi atau sering disebut plagiat adalah tindakan atau perbuatan penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator. Singkat kata, plagiat adalah pencurian karangan milik orang lain. Dapat juga diartikan sebagai pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain yang kemudian dijadikan seolah-olah miliknya sendiri. Setiap karangan yang asli dianggap sebagai hak milik si pengarang dan tidak boleh dicetak ulang tanpa izin yang mempunyai hak atau penerbit karangan tersebut. Sesudah 2 × 24 jam berita surat kabar tersiar, maka seseorang dapat mengambil alih dengan syarat harus menyebutkan sumbernya (Wikipedia)

Seperti dari tulisan Sehat Ihsan Shadiqin di Kompasiana, berikut beberapa hal yang bisa disebut plagiasi :
  • ada sebuah artikel, lengkap dari judul hingga penutup atau daftar isi, lalu anda mengganti nama penulisnya dengan nama anda sendiri, seolah tulisan itu adalah tulisan anda. 
  • ada sebuah buku yang terdiri dari berbagai bab. Anda mengambil satu bab mengubahkanya menjadi makalah atas nama anda sendiri. 
  • ada sebuah hasil penelitian yang terdiri dari beberapa bab. Anda mengganti lokasi dan waktu penelitian. Sementara format, teori, metodologinya anda contek dari hasil penelitian tersebut dan anda mengatakan kalau itu hasil penelitian anda sendiri. 
  • ada sebuah tulisan, anda mengganti judulnya dengan judul lain tapi isinya sama saja, lalu anda mengatakan itu tulisan anda sendiri. Di manapun anda mengambil tulisan tersebut. 
  • ada satu atau beberapa paragraf yang anda ambil dari tulisan orang lain tanpa menyebut sumbernya. 
  • ada beberapa paragraf anda ambil dari tulisan orang lain tanpa mengubah bahasanya, meskipun di paragraf awal saja anda mengatakan kalau tulisan itu berasal dari tulisan orang lain, sementara paragraf lain tidak disebutkan lagi meskipun sumbernya sama, itu adalah plagiasi. 
  • anda mengutip tulisan orang lain satu paragraf panjang (lebih dari empat baris) namun tidak membuat tanda kutip atau memadatkan paragrafnya. 
  • ada sebuah “thesis” (kalimat kesimpulan) yang anda baca dari sebuah penelitian, atau sebuah perenungan akademik, lalu anda mengambil “tesis” itu (dengan bahasa yang sama atau tidak), lalu mengatakan itu adalah “thesis” anda sendiri. 
  • anda menyebut satu atau beberapa kata istilah untuk mengabstraksi sebuah realitas yang istilah itu belum lumrah dikenal dalam masyarakat, dan anda mengatakan istilah itu dari anda sendiri. 
  • anda mengambil sebagian atau seluruh tulisan anda sendiri yang pernah anda publikasi di tempat lain untuk melengakapi tulisan anda yang baru tanpa menyebut referensi tulisan yang sudah dipublikasi sebelumnya. 
  • anda meringkas sebuah buku menjadi sebuah makalah atau sebuah esai tanpa mengatakan nama buku yang anda jadikan sumbernya.

Tidak disebut Plagiasi, tapi anda tidak punya etika kalau:
  • membuat sebuah tulisan yang berasal dari kumpulan paragraf dari tulisan orang lain dengan menyebut sumbernya di setiap paragraf yang anda ambil. 
  • menulis sebuah paragraf atau sebuah kalimat yang merupakan milik anda sendiri, namun sumber informasi data dalam tulisan itu sesungguhnya anda peroleh dari sebuah tulisan lain. 
  • anda memiliki sebuah buku bahasa asing dan terjemahannya. Untuk memahami isi buku anda membaca terjemahannya, namun dalam kutipan tulisan anda merujuk pada buku aslinya.

Tidak disebut plagiasi kalau:
  • ada sebuah kalimat statemen umum yang semua orang tahu atau sudah lumrah diketahui, lalu anda mengambilnya. Seperti: “Indonesia adalah negara kepulauan”. 
  • mengungkapkan informasi geografis suatu tempat yang umum diketahui, atau informasi fisik yang tidak terbantahkan meskipun anda membaca dari tulisan orang lain. Seperti: “Aceh berada di ujung barat pulau Sumatera”. 
  • mengutip bulat-bulat ayat dari kitab suci tanpa mengatakan perusahaan yang mencetak kitab suci tersebut, atau siapa yang melayout dan mendesain tata letak isinya. 
  • menulis sebuah abstraksi dari kumpulan berbagai bacaan, pengalaman, pengamatan yang sudah tersimpan dalam memori pikiran anda.

Cara menghindari plagiasi

Menghindari plagiat. Mahasiswa UT harus berupaya sehati-hati dan seteliti mungkin agar tidak tersangkut kasus plagiarisme. Hal-hal yang harus Anda perhatikan antara lain:
 
1. Dilarang menyerahkan sebuah karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiah milik Anda sendiri.
 
2. Setiap pernyataan tentang suatu fakta, data, pemikiran, atau pendapat, yang bukan milik Anda, harus disertai dengan menuliskan sumber referensi, kecuali tentang sesuatu hal yang telah dianggap sebagai pengetahuan umum. Contoh:
o Indonesia merupakan negara kepulauan (tidak perlu referensi).

3. Setiap bagian dari makalah Anda yang merupakan kutipan langsung, yaitu menyebutkan secara tepat kalimat dari pengarang lain harus berada di dalam tanda petik, yang didahului oleh nama pengarang asli, tahun terbit, dan halaman publikasi di dalam tanda kurung. Contoh:
o Menurut Dick dan Carey (2009). “Perhaps the most critical event in the instructional design process is identifying the instructional goal” (p.15), atau
o “Perhaps the most critical event in the instructional design process is identifying the instructional goal” (Dick & Carey, 2009, p.15).

4. Gunakan kutipan langsung seminimal mungkin.
Jika Anda hanya mengambil ide dari sumber lain, sedangkan kalimat yang Anda kemukakan adalah kalimat Anda sendiri maka cukup disebutkan sumbernya, tanpa tanda petik. Contoh:
o Skinner (1945). menyebutkan bahwa ….., atau
o ……. (Skinner, 1945).

5. Dilarang menulis karya ilmiah yang merupakan gabungan dari beberapa karya ilmiah milik orang lain dengan hanya mengubah sedikit kalimat dan kata sambung. Walaupun sumber referensi telah disebut dengan benar, tetapi karya ilmiah tersebut bukan milik Anda.
 
6. Dilarang mengumpulkan atau mengunggah makalah yang sama yang telah Anda kumpulkan untuk tugas atau publikasi lain.
 
7. Dilarang membeli, meminjam, atau menggunakan makalah, artikel, skripsi, tesis, dan disertasi karya orang lain dan menjadikannya sebagai karya Anda.
 
8. Hindari meminjamkan karya ilmiah yang telah Anda tulis kepada teman lain apa pun alasannya, sebelum dipublikasikan melalui Jurnal Online UT. 




Contoh Karya Ilmiah (Karil) Sederhana

Contoh Karya Ilmiah (Karil) Sederhana

6:06:00 am Add Comment
Hai Sobat, membuat Karya Ilmiah (Karil) itu terkadang menjadi beban tersendiri bagi seseorang, karena itu akan kami berikan Contoh Karya Ilmiah Sederhana, dengan adanya contoh berikut semoga bisa meringankan beban dalam membuat Karil.


Abstrak:
Azis Sugihartono, kenakalan remaja: penyebab dan antisipasinya, 50 halaman, 4 bibliografi,

Dalam perkembangan hidup  manusia, masa remaja merupakan masa yang paling rawan. Pada masa ini, seseorang  sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan ini pun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Seringkali kesalahan ini menimbulkan kekesalan bagi lingkungan, yang pada gilirannya disebut sebagai kenakalan remaja.

Dengan demikian, tulisan ini akan melihat lebih jauh tentang faktor-faktor yang dapat menimbulkan kenaklaan remaja, serta bagaimana cara untuk menghindarkan seseorang untuk terlibat dalam kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah dengan mengumpulkan data sekunder, serta dengan menggunakan hasil pengamatan.

Dari hasil pengamatan dan data sekunder didapat kesimpulan bahwa remaja memang rawan dengan kenakalan. Kenakalan dapat datang dari berbagai segi, baik dari segi pergaulan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, penghargaan uang, dan perilaku seksual. Oleh karena itu, orang tua, masyarakat, sekolah, dan remaja itu sendiri harus mampu mengendalikan diri untuk menghindari berbuat negatif. Cara yang dilakukan, yaitu menumbuhkan rasa malu berbuat jahat dan takut akibat perbuatan jahat.




KENAKALAN REMAJA:PENYEBAB DAN ANTISIPASINYA

Latar Belakang
Masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan kemudian menjadi tua tidak lebih hanyalah merupakan suatu proses wajar dalam hidup yang berkesinambungan dari tahap-tahap pertumbuhan yang harus dilalui oleh seorang manusia. Setiap masa pertumbuhan memiliki ciri-ciri tersendiri. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Demikian pula dengan masa remaja. Masa remaja sering dianggap sebagai masa yang paling rawan dalam proses kehidupan ini. Masa remaja sering menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua. Padahal bagi remaja, masa ini adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya berkenan menerima remaja sebagaimana adanya. Jangan terlalu membesar-besarkan perbedaan. Orang tua hendaknya justru menjadi teladan di depan, di tengah membangkitkan semangat, dan di belakang mengawasi segala tindak-tanduk si remaja.
Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa (Ahmadi, 2006:112). Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang  remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan ini pun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan.
Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orang tuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. Kesalahankesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut.
a.Hal-hal apa sajakah yang dapat menyebabkan timbulnya kenakalan remaja?
b.Bagaimanakah kiat untuk menangkal agar terhindar dari pengaruh kenakalan remaja?


Pembahasan
Hasan (2005:79) mengatakan bahwa masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian yang khusus sejak dibentuknya suatu peradilan untuk anak-anak nakal tahun 1899 di Amerika Serikat. Dalam pandangan umum, kenakalan anak di bawah umur 13 tahun masih dianggap wajar, sedangkan kenakalan anak di atas usia 18 tahun dianggap merupakan salah satu bentuk kejahatan. Dalam makalah ini hanya akan dibahas kenakalan yang dilakukan oleh para remaja dalam usia 13 sampai dengan 18 tahun.

A.Penyebab Timbulnya Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, sebagian di antaranya adalah sebagai berikut.

1.Pengaruh Kawan Sepermainan
Di kalangan remaja, memiliki banyak kawan merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Makin  banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan teratas, misalnya anak orang yang paling kaya di kota itu, anak pejabat pemerintah setempat bahkan mungkin pusat atau pun anak orang terpandang lainnya.
Di zaman sekarang, pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si remaja saja tetapi bahkan juga para orang tuanya. Orang tua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu tersebut. Padahal, kebanggaan ini adalah semu sifatnya. Akan tetapi, jika tidak dapat dikendalikan, pergaulan itu akan menimbulkan kekecewaan nantinya. Sebab kawan dari kalangan tertentu pasti juga mempunyai gaya hidup yang tertentu  pula. Apabila si anak akan berusaha mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orang tua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. Apabila timbul frustrasi, maka remaja kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik atau obat terlarang dan lain sebagainya.
Pengaruh kawan ini memang cukup besar dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang ketika remaja. Oleh karena itu, para remaja hendaknya berhati-hati dan bijaksana dalam bergaul. Jangan bergaul dengan kawankawan yang tidak benar.
Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, akan banyak menimbulkan masalah bagi orang
tuanya. Untuk menghindari masalah yang akan timbul akibat pergaulan, remaja hendaknya mempunyai teman bergaul yang sesuai. Orang tua pun hendaknya juga memberikan kesibukan dan mempercayakan sebagian tanggung jawab rumah tangga kepada si remaja. Orang tua perlu memberi pengertian yang jelas, sekaligus berilah teladan.
Dengan memberikan tanggung jawab dalam rumah akan dapat mengurangi waktu anak untuk keluyuran yang tidak menentu dan sekaligus dapat melatih anak mengetahui tugas dan kewajiban serta tanggung jawab dalam rumah tangga. Para remaja harus berlatih untuk disiplin serta mampu memecahkan masalah sehari-hari. Mereka dididik untuk mandiri. Selain itu, remaja harus tahu tentang batasan teman yang baik.
Beberapa petunjuk tentang kriteria teman baik adalah sebagai berikut: memberikan perlindungan apabila kita kurang hati-hati. Menjaga barangbarang dan harta kita apabila kita lengah. Memberikan perlindungan apabila kita berada dalam bahaya. Tidak pergi meninggalkan kita apabila kita sedang dalam bahaya dan kesulitan. Membantu sanak keluarga kita.
Sebaliknya, kriteria teman yang tidak baik. Mereka adalah teman yang akan mendorong seseorang untuk menjadi: Penjudi. Orang yang tidak bermoral. Pemabuk. Penipu. Pelanggar hukum.

2.Pendidikan
Memberikan pendidikan yang sesuai merupakan salah satu tugas orang tua kepada anak. Agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai, pilihkanlah sekolah yang bermutu. Adakalanya sekolah yang penanganannya kurang displin sehingga memungkinkan anak untuk berbuat negatif, misalnya banyaknya jam kosong akan memicu anak ramai dan berbuat onar di kelas.
Anak pasti juga mempunyai hobi tertentu. Namun demikian, kadang-kadang hobi akan mengalahkan segalanya, termasuk tanggung jawabnya sebagai pelajar. Padahal tugas utamanya adalah bersekolah, sedangkan hobi adalah kegiatan sampingan yang boleh dilakukan bila tugas utamanya telah selesai dikerjakan. Jika penyaluran hobi salah sasaran, juga akan mengakibatkan berkurangnya pengendalian diri.

3.Penggunaan Waktu Luang
Kegiatan di masa remaja sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si remaja melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah.
Namun demikian, jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. Sering perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para remaja untuk menarik perhatian lingkungannya. Perhatian yang diharapkan dapat berasal dari orang tuanya maupun kawan sepermainannya. Celakanya, kawan sebaya sering menganggap iseng dan berbahaya adalah salah satu bentuk pamer sifat jagoan yang sangat membanggakan, misalnya ngebut tanpa lampu di malam hari, mencuri, merusak, minum-minuman keras, obat bius, dan sebagainya.
Munculnya kegiatan iseng tersebut selain atas inisiatif si remaja sendiri, sering pula karena dorongan teman sepergaulan yang kurang sesuai. Sebab dalam masyarakat, apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si remaja, akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawankawannya. Akhirnya ia terjerumus. Tersesat.

4.Uang Saku
Orang tua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Remaja harus belajar menghargai nilai uang. Mereka hendaknya berlatih agar mempunyai sifat tidak suka memboroskan uang tetapi juga tidak terlalu kikir. Anak diajarkan hidup dengan bijaksana dalam mempergunakan uang dengan selalu menggunakan prinsip hidup ‘Jalan tengah’. Budayakan menabung sebagian dari uang sakunya. Menabung bukanlah pengembangan watak kikir, melainkan sebagai bentuk menghargai uang yang didapat dengan kerja dan semangat.
Pemberian uang saku kepada remaja memang tidak dapat dihindarkan. Namun demikian, sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Jangan berlebihan. Uang saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah sebagai berikut.
a.Anak menjadi boros.
b.Anak tidak menghargai uang.
c.Anak malas belajar, sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang.

5.Pergaulan Bebas
Pada masa ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul dengan lain jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya.
Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Oleh karena itu, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Sedangkan, pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di zaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil.  Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya.

B.Kiat Mengatasi Kenakalan Remaja
Sebagian besar orang tua di zaman sekarang sangat sibuk mencari  nafkah. Mereka sudah tidak mempunyai banyak kesempatan untuk dapat mengikuti terus kemana pun anak-anaknya pergi. Padahal, kenakalan remaja banyak bersumber dari pergaulan. Oleh karena itu, para remaja hendaknya memahami pendidikan hukum, agama, dan sosial. Dengan pendidikan ini kemana saja anak pergi ia akan selalu ingat pesan orang tua dan dapat menjagai dirinya sendiri. Anak menjadi mandiri dan bisa dipercaya, karena dapat mengendalikan dirinya sendiri. Selama seseorang masih memerlukan fihak lain untuk mengendalikan dirinya sendiri, selama itu pula ia akan berpotensi melanggar peraturan bila si pengendali tidak berada di dekatnya. Inti pendidikan dapat dibedakan sebagai berikut.
1.Malu Berbuat Jahat
Benteng penjaga pertama agar remaja tidak salah langkah dalam hidup ini adalah menumbuhkan rasa malu melakukan perbuatan yang tidak benar atau jahat. Para remaja harus tahu perbedaan dan akibat perbuatan baik dan tidak baik. Perbuatan benar dan tidak benar. Orang tua dan guru memiliki peranan dalam memberikan penjelasan kepada para remaja. Kejelasan orang tua menerangkan hal ini akan dapat menghilangkan keraguan anak dalam mengambil keputusan. Keputusan untuk memilih kebaikan dan meninggalkan kejahatan.
Penjelasan akan hal ini sebaiknya diberikan sejak dini, semakin awal semakin baik. Apabila anak sudah dapat dengan jelas membedakan kebaikan dan keburukan, tahap berikutnya adalah tumbuhkan rasa malu untuk melakukan kejahatan. Kondisikanlah pikiran remaja punya rasa malu, merasa tidak pantas melakukan pelanggaran peraturan masyarakat. Mengkondisikan munculnya rasa malu dapat menggunakan cara seperti ketika orang tua mengenalkan pakaian kepada anak-anaknya. Orang tua selalu berusaha memberikan pakaian yang layak untuk anak-anaknya. Namun demikian, apabila suatu saat anak mengenakan pakaian dengan tidak pantas atau mungkin tersingkap sedikit, orang tua segera membenahinya dan mengatakan, menegaskan bahwa hal itu memalukan.
Sikap itu masih berkenaan dengan masalah pakaian fisik. Pakaian batin pun juga demikian. Orang tua bila mengetahui bahwa anaknya melakukan suatu perbuatan yang tidak pantas maka katakan segera bahwa hal itu memalukan. Kemudian orang tua memberikan saran agar dia tidak mengulangi perbuatan itu lagi. Bila perbuata itu masih diulang, berilah sanksi. Berilah hukuman yang mendidik bila perbuatan itu tetap diulang. Usahakan dengan berbagai cara, agar anak tidak lagi mengulang perbuatan yang tidak baik itu.
2. Takut Akibat Perbuatan Jahat
Para remaja harus menumbuhkan rasa takut akibat perbuatan jahat. Remaja harus tahu bahwa akibat perbuatan buruk akan berdampak pada remaja itu sendiri, orang tua, keluarganya, serta lingkungannya. Menumbuhkembangkan perasaan malu dan takut melakukan perbuatan yang tidak baik ataupun berbagai bentuk kejahatan inilah yang akan menjadi pengawas setia dalam diri setiap orang, khususnya para remaja. Selama dua puluh empat jam sehari, pengawas ini akan melaksanakan tugasnya. Kemanapun si remaja pergi, ia akan selalu dapat mengingat dan melaksanakan kedua hal sederhana ini. la akan selalu dapat menempatkan dirinya sendiri dalam lingkungan apapun juga sehingga akan mampu membahagiakan dirinya sendiri, orang tua dan lingkungannya. Orang tua sudah tidak akan merasa kuatir lagi menghadapi anak-anaknya yang
beranjak remaja. Orang tua tidak akan ragu lagi menyongsong era globalisasi. Orang tua merasa mantap dengan persiapan mental yang telah diberikan kepada anak-anaknya.
Oleh karena itu, pendidikan anak di masa kecil yang sedemikian rumit tampaknya, akan dapat
dinikmati hasilnya di hari tua.

Penutup
Remaja memang rawan dengan kenakalan. Kenakalan dapat datang dari berbagai segi, baik dari segi pergaulan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, penghargaan uang, dan perilaku seksual. Oleh karena itu, orang tua, masyarakat, sekolah, dan remaja itu sendiri harus mampu mengendalikan diri untuk menghindari berbuat negatif. Cara yang dilakukan, yaitu menumbuhkan rasa malu berbuat jahat dan takut akibat perbuatan jahat.

Rujukan
Anindyarini, Atikah. 2008. Bahasa Indonesia: SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
“Cara Penulisan Daftar Pustaka”. Januari 2010. http://skripsimahasiswa.blogspot.com/ diakses 19 Februari 2012.
Murniasih, Tri Retno dan Sunardi. 2008. Pelajaran bahasa Indonesia 3: untuk SMP/MTs kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
“Teknik Penulisan Karya Ilmiah, Makalah, Tesis, Disertasi”. 2010. http://www.kosmaext2010.com/ diakses 19 Februari 2012.


Di unduh dari http://joko-suryanto.blogspot.com/2012/02/ragam-karya-ilmiah-sederhana-dan.html, pada hari Senin, 18 Maret 2013, pukul 13.35 WIB.

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah (Karil) Universitas Terbuka (UT)

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah (Karil) Universitas Terbuka (UT)

5:57:00 am Add Comment
Hai sobat, membuat Karya Ilmiah atau Karil adalah salah satu persyaratan kelulusan yang harus dilakukan oleh mahasiswa Universitas Terbuka (UT), oleh karena sifatnya wajib, maka mahasiswa UT harus benar-benar memperhatikan ini karena salah dalam membuat Karya Ilmiah bisa berakibat tidak lulus-lulus. Salah satu yang harus diperhatikan dalam membuat Karil adalah Sistematika penulisan Karil.

Berikut kami rangkum sistematika penulisan Karya Ilmiah (Karil)

A. Artikel (hasil penelitian) memuat:
1. Judul
2. Abstrak
3. Pendahuluan (tanpa subjudul, memuat latar belakang masalah dan sedikit tinjauan pustaka, dan masalah/tujuan penelitian)
4. Metode
5. Hasil dan Pembahasan
6. Kesimpulan dan Saran
7. Daftar Pustaka (berisi pustaka yang dirujuk saja)

B. Artikel (hasil pemikiran, ide dan gagasan) memuat:
1. Judul
2. Abstrak
3. Pendahuluan (tanpa subjudul)
4. Isi, dituliskan subjudul sesuai dengan kebutuhan
5. Penutup (atau Kesimpulan dan Saran)
6. Daftar Pustaka (berisi pustaka yang dirujuk saja)


Ketentuan lain yang harus diikuti:
1. Artikel merupakan karya asli, bukan plagiat, dan belum pernah diterbitkan pada media lain.
2. ukuran kertas : A4
3. ketikan : 1,5 (satu setengah) spasi
4. jumlah halaman : 7 - 12 halaman
5.  Manuskrip direkam  dalam bentuk doc & docx, rtf, atau odt.
6. Tabel harus dibuat langsung dalam word processor (tabel standar) bukan konversi dari program excel atau yang lainnya
7. Penulisan Daftar Pustaka: menggunakan American Psychological Association (APA) Style 
(Buku: nama belakang, singkatan nama depan. (tahun). Judul. Nama tempat penerbitan: Penerbit)
Periodicals/jurnal ilmiah: nama belakang, singkatan nama depan. (tahun). Judul artikel. Nama Periodicals, vol (nomor), nomor halaman.

Demikian Sistematika Penulisan Karya Ilmiah Universitas Terbuka, semoga dengan tulisan singkat ini bisa membantu anda dalam membuat Karil.
Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini PAUD4503

Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini PAUD4503

5:51:00 pm Add Comment
Sobat, salah satu cara untuk mengukur kemampuan kita dalam menyerap materi adalah dengan mengerjakan soal latihan. Setelah anda mengerjakan Soal Latihan Mandiri Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini PAUD4503 Universitas Terbuka yang berisi 50 soal pilihan ganda. Berikut adalah Kunci Jawaban Soal Latihan Mandiri Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini PAUD4503. Untuk itu buka kertas yang berisi jawaban yang sudah anda kerjakan, silahkan periksa jawaban anda dan cocokan dengan kunci jawaban. Jika skor anda diatas 80% berarti anda sudah menguasai materi, jika skor anda dibawah 80% berarti anda harus membaca dan memahami materi kembali.

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 1
A. Salah, pernyataan tersebut tidak menunjukkan tentang 
B. Salah, pernyataan tersebut tidak menunjukkan ciri-ciri perkembangan 
C. Benar, asesmen di atas bertujuan untuk membuat perencanaan program 
D. Salah, pernyataan tersebut tidak menunjukkan identifikasi masalah perkembangan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 2
A. Tepat! Pernyataan tersebut termasuk prinsip asesmen otentik 
B. Salah! Prinsip akurat adalah fakta disajikan dengan tepat dan lengkap 
C. Salah! Rahasia artinya informasi hanya diberikan pada pihak yang berhak saja 
D. Salah! Fair artinya terbuka 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 3
A. Salah! Koordinasi mata-tangan dan keterampilan visual motorik termasuk perkembangan motorik halus 
B. Benar! Perkembangan personal sosial diukur dengan cara melihat inisiatif, kemandirian, interaksi dan sikap empati anak terhadap teman. 
C. Salah! Observasi lingkungan, membedakan dan meniru perilaku termasuk perkembangan pemahaman situasi 
D. Salah! Makan, memakai sepatu dan membereskan mainan sendiri termasuk perkembangan menolong diri sendiri 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 4
A. Salah! Kolom rubrik justru sesuai untuk aanak usia dini 
B. Salah! Skala rating juga sesuai untuk anak usia dini 
C. Salah! Daftar ceklis juga sesuai untuk anak usia dini 
D. Benar! Tes tertulis tidak sesuai untuk asesmen anak usia dini 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 5
A. Salah! Kegiatan prereferal dilakukan dengan cara tim guru berdiskusi 
B. Salah! Tahap referal awal dilakukan bersama antara guru, orang tua, profesional, atau anak yang bersangkutan 
C. Benar! Pembahasan bersama antar ahli tersebut disebut evaluasi multidisipliner 
D. Salah! Konferensi kasus adalah pertemuan hasil temuan yang dihadiri guru, orang tua, anak, dan profesional 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 6
A. Salah! Pemaparan tersebut bersifat objektif dan tidak ada unsur perasaan dari penilai 
B. Salah! Pemaparan tersebut bersifat objektif dan tidak ada unsur perasaan dari penilai 
C. Salah! Pemaparan tersebut bersifat kurang lengkap 
D. Benar! Pernyataan tersebut merupakan narasi hasil observasi yang bersifat subjektif karena ada unsur perasaan atau dugaan dari penilai 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 7
A. Salah! Observing adalah proses mengumpulkan informasi melalui pengamatan 
B. Benar! Upaya mendokumentasikan hal yang kita amati dengan berbagai cara disebut komponen recording 
C. Salah! Interpreting adalah merefleksikan makna hal yang kita obervasi 
D. Salah! Tidak ada proses decoding dalam observasi 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 8
A. Tepat! Running record sesuai digunakan untuk membuat catatan yang bagus dan lengkap tentang perilaku 
B. Salah! Time sample digunakan untuk mencatat intensitas terjadinya perilaku tertentu 
C. Salah! Skala rating digunakan untuk mengevaluasi kemampuan anak dalam mencapai tujuan 
D. Salah! Event sample digunakan untuk memahami sebab dan waktu terjadinya perilaku tertentu 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 9
A. Salah! Running record ditandai dengan pencatatan perilaku pada jeda waktu tertentu. 
B. Salah! Catatan anekdot hanya mencatat perilaku tertentu secara singkat 
C. Benar! Narasi merupakan catatan perilaku anak secara lengkap dan rinci 
D. Salah! Time sampling merupakan catatan perilaku dan intensitasnya 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 10
A. Benar! Independen artinya anak tidak terlalu membutuhkan bantuan orang dewasa lagi 
B. Salah! Sosialisasi tidak berkaitan dengan kondisi tidak berdaya pada seorang anak, tapi berkaitan dengan school adjusment 
C. Salah! Rasa senang dengan keteranpilan baru berhubungan dengnan perkembagan konsep diri anak 
D. Salah! Sosialisasi anak berhubungan dengan peran motorik dalam penerimaan oleh teman sebaya 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 11
A. Benar! Otak besar bertugas menerima dan memproses informasi pengindraan 
B. Salah! Basal ganglia menyebabkan gerakan tanpa direncanakan terlebih dahulu 
C. Salah! Otak kecil mengatur pergerakan dan koordinasi seluruh tubuh 
D. Salah! Batang otak menyeleksi informasi dan membiarkan otak bereaksi sesuai kebutuhan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 12
A. Salah! Reaksi mengedip terjadi jika bayi mendengar suara keras atau ada benda yang mendekat padanya dengan cepat. 
B. Benar! Refleks moro terjadi saat bayi melengkungkan punggung dan menggerakkan lengan dan tungkainya ke udara seolah-olah ingin meraih sesuatu 
C. Salah! Refleks menghisap menyebabkan bayi secara instink langsung dapat menyusu pada ibunya 
D. Salah! Refleks berdiri tidak pernah terjadi pada bayi 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 13
A. Benar! Mengamati suatu gerakan lalu dia memberi respon serupa dengan gerakan yang diamatinya disebut keterampilan imitasi. 
B. Salah! Manipulasi adalah keterampilan menggunakan konsep dalam melakukan suatu gerakan 
C. Salah! Artikulasi adalah merangkaikan bermacam gerakan secara berkesinambungan 
D. Salah! Presisi adalah melakukan suatu gerakan dengan benar dan teliti 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 14
A. Salah! merangkak dengan koordinasi yang lebih baik terjadi pada anak usia 9 bulan 
B. Salah! menunjukkan tanda-tanda awal untuk berjalan secara terjadi pada anak usia 12 bulan 
C. Salah! mengambil suatu benda di lantai tanpa jatuh terguling terjadi pada anak usia 15-18 bulan 
D. Benar! Anak usia 2,5  3 tahun sudah dapat melompat dari posisi berdiri dan mendarat tanpa jatuh 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 15
A. Benar! Anak usia 14 bulan sudah dapat memegang krayon dengan tangan, tidak langsung dimasukkan ke mulut 
B. Salah! memotong kertas menjadi 2 bagian dengan gunting meskipun belum rapi terjadi pada anak usia 2,5 -3 tahun 
C. Salah! menyusun balok kecil membuat menara atau gedung bertingkat terjadi pada anak usia 19-21 bulan 
D. Salah! menjulurkan tangan ke arah benda yang berada dalam jangkauan pandangannya terjadi pada anak usia 3 bulan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 16
A. Benar! Memperhatikan masa peka anak termasuk aspek penilaian diri dalam mengases perkembangan fisik anak 
B. Salah! Masa peka anak tidak berkaitan dengan kesesuaian alat 
C. Salah! Respon anak berkaitan dengan reaksi dan tanggapan anak setelah melakukan kegiatan tertentu 
D. Salah! Masa peka anak tidak berkaitan dengan kesesuaian bahan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 17
A. Salah! Pembandingan antara satu anak dengan anak lainnya justru menimbulkan kecemasan pada anak 
B. Salah! Individual bukan berarti hanya mengamati 1 anak saja setiap harinya 
C. Benar! Individual artinya dengan cara membandingkan perkembangan anak saat ini dengan sebelumnya 
D. Salah! Individual bukan berarti hanya mengamati perkembangan satu anak saja sepanjang tahun 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 18
A. Salah! Manfaat asesmen untuk anak tidak berkaitan dengan tujuan spesifik dari asesmen 
B. Salah! Reliabilitas dan validitas berhubungan dengan alat pengumpul data yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan 
C. Salah! Disesuaikan dengan kemampuan anak berhubungan dengan kegiatan yang dilaksanakan selama asesmen 
D. Benar! Manfaat asesmen untuk anak artinya asesmen harus membawa keuntungan bagi anak 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 19
A. Benar! Tugas atau tes lisan dari guru termasuk strategi teacher-designed measure 
B. Salah! Catatan harian merupakan kesan-kesan tentang perorangan maupun kelompok yang dicatat pada akhir kegiatan 
C. Salah! Check list perkembangan merupakan daftar indikator perkembangan anak dalam aspek perkembangan tertentu 
D. Salah! Skala sikap dibuat menurut tingkatan keberadaan perkembangan anak sebagai garis kontinum 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 20
A. Benar! mengobservasi dan memonitor anak dalam situasi formal dan informal termasuk tahap global assesment 
B. Salah! Screening assesment adalah tahap yang melilbatkan anak dalam tes yang telah distandardisasi 
C. Salah! Ongoing qualitative assesment melibatkan kegiatan monitoring dan observasi kualitatif pada berbagai area keterampilan 
D. Salah! Individual assesment berupa penggunaan ceklis untuk menemukan penyebab kesulitan anak 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 21
A. Benar! Tabel tersebut adalah instrumen check list 
B. Salah! Rubric biasanya dikembangkan untuk mengevaluasi asesmen otentik dan tampilan 
C. Salah! Rating scale hampir mirip dengan ceklis tapi memuat tingkatan perkembangan sebagai garis kontinum 
D. Salah! Decoding adalah catatan dengan memberikan kode pada aspek perkembangan tertentu yang diamati. 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 22
A. Salah! menggoyang-goyangkan kerincingannya berulang-ulang termasuk reaksi sirkuler sekunder 
B. Salah! memasukkan benda yang dia pegang ke dalam mulut termasuk reaksi sirkuler sekunder 
C. Benar! Perilaku yang termasuk gerakan refleks adalah menggenggam erat jari-jari di tangannya sendiri 
D. Salah! menarik taplak meja untuk mengambil mainan di atasnya termasuk reaksi perilaku tersier 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 23
A. Benar! Anna masih berpikir berdasar persepsinya sendiri 
B. Salah! Egosentrisme artinya memandang segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri 
C. Salah! Uni dimensi artinya hanya berpikir pada salah 1 aspek saja, misalnya warna saja, atau bentuk saja 
D. Salah! Transduktif artinya adalah memahami hubungan sebab akibat secara sederhana dari sudut pandang saja 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 24
A. Salah! mengulang kegiatan yang pernah dia lakukan sebelumnya termasuk perilaku memecahkan masalah dalam menunjukkan keingintahuan 
B. Salah! menggunakan lebih dari 1 indera untuk mendapatkan informasi termasuk memecahkan masalah dalam hal mengamati dan menyelelidiki 
C. Salah! mencari benda yang hilang dengan cara yang sistematis termasuk memecahkan masalah dalam hal menunjukkan pikiran yang konstruktif 
D. Benar! Perilaku memecahkan masalah dalam membuat perkiraan dan rencana adalah memperkirakan serangkaian kejadian 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 25
A. Salah! Pernyataan tersebut tidak berkaitan dengnan penghargaan terhadap guru sebagai assesor 
B. Benar ! Asesmen yang dilakukan Bu Rossi telah melibatkan pendekatan yang konkret dan langsung dialami anak 
C. Salah! Pernyataan tersebut tidak menunjukkan pertimbangan pada perencana sebagai tujuan utama 
D. Salah! Pernyataan tersebut tidak menunjukkan contoh proses assesmen yang berkesinambungan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 26
A. Salah! Menganalisis teori adalah mencari, mendeskripsikan, dan menyintesiskan teori yang bekaitan dengan perkembangan. 
B. Salah! Menyusun definisi operasional adalah membuat batasan aspek perkembangan kognit sehingga mudah diukur 
C. Benar! Membuat tabel yang terdiri dari kode, aspek, indikator, sub indikator, pertanyaan, dan jumlah item disebut menyusun kisi instrumen 
D. Salah! Membuat konstruk konseptual adalah mendefinisikan aspek perkembangan sesuai teori 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 27
A. Benar! Contoh perilaku kognitif anak usia 0-6 bulan adalah meniru ekspresi wajah orang dewasa yang dikenalnya 
B. Salah! Menunjuk pada suatu benda yang diinginkannya termasuk perilaku kognitif anak usia 6-12 bulan 
C. Salah! Memilih benda-benda dengan kategori tertentu termasuk perilaku kognitif anak usia 12-18 bulan 
D. Salah! Menemukan benda yang hilang dari pandangan termasuk perilaku kognitif anak usia 18-24 bulan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 28
A. Salah! Penggambaran adalah menggambarkan suatu benda dengan ciri tertentu 
B. Benar! Pengidentifikasian misalnya dengan pemberian nama atau menjawab pertanyaan apa ini? 
C. Salah! Pengklasifikasian artinya mengelompokkan beberapa benda dengan kategori tertentu 
D. Salah! Penginterpretasian misalnya dengan menemukan sebab akibat atau menyusun fakta-fakta 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 29
A. Benar! Bermain cilukba merupakan cara mengases perkembangan kognitif bayi dalam hal mencari objek yang tidak terlihat 
B. Salah! mengulang perilaku terhadap tubuhnya sendiri dapat dilakukan dengan menyediakan berbagai mainan di dekat bayi 
C. Salah! Mengingat objek dalam waktu singkat dapat dilakukan dengan mengganti mianan yang tersedia lalu diperkenalkan kembali 
D. Salah! memanfaatkan benda untuk bermain pura-pura dilakukan dengan menyediakan mainan realistis, seperti cangkir untuk minum 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 30
A. Salah! Echolalia adalah menyebut ungkapan dengan satu suku kata saja, misalnya ma 
B. Benar! Pola ungkapan dengan satu kata dinamakan holophrases 
C. Salah! Vocables adalah suara mendekati kata tetapi dengan kreasi anak sendiri 
D. Salah! Gurgling artinya meraban 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 31
A. Salah! Gambar untuk bayi justru perlu berukuran besar 
B. Salah! Gambar untuk buku pada bayi sebaiknya tentang objek yang dia kenal 
C. Salah! Gambar untuk buku bayi perlu diwarnai dengan terang dan jelas 
D. Benar! Buku untuk bayi tidak perlu disertai tulisan kalimat utuh 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 32
A. Benar! Menangis dan bahasa isyarat termasuk perkembangan bahasa pra bicara. 
B. Salah! Tingkat pemunculan nama misalnya dengan anak mengatakan num, mik. 
C. Salah! Tingkat kombinasi kata misalnya anak mengatakan mama topi 
D. Salah! Tingkat tata bahasa misalnya dengan penggunaan kalimat dalam pola dan aturan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 33
A. Salah! Penggunaan kata kepemilikan misalnya dengan mengatakan, Ini mamaku 
B. Benar! Rani sedang dalam perkembangan tata bahasa pengkoreksian ungkapan penggunaan kata. 
C. Salah! Contoh tersebut tidak memperlihatkan pengungkapan cerita oleh anak 
D. Salah! Pada contoh tersebut anak belum menggunakan kata depan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 34
A. Salah! Pada contoh tersebut tidak terlihat upaya identifikasi konsep 
B. Benar! Kegiatan pengembangan bahasa tersebut melalui menghubungkan tema buku dengan kegiatan lain 
C. Salah! Pada contoh tersebut tidak terlilhat guru sedang merespon pertanyaan anak tentang isi buku 
D. Salah! Pada contoh tersebut tidak terlihat guru sedang meningkatkan pemahaman tentang aspek cerita dari buku 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 35
A. Salah! Contoh tersebut tidak menunjukkan penambahan informasi baru 
B. Benar! Strategi perkembangan bahasa tersebut menggunakan perluasan kalimat. 
C. Salah! Pengisian struktur percakapan adalah dengan melontarkan kalimat yang tidak lengkap untuk diteruskan anak 
D. Salah! Pembicaraan paralel adalah dengan memberikan informasi tambahan lain yang setara dengan kalimat sebelumnya, sesuai kalimat yang diucapkan anak 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 36
A. Salah! Sebagai pengets guru mengajukan pertanyaan yang bersifat mengecek 
B. Salah! Sebagai pengoreksi kesalahan guru membetulkan ucapan anak yang belum tepat 
C. Salah! Sebagai pengingat kesukaan guru dapat memulai percakapan dari hal-hal yang disukai anak 
D. Benar! Sebagai penolong guru membantu melengkapi kalimat anak saat anak menginginkan sesuatu. 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 37
A. Salah! Menangis dengan cara yang berbeda belum diperlihatkan anak usia 4 bulan 
B. Benar! Menangis dengan cara yang berbeda merupakan ciri perkembangan bahasa anak usia 8 bulan 
C. Salah! Anak usia 12 bulan sudah mulai menagatkan satu suku kata, bukan hanya menangis keras 
D. Salah! Anak usia 18 bulan susdah dapat menggunakan kata sederhana untuk menyatakan kebutuhannya 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 38
A. Benar! Pengumpulan data dengan cara mencatat nama pertama anak tentang berbagai informasi masing-masing anak di kelas dikenal dengan metode daftar nama 
B. Salah! Jurnal refleksi adalah pengumpulan data dengan cara mencatat dalam buku harian anak yang bersifat pribadi 
C. Salah! Catatan anekdot adalah pencatatan kejadian secara detil pada seorang anak 
D. Salah! Perhitungan frekuensi adalah pencatatan tentang seringnya tingkah laku terjadi 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 39
A. Benar! Analisis data tersebut disebut reduksi data karena membuat ringkasan dari data asli 
B. Salah! Tabulasi data adalah membuat tampilan data dalam bentuk berbagai tabel, tapi tidak meringkas 
C. Salah! Analisis data adalah langkah umum setelah data dikumpulkan, dari reduksi data hingga kesimpulan 
D. Salah! Display data adalah penyajian data dalam bentuk berbagai grafik atau diagram 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 40
A. Salah! Pendidikan adalah hubungan antara anak dengan orang dewasa dengan maksud membantu anak tersebut mencapai kedewasaannya 
B. Benar! Kekuatan hubungan emosi antara ibu dan anak sebagai wujud kasih sayang yang saling menguntungkan dan keinginan untuk merawat kedekatan disebut kelekatan. 
C. Salah! Perlindungan biasanya dilakukan orang tua terhadap anaknya, terutama pada anak yang belum mandiri atau masih belum dewasa. 
D. Salah! Kenyamanan merupakan salah satu kebutuhan manusia, tetapi bukan pengertian dari pernyataan di atas. 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 41
A. Benar! Anak masih egosentris, artinya kejadian dan situasi yang dialami orang lain dianggap sama dengan yang dialaminya 
B. Salah! Anak usia dini justru belum memahami kompetisi dalam kehidupan 
C. Salah! Paham individualis biasanya dimiliki orang dewasa denga penuh kesadaran, bukan anak-anak 
D. Salah! Anak usia dini memang dapat mengembangkan sikap kooperatif, tapi bukan itu yang dimaksud 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 42
A. Benar! Anak usia 8-12 bulan suka menonton dirinya sendiri di depan cermin 
B. Salah! menikmati keramaian dan bertepuk tangan bersama orang terlihat pada anak usia 12-18 bulan 
C. Salah! mengenali perbedaan anggota/bukan anggota keluarga terlihat pada anak usia 4-8 bulan 
D. Salah! kadang mengungkapkan emosinya dengan mengamuk terlihat pada anak usia 18-24 bulan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 43
A. Benar! Salah satu kelebihan dari running record adalah mencatat kejadian alami dari anak secara rinci tiap saat 
B. Salah! Sulit bagi guru untuk mengetahui pikiran anak dengan metode running record 
C. Salah! Running record tidak disajikan secara narasi, sehingga datanya tidak selengkap narasi 
D. Salah! Running record tidak memfokuskan pada hasil karya, tetapi pada perilaku dan perkataan anak 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 44
A. Benar! Upaya tersebut termasuk reduksi data karena membuat ringkasan dari hasil pengamatan 
B. Salah! Pernyataan tersebut belum menunjukkan upaya penyajian data dalam berbagai grafik/diagram 
C. Salah! Pernyataan tersebut belum memberikan kesimpulan secara umum berdasarkan data yang dirujuk pada teori perkembangan 
D. Salah! Analisis data adalah langkah secara umum setelah pengambilan data, dari reduksi sampai verfifikasi data. 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 45
A. Salah! Analisis adalah langkah awal setelah pengumpulan data dilakukan 
B. Benar! Langkah membuat penafsiran data yang telah dianalisis disebut interpretasi 
C. Salah! Sintesis adalah menggabungkan data yang sudah dianalisis sebelum dilakukan interpretasi 
D. Salah! Komunikasi adalah memberikan hasil pengamatan perkembangan tersebut secara apa adanya pada orang tua anak 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 46
A. Salah! Pernyataan tersebut tidak membicarakan tentang format pelaporan 
B. Salah! Pernyataan tersebut tidak membicarakan tentang isi laporan 
C. Benar! Upaya tersebut menjawab tentang bagaimana membantu pengguna menginterpretasi dan menggunakan laporan 
D. Salah! Pernyataan tersebut tidak membicarakan tentang pihak yang akan menerima laporan 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 47
A. Salah! Prediksi masa depan artinya laporan digunakan untuk memperkirakan bakat dan minat anak sebagai pijakan dasar dalam pemilihan karirnya 
B. Benar! Manfaat laporan untuk menentukan anak sudah atau belum siap masuk SD termasuk upaya seleksi dan sertifikasi 
C. Salah! Umpan balik pembelajaran artinya laporan digunakan untuk melakukan revisi terhadap rencana kegiatan pengembangan yang akan datang. 
D. Salah! Diagnosis perkembangan artinya dari laporan dapat terlihat gambaran kemajuan perkembangan anak dari waktu ke waktu 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 48
A. Benar! mudah berpindah perhatiannya termasuk dalam tingkat dan lama perhatian anak. 
B. Salah! Kemandirian artinya melihat kesanggupan anak untuk melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan 
C. Salah! Jumlah dan kualitas gerakan dapat dilihat dari aktif atau pasifnya gerakan yang dilakukan anak 
D. Salah! Komunikasi verbal dan nonverbal dilihat dari cara anak mengungkapkan kebutuhan dan gagasannya 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 49
A. Salah! Pertumbuhan fisik meliputi gambaran fisik dan kemampuan gerakan anak secara umum 
B. Benar! Kesukaan terhadap aktivitas, mainan, atau pengalaman tertentu disebut minat 
C. Salah! Perkembangan emosi meliputi kemampuan kontrol, cara berekspresi, dan reaksi terhadap aturan 
D. Salah! Penyesuaian sosial meliputi kemampuan memimpin, mengikuti aturan, berbagi, bekerja sama, dan bersikap santun pada orang tua 

Kunci Jawaban Soal Latihan No. 50
A. Benar! Pernyataan tersebut termasuk dalam pelaporan perkembangan bidang kesehatan anak. 
B. Salah! Pernyataan di atas tidak menunjukkan kegiatan rutin yang dilakukan anak 
C. Salah! Pernyataan di atas tidak menunjukkan kesukaan anak terhadap objek/kegiatan tertentu 
D. Salah! Pernyataan diatas tidak menunjukkan proses/hasil kreatif yang dilakukan anak 


Sumber latihan mandiri Universitas Terbuka